Ribuan Buruh Demo, Banyak Mahasiswa Terlambat Terjebak Macet

Ribuan Buruh Demo, Banyak Mahasiswa Terlambat Terjebak Macet

0 771
Ribuan buruh saat melakukan aksi demo menuntut kenaikan upah minimum kerja (UMK) Kabupaten Serang di Depan Kantor Bupati Kabupaten Serang, Kamis (24/11).(Sofyan/JOB)

Bidikutama.com – Buruh dari berbagai wilayah dari Kabupaten Serang bersatu menuju Kantor Bupati Serang di Alun-Alun kota serang dari pukul 11.30 hingga 14.00 WIB, Senin (24/11). Hal ini mengakibatkan jalan di Kota Serang macet oleh aksi konvoi tersebut, Ribuan buruh tersebut tergabung dalam gerakan KSBSI (Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia) Banten.

Para buruh melakukan aksi untuk memperjuangkan kenaikan upah minimum kerja (UMK) Kabupaten Serang yang ditetapkan sebesar Rp.2,7 juta, dalam tuntutannya mereka menuntut keanikan menjadi sebesar Rp 2,8 juta.

“Kami disini ingin menuntut kelayakkan upah para buruh di serang atau lebih tepatnya menaikkan UMR di kota serang sendiri kita menginginkan UMR di sejajarkan atau kalo bisa lebih dari kota Cilegon yang berkisar 2,8 juta seperti di ketahui serang hanya 2,7 juta saat ini,” ujar Darso salah satu peserta demo.

Dari aksi ini mengakibatkan beberapa jalan mengalami kemacetan panjang, salah satunya di Jalan Raya Jakarta-Serang yang dilewati oleh para buruh. Para mahasiswa kampus Untirta yang terletak dijalan tersebut banyak yang mengeluhkan keterlambatan menuju kampus akibat konvoi tersebut.

Salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi, Rai mengatakan bukan hanya jalan di Kota Serang yang macet namun jalan menuju arah kampus pun sangat sulit untuk dilewati sehingga mahasiswa semester lima ini mengaku terlambat saat ingin kuliah.

“Tadi terlambat pas mau kuliah, akibat dari demo tersebut jalan di kota serang macet banyak yang diblokir oleh pihak kepolisian. Pas masuk area kampus juga sulit karena konvoi tersebut banyak kendaraan susah lewat, sehingga menyebabkan jalan akses keluar masuk kampus jadi terhambat,” ujarnya.(Lala,Amy,Aya/JOB)

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply