Opini

0 1722
Yuda Wiranata

Seperti pada tulisan saya sebelumnya, saya bingung harus mengawali darimana. Apalagi ini membahas tentang seputar “peran” yang menurut saya syarat akan makna. Seolah kata “peran” itu menjadisebuah kajian diskusi tentang strukturalisme linguistik, dimana salah satu tokohnya Roland Barthez menekankan bahwa setiap teks bukan hanya tulisan dan bahasa tetapi meluas menjadi segala tindak tanduk perilaku manusia beserta produk masyarakat yang harus dicurigai dan dibaca sebagai tanda agar kita dapat memprediksi dan memahami keinginan individu, andai mereka tidak ingin mengatakan ini sebagai ancaman dominasi baru, yaitu ideologi.  Gampang – gampang susah memang mengaitkan kata “peran” dan juga “mahasiswa”. Seperti menurut Soe Hok Gie dalam film nya bahwa fungsi seorang sarjana adalah berfikir, namun bisa kita lihat sekarang perkataan Gie tersebut hanya menjadi debu papan tulis ruang kuliah atau bahkan menjadi baju usang seorang aktivis yang menekankan jiwa idealis di tengah kehidupan yang pragmatis ini.

0 5665
Julio Laily Domingo Ahad

Perbincangan mengenai penyakit masyarakat (Pekat) belakangan ini nampaknya menjadi bahan pembicaraan yang menarik untuk dibawakan, tidak saja dikalangan para pemerhati masalah sosial tetapi juga di lapisan masyarakat kelas bawah. Munculnya ketertarikan berbagai elemen masyarakat untuk berwacana perihal Pekat nampaknya dipicu oleh semakin memperihatinkannya perkembangan penyakit sosial ini di tengah-tengah masyarakat.

0 740
Fauziah Nur Utami

Siapa yang tak kenal dengan penyanyi kondang yang selalu menjadi sorotan dari masa ke masa dengan kepiawaiannya memainkan gitar dan dibalut dengan alunan-alunan lagu berisikan pesan moral.Raden haji Oma Irama atau yang biasa dikenal dengan Rhoma Irama adalah musisi legendaris Indonesia dengan julukan lainnya yaitu ‘raja dangdut’. Semenjak memulai kariernya di tahun 1970, sampai saat ini Rhoma telah berhasil menciptakan 328 lagu dengan banyak lagu hitsnya dan beberapa lagu yang dibawakannya duet bersama Gita Sugiarto, Elvy Sukaesih, Riza Umami dan beberapa musisi papan atas lainnya.

0 795
Mudawaroh

Perkembangan negara Indonesia tidak terlepas dari sejarah demokrasi , sejak era pasca reformasi hingga saat ini Indonesia masih menganut sistem demokrasi yaitu sistem yang kedaulatannya berada ditangan rakyat atau lebih dikenal dengan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Tak terkecuali juga pada kehidupan kampus yang dinamika mahasiswanya sangat mendukung dengan adanya demokrasi di lingkungan kampus. Salah satu produk demokrasi dilingkungan kampus adalah dengan adanya Pemira yaitu Pemilihan Umum  Raya.

SOCIAL

0FansLike
0FollowersFollow
2,181FollowersFollow
7SubscribersSubscribe

STAY CONNECTED