Teknik Ungkap Alasan Kepulangannya dari KPK 2016

Teknik Ungkap Alasan Kepulangannya dari KPK 2016

0 989
Antusiasme mahasiswa baru Untirta dalam pelaksanaan Pra-KPK 2016, Minggu (21/8) (Aulia/BU)

Bidikutama.com – Kabar panitia Teknik yang memulangkan diri dari kepanitian termasuk Ketua Pelaksana menjadi sorotan dalam pelaksanaan Kegiatan Pengenalan Kampus (KPK) 2016. Sebelumnya Presiden Mahasiswa (Presma) Untirta ungkapkan berbagai alasan yang melatar belakangi hal ini. Mulai soal miss comunication hinga masalah pendanaan. Mendengar hal ini Rosmal Falahuddiar yang sebelumnya menduduki posisi Ketua Pelaksana angkat bicara mengenai alasan pengunduran dirinya dari kepanitian.

Ditemui Minggu (21/8) malam di kampus Fakultas Teknik Untirta, Rosmal Falahuddiar  memaparkan alasan “kepulangannya” ke fakultas dari kepanitian karena banyaknya ketidak sesuain sistem pelaksanaan KPK 2016 ini. Hal ini terjadi sudah sedari awal pembentukan kepanitian. Ia mengatakan pihak-pihak yang terlibat dalam kepanitiaan yang merupakan delegasi dari Presma kinerjanya semakin hari semakin berkurang.

Rosmal juga menolak bahwa alasan utama dari kemunduran panitia teknik karena permasalahan transparansi dana pihak BEM Universitas.

“Mengenai pendanaan, kami menilai itu adalah permasalahan akhir. Walaupun memang Presma sendiri sudah menyampaikan terkait turunnya dana. Namun setelah dikonfirmasi, kurang adanya kejelasan mengenai jumlah dana yang diturunkan dari pihak rektorat,” paparnya kepada tim bidik saat dikonfirmasi.

Terlebih itu, menurutnya pengawalan dari BEM Universitas terhadap pihak rektorat yang kurang melibatkan ketua pelaksana terkait rundown konsep acara, sehingga konsep yang dirumuskan oleh kepanitiaan selalu berubah-ubah.

Seringkali ia selaku ketua pelaksana saat itu tidak banyak dilibatkan dalam pengambilan keputusan dan Presma banyak turun tangan terhadap persiapan pelaksanaan KPK bahkan dalam pembentukan kepanitian.

“Garis besarnya kami tarik mundur karena kekecewaan terhadap Presma karena beberapa tuntutan kita saat bicara koalisi yakni gollkan kaderisasi di teknik dengan tanpa ada saksi akademik dan menjadi ketua pelaksana kaderisasi universitas tidak terpenuhi. Kepanitian pun terlalu banyak melibatkan kepentingan-kepentingan pribadi,” ungkapnya menyayangkan hal ini terjadi.

Menarik mundur panitia teknik dari Kepanitian KPK 2016 ditegaskan sebagai solusi terbaik dari teman-teman Fakultas teknik terhadap keberlangsungan pelaksanaan KPK 2016.

 “Pihak teknik pun menaruh harapan KPK 2016 dapat tetap berjalan lancar dan adil. Serta adanya keterbukaan baik segi kinerja, segi audiensi dengan rektorat, pendanaan dan birokrasi. Dan juga berharap Presma dapat mensejahterkan panitia atas kerja keras mereka,” tutup Rosmal.

Penulis : Nadiyahwafa,Firas/BU

Editor : Kafafi/BU

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply