Kontrak Gedung E Akan Berakhir, NR Direncanakan Kuliah Malam Kembali

Kontrak Gedung E Akan Berakhir, NR Direncanakan Kuliah Malam Kembali

0 1314
Mahasiswa terlihat lalu-lalang di depan Gedung E Untirta Selasa (14/4). Kontrak gedung perkuliahan E Untirta akan berakhir bulan Agustus 2014, pihak Yayasan Lapenta selaku pemilik gedung pun tidak memberi perpanjangan kontrak.(Aldo/BU)

Bidikutama.com, Untirta - Kontrak gedung perkuliahan E Untirta akan berakhir bulan Agustus 2014, pihak Yayasan Lapenta selaku pemilik gedung pun tidak memberi perpanjangan kontrak. Dari Isu yang beredar di kalangan mahasiswa Untirta, kegiatan perkuliahan akan dipindahkan ke SMA 17 Kota Serang yang berlokasi di Komplek Stadion Maulana Yusuf Kota Serang. Setelah dikonfirmasi oleh Tim BU, ternyata tidak benarkan kegiatan perkuliahan akan dipindahkan ke SMA 17 Kota Serang.

                Kepala Biro BAUKK Suwarso mengatakan “Gedung itu juga bisa disewa juga karena mempunyai satu nilai historis yang sama antara Lapenta dan Untirta. Kalo mereka mau pakai lagi buat sendiri yah kita harus mempersilahkan. Bulan Agustus ini Yayasan Lapenta tidak menyewakan lagi Gedung E karena mau dipakai sendiri. Kita sedang  berusaha cari tempat lain sementara ini memang belum dapat pengganti,” ungkapnya saat diwawancarai.

Suwarso pun menambahkan “kalo memang tidak dapat tempat kompensasi, kita harus kuliah malam kembali. Lagian kita kan masih ada beberapa kelas non regular yang sementara ini kita kuliahkan pagi sampai sore. Mau tidak mau kalo nanti itu ada enam atau delapan ruang yang tidak bisa disewa lagi, rancangan awal juga untuk mahasiswa itu kuliah malam terus sekarang kan di pagikan semua dan untuk sekarang mau tak mau kita malamkan kembali yah itu urusan BKAP lah untuk mengatur bidang pengajaran dan jadwal perkuliahan,” ujarnya.

“Ini artinya ada sebuah sistem yang kembali mundur ketika Untirta sudah melangkah maju untuk meniadakan non regular dengan sistem yang sudah UKT hari ini tapi ketika kembali ada kelas non regular ini kan menjadi kebingungan juga, apalagi mahasiswa hari ini sudah UKT pergolongan-golongan bagaimana nanti membaginya berdasarkan pembagian kelas non regular ini berdasarkan-berdasarkan kepada apa” ujar Mahendra Seftianzah mahasiswa Jurusan Hukum.

Disela wawancara pun Mahendra pun menambahkan “Saya kira ini bukan solusi yang solutif juga, mungkin ada baiknya ketika Untirta memaksimalkan jumlah ruangan yang ada saat ini di kampus Serang, karena yang saya tahu hari ini gedung-gedung kuliah sudah dibagi-bagi misalkan FISIP kuliah dimana, Ekonomi dimana mungkin ketika sistem itu tidak dipakai dalam artian diacak saja kelasnya semua kelas bisa dipakai oleh semua jurusan atau semua fakultas yang pasti bisa lebih efektif daripada kita harus mundur lagi untuk memberlakukan sistem non regular,” ungkapnya.(Rizhar/BU)

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply