Mengungkap Keunikan Budaya Baduy Melalui Seminar Budaya

Mengungkap Keunikan Budaya Baduy Melalui Seminar Budaya

0 140
Foto bersama dengan perwakilan Kang Nong Kota Serang, Mahasiwi Universitas Negri Jakarta, Ketua Pelaksana Seminar Budaya 2018, Moderator Seminar Budaya 2018, Pemateri (Ferry Faturakhman, SH, MH), masyarakat Suku Baduy, Ketua Umum UKM Pandawa Untirta, Mahasiswa Universitas Negri Jakarta , perwakilan Kang Nong Kabupaten Serang di Aula Tb. Suwandi, Pendopo Bupati Serang. (Rai/BU)

Bidikutama.com – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pandawa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) mengadakan kegiatan Seminar Budaya dengan tema “Mengungkap Keunikan Budaya Baduy” di Aula Tb. Suwandi, Kota Serang. (13/05)

Tujuan diadakannya seminar ini dikarenakan UKM Pandawa merupakan UKM yang berhubungan dengan seni budaya tradisional, dan untuk melestarikan serta mempertahankan budaya-budaya yang ada di Indonesia khususnya di daerah Banten kepada Masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Sejarahwan, Akademisi Untirta, Pelaku Budaya, tamu undangan dari setiap UKM dan masih banyak lagi. Sasaran peserta dalam kegiatan ini dari tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Umum, dan Mahasiswa.

Elisa Yanti, Selaku Ketua Pelaksana Seminar Budaya mengungkapkan “yang melatarbelakangi saya untuk mengambil tema baduy ini yaitu karena kemaren baru saja ada acara sebabaduy. Euforia masyarakat masih sangat terasa, masih kepo dan ingin tahu tentang Baduy, banyak Masyarakat yang bertanya-tanya mengenai Baduy, maka dari itu kami membuat seminar ini yang berfungsi untuk wadah bertanya langsung ke Masyarakat Baduynya. Karena dalam seminar ini kami mengundang dan mendatangkan langsung orang Baduy nya sebagai pemateri,” Jelasnya.

Ia juga menambahkan, kebudayaan adalah suatu warisan yang diberikan secara turun temurun yang harus dijaga dan dilestarikan. Dan menurutnya, Masyarakat Banten sudah mengetahui tentang keberadaan suku Baduy tetapi hanya beberapa orang saja yang mengetahui tentang budayanya.

Sejarahwan Banten, Dr. Mufti Ali, Ph.D mengutip dari artikel yang dibuat oleh J. Bakels, yang mengatakan bahwa masyarakat Baduy merupakan bagian dari Teori Mandala yang dicetus oleh Bakels. “Sungai mengelilingi setiap kampung Suku Baduy, yang dimaksud dari teori Mandala adalah kampung tersebut. Tapi bukan hanya Suku Baduy saja, misalnya Menes,” Ujarnya.

Annesha Miranda Zulkarnain salah satu peserta Seminar Budaya 2018 terkesan dengan acaranya karena dapat lebih mengenal budaya Baduy. “Lebih mengenal lebih dalam tentang budaya Baduy, bisa lebih peduli dengan budaya Banten.” kata Mahasiswi Prodi Ilmu Hukum Fakultas Hukum Untirta semester 4.

Penulis : Srh, MM/BU

Editor : MM/BU

NO COMMENTS

Leave a Reply