Akademik

0 605
dua orang wisatawan sedang melintasi kampung baduy luar

Bidikutama.com – Pendidikan menjadi suatu hal biasa dilakukan dan menjadi kewajiban untuk masyarakat kita. Pemerintah sampai membuat peraturan wajib sekolah 12 tahun, bukan tanpa alasan, pemerintah menginginkan masyarakat Indonesia tidak ketinggalan dengan negara lain. Mengingat Masyarakat Ekonomi ASEAN sudah berlangsung sejak 2015.

0 529
foto:NET

Bidikutama.com - Mungkin kita akan intermezzo dahulu dengan film atau novel matrix yang terkenal di akhir tahun 90-an. Film atau novelnya menjelaskan bahwa kehidupan manusia sudah diambang batas yang tidak bisa terelakkan karena terciptanya sebuah mesin yang ingin menguasai dunia. Manusia pada cerita tersebut dibenturkan dengan ciptaannya sendiri. Mesin terbilang berhasil untuk mencapai tujuan awalnya, di mana alat mekanik ini diciptakan untuk membantu aktivitas manusia. Namun dewasa ini, mesin membuat kesadaran palsu bagi manusia itu sendiri.

0 680
foto : nytimes.com

Bidikutama.com – Mungkin kita akan menghakimi ketika atheisme sebagai suatu yang salah dengan kontruksi budaya kita saat ini. Banyak pergejolakan konflik yang kita lihat dengan landasan religiusitas. Melirik kebelakang memang kita punya sejarah dengan budaya yang berunsur moderat. Tapi perkembangan zaman sepertinya tidak bisa membuat kontruksi berfikir kita menjadi lebih modern, karena unsur moderat dari budaya yang ada mendogma dan membuat pikiran kita seakan terpenjara.

0 750
Foto : Dok. Ukm Jurnalistik Untirta.

Bidikutama.com – Untuk kalian para mahasiswa baru, ospek adalah momen yang paling ditunggu-tunggu. Ada yang menunggu dengan perasaan senang, tapi tidak sedikit yang punya perasaan khawatir dengan ospek itu sendiri. Ospek itu sendiri adalah kegiatan awal bagi para peserta didik yang menempuh jenjang perguran tinggi. Dengan adanya kegiatan ini calon mahasiswa baru bisa mengenal dan mengetahui bagaimana seluk beluk kampus tersebut.

0 611
foto: net

Bidikutama.com - Kekerasan seksual mengguncang berbagai belahan daerah di Indonesia. Sejumlah orang bahkan merujuk pada anak sebagai korbannya. Menelisik pada dua tahun silam di mana kekerasan seksual pada anak mulai menjadi sorotan hingga membuat publik geram akan tindakan tersebut. Tapi ironisnya, pada masa-masa seperti itu media atau jurnalis malah terus menerus menebar pangkal api kemarahan publik kepada pelaku kekerasan seksual di mana sebenarnya pelaku tersebut hanyalah korban agenda setting sekelompok orang.

0 660
foto:net

Bidikutama.com – Mendengar nama Kartini seolah kita diajak untuk mengingat kembali ke masa lalu, masa dimana seorang wanita kelahiran 21 April 1879 asal Jepara pertama kali muncul untuk memperjuangkan hak-hak kaum perempuan yang saat itu mendapatkan diskriminasi. Pada saat itu dengan lingkungan yang dikenal kental akan adat istiadat Jawa atau sistem patriarki R.A  Kartini dengan berani mengajarkan pendidikan kepada masyarakat Indonesia  terutama kepada kaum perempuan.

0 1455
Husnul Arifah

Malas dan menunda-nunda pekerjaan adalah sesuatu hal yang manusiawi dan wajar kita alami. Tetapi, kalau terus menerus malas dan menunda-nunda mengerjakan tugas kuliah? Wah, bisa repot juga. Padahal dosen tak pernah absen dalam memberikan tugas kepada mahasiswanya. Apalagi, jika tugas-tugas itu sudah menumpuk dan deadline sebentar lagi. Akhirnya, mahasiswa tidak punya cara lain, selain SKS. Ya, SKS alias Sistem Kebut Semalam.

0 908
Dr. Agus Sjafari, M.Si

DPR dalam rapat paripurna beberapa waktu yang lalu pada akhirnya memutuskan bahwa pemilihan kepala daerah (Pilkada) akan dipilih oleh DPRD.  Meskipun keputusan ini masih memiliki peluang konstitusional untuk diajukan ke MK melalui judicial review, namun peluang untuk ditolak di MK tetap ada. Artinya bahwa ketika RUU Pilkada ditolak oleh MK pada akhirnya akan dilaksanakan, karena sudah menjadi produk hukum yang syah dan harus diikuti oleh semua daerah baik pilkada gubernur maupun pilkada kabupaten/kota.

0 1248
Yuda Wiranata

Seperti pada tulisan saya sebelumnya, saya bingung harus mengawali darimana. Apalagi ini membahas tentang seputar “peran” yang menurut saya syarat akan makna. Seolah kata “peran” itu menjadisebuah kajian diskusi tentang strukturalisme linguistik, dimana salah satu tokohnya Roland Barthez menekankan bahwa setiap teks bukan hanya tulisan dan bahasa tetapi meluas menjadi segala tindak tanduk perilaku manusia beserta produk masyarakat yang harus dicurigai dan dibaca sebagai tanda agar kita dapat memprediksi dan memahami keinginan individu, andai mereka tidak ingin mengatakan ini sebagai ancaman dominasi baru, yaitu ideologi.  Gampang – gampang susah memang mengaitkan kata “peran” dan juga “mahasiswa”. Seperti menurut Soe Hok Gie dalam film nya bahwa fungsi seorang sarjana adalah berfikir, namun bisa kita lihat sekarang perkataan Gie tersebut hanya menjadi debu papan tulis ruang kuliah atau bahkan menjadi baju usang seorang aktivis yang menekankan jiwa idealis di tengah kehidupan yang pragmatis ini.

0 4714
Julio Laily Domingo Ahad

Perbincangan mengenai penyakit masyarakat (Pekat) belakangan ini nampaknya menjadi bahan pembicaraan yang menarik untuk dibawakan, tidak saja dikalangan para pemerhati masalah sosial tetapi juga di lapisan masyarakat kelas bawah. Munculnya ketertarikan berbagai elemen masyarakat untuk berwacana perihal Pekat nampaknya dipicu oleh semakin memperihatinkannya perkembangan penyakit sosial ini di tengah-tengah masyarakat.

LATEST

SOCIAL

0FansLike
0FollowersFollow
2,181FollowersFollow
7SubscribersSubscribe

STAY CONNECTED