Motor Sering Hilang, Keluar Kampus Harus Tunjukan STNK

Motor Sering Hilang, Keluar Kampus Harus Tunjukan STNK

0 820
Salah satu satpam Untirta sedang memeriksa STNK salah satu mahasiswa yang akan keluar kampus di Gerbang Depan Untirta Kamis (5/6).(Ryan/BU)

Bidikutama.com, Untirta - Hilangnya motor Yamaha Fino plat nomor A 4228 CC milik  salah satu mahasiswa Hukum di depan Gedung Fakultas Hukum pada Senin (1/6) lalu, membuat pihak keamanan kampus memperketat keamanan terutama masalah parkir kendaraan. Untuk saat ini motor yang ingin masuk ke dalam kawasan untirta harus membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK) sebagai tanda bukti kepemilikan kendaraan dan diperiksa saat ingin keluar gerbang kampus.

Menurut salah satu Satuan Pengaman (Satpam) di Untirta Yudi Sastra sudah beberapa kali motor hilang di parkiran untirta, biasanya motor mahasiswa yang hilang karena ketinggalan kuncinya saat ingin kuliah. “biasanya karena kecerobohan mahasiswa kunci tetap menggantung di kontak motor, kita sudah sering keliling untuk mengecek mungkin inilah celah yang dimanfaatkan oleh para maling karena ada kesempatan” ujarnya.

Yudi pun menambahkan “sekarang motor yang keluar masuk kampus harus pakai STNK, biar lebih aman dan nyaman untuk mahasiswa dan satpamnya juga. Ini juga salah satu antisipasi biar maling juga lebih mikir untuk berani ngambil motor disini sekaligus juga untuk ketertiban,” tuturnya.

“Kedepannya motor yang tidak bawa STNK tidak boleh masuk , saat ini masih tahap sosialisasi  jadi yang tidak bawa didata kartu identitasnya seperti KTP atau KTM-nya, kalau mobil masih pake kartu parkir karena dirasa lebih aman dibandingkan motor,” tambahnya.

Salah satu mahasiswa Rengga mahasiswa Ilmu Komunikasi mengaku cukup kerepotan untuk sistem parkir yang sekarang ini. “Ada hal positif dan negatifnya saya rasa dengan sistem seperti ini, positifnya mahasiswa jadi lebih tertib administrasi karena kan STNK bukan hanya dipakai untuk di kampus tetapi di jalan raya juga sebagai salah satu kelengkapan berkendara, negatifnya yah jadi lebih ribet aja apalagi untuk yang berorganisasi kan lebih suka bulak-balik kampus”.

Rengga pun berharap agar kedepannya dibuat sistem yang lebih efektif dan efisien untuk sistem parkir di kampus. “Ya lebih baik seperti kemarin lagi pakai tiket tapi sistemnya mungkin lebih diperbaharui lagi biar lebih aman, saya juga berharap parkir nanti tidak dikelola oleh pihak ketiga agar tidak keluar biaya saat parkir kan bayaran juga sudah mahal jangan tambah beban lagi lah,” pungkasnya.(Rizhar/BU)

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply