Peringatan Hardiknas di Serang Diwarnai Demo Mahasiswa

Peringatan Hardiknas di Serang Diwarnai Demo Mahasiswa

0 732
Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan BEM Banten (KBB) saat melakukan longmarch dari Kampus IAIN Serang sampai Pendopo Gurbenur Banten Jumat (2/5). Dalam aksinya para mahasiswa menuntut APBD untuk di alokasikan sesuai dengan jumlahnya dan dibuat jaminan pendidikan daerah untuk masyarakat. (Zul/BU)

Bidikutama.com- Untirta Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kota Serang, Jumat, diwarnai demonstrasi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan BEM Banten (KBB) meminta pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan jaminan pendidikan untuk masyarakat. Jumat (2/5).

Dalam aksinya mahasiswa melakukan longmarch dari Kampus IAIN  Ciceri Serang sampai Pendopo Gurbenur di Alun-Alun Kota Serang dan sempat membuat lalu lintas tersendat hingga satu kilometer karena masa menutupi sebagian jalan.

“Kita dari KBB Kesatuan BEM Banten di dalamnya itu ada   BEM IAIN, BEM Untirta, BEM Unbaja, BEM Unsera dan BEM UPI Serang jadi pada hari ini karena hari ini adalah momen Hari Pendidikan Nasional pada tanggal 2 mei kita disini mencoba untuk ciptakan pendidikan berkualitas di Banten artinya bahwa kita tingkat pendidikannya masih rendah padahal di tahun 2015 kita tidak hanya bersaing dengan daerah sendiri tapi dengan Negara lain,” Kata Ahmad Haetami Korlap Aksi.

Pihaknya mengatakan negara lain secara kualitas sudah maksimal beda lagi dengan Indonesia. “Negara kita rata-rata hanya SMA dan kebanyakan yang menjadi pengelola atau menjadi petinggi perusahaan itu orang luar negeri artinya itu disebabkan pendidikan yang rendah,” ujarnya.

Massa gabungan juga menuntut APBD untuk pendidikan direalisasikan secara benar dan pemberian jaminan pendidikan daerah sampai jenjang sarjana saat menggelar aksi.

“Pertama kita berbicara APBD yang sebesar 20 persen untuk alokasi tersebut yang kita tahu bahwa hasil advokasi di lapangan ternyata anggarannya itu tidak terealisasi semuanya banyak yang dipotong ditengah jalan kaya semacam di beberapa sekolah banyak keluhan seperti dana seharusnya 200 juta yang sampai hanya 70 juta. Sisanya ini kemana nah inikan harusnya di alokasikan untuk sekolah, bagaimana pendidikan mau berkualitas. ungkapnya.

Ahmad Haetami pun menambahkan “kedua disini kita menuntut agar adanya jaminan pendidikan daerah artinya tidak hanya kita diwajibkan belajar sampai sembilan tahun saja tapi kita meminta sampai sarjana karena persaingan itu tidak hanya dengan daerah sendiri tapi dengan luar negeri artinya kita harus bisa mempersiapkan pemuda pemudi kita agar siap untuk mengahadapi persaingan”.(Rizhar/BU)

 

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply