FKIP Untirta Delegasikan Mahasiswa ke Thailand

FKIP Untirta Delegasikan Mahasiswa ke Thailand

0 105
doc.pribadi

Bidikutama.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mendelegasikan sepuluh Mahasiswa ke Thailand. (19/3)

FKIP Untirta mendelegasikan sepuluh Mahasiswanya ke Thailand pada 7 November 2017 lalu hingga 15 Maret 2018 untuk mengikuti Program Pengenalan Lapangan Kependidikan (PPLK). Sepuluh Mahasiswa tersebut yaitu, Dinda Ayu Suhartinah, Dzikri Arie Ramadhan, Monica Hayati, Ghea Hafiizha Nazmi, Siti Anisah Aprianingsih, Yuliyanti Maulida, Desy Aulia Mariska, Bella Arista, Rima Putri Sirait dan Fujy Damayanti.

Aceng Hasani, selaku Dekan FKIP Untirta menjelaskan bahwa program tersebut untuk meningkatkan kualitas dan wawasan Mahasiswa serta agar FKIP Untirta mendapatkan akreditasi di tingkat Association of South East Asia Nations (ASEAN).

“Ini menuju Akreditasi ASEAN. Setelah akreditasi secara nasional sudah tertinggi, yaitu A, kita berkeinginan untuk Akreditasi ASEAN. Syukur-syukur bisa sampai internasional,” Tuturnya.
Ia juga melanjutkan, “sepuluh mahasiswa tersebut merupakan kelompok pertama yang dikirim ke luar negeri untuk menjalankan PPLK sekaligus penelitian. Selain Thailand, Negara ASEAN lain yang menjadi tujuan lokasi PPLK dan penelitian seperti Singapore dan Malaysia,” Ujarnya.

Mereka ditempatkan di tujuh sekolah berbeda, dengan jenjang pendidikan yang berbeda pula, di Provinsi Krabi dan Provinsi Nakhon Si Tammant.
Rima Putri Sirait, Salah satu mahasiswi jurusan Pendidikan Bahasa Inggris yang berkesempatan ke Thailand, mengungkapkan banyak pengalaman berharga yang didapatkan bersama teman lainnya selama empat bulan di sana.

“Kami dipisah, ada yang sendiri ada yang berdua, ada yang ngajar TK, SD, SMP, ada juga SMA,” Ucapnya.

Selama di Thailand, Rima mengaku banyak belajar mengenai metode mengajar. Ia juga mengaku, bahasa menjadi kendala utama dirinya menjalani program PPLK.

“Memang ada pelajaran bahasa Melayu di sana, tapi karena sejak kecil menggunakan bahasa Thailand, jadi mereka tidak bisa Melayu,” Lanjutnya.

Saat ini, dirinya bersama kesembilan temannya sudah mampu berbahasa Thailand. Bahkan bersama tiga temannya, Rima mengaku mendapatkan tawaran mengajar di sana.

 

Penulis: Faisal Dudayef/BU

Editor: MM/BU

NO COMMENTS

Leave a Reply