Hadiah Semangat dari Seorang Penegak Kebersihan

Hadiah Semangat dari Seorang Penegak Kebersihan

0 717
Dengan topi yang dipasang terbalik dikepala, memerhatikan setiap langkah, diingiri lagu-lagu indonesia kekinian, ia sigap menggoyangkan sapu untuk membersihkan sepanjang jalanan kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Selasa(4/10) (Alfi/BU)

Bidikutama.com - Dia tidak merasa terusik sedikitpun ketika membicarakan perjalanan hidupnya. Berbeda dengan temen sebayanya yang bisa berkuliah. Dia menaggapinya dengan senyuman, semangat harapan akan hidup layak di masa depan. Irwan hendrik, pemuda ceria yang mendedikasikan hidupnya untuk menegakkan iman dalam kebersihan.

Sekitar pukul 07.00 WIB, di mana kala itu mentari pagi menjadi waktu yang tepat baginya untuk memulai kehidupan setiap hari. Ayunan sapu melata, meratakan sampah yang berserakan sepanjang jalan yang menjadi ranah kerjanya. Empat tahun sudah ia menjalani pekerjaan mulianya ini. Terhitung sejak ia masih berada di bangku sekolah menengah.

Dengan topi yang dipasang terbalik dikepala, memerhatikan setiap langkah, diingiri lagu-lagu indonesia kekinian, ia sigap menggoyangkan sapu untuk membersihkan sepanjang jalanan kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Sembari mendorong gerobak sampahnya, ia tak enggan unjuk gigi untuk menyapa setiap mahasiswa yang lewat lalu-lalang dihadapannya.

Pria yang biasa disapa Hendrik ini mengungkapkan bahwa ia menjalani hidup yang berbeda. Latar belakang keluarga yang kurang mencukupi, memaksanya melakukan pekerjaan sebagai office boy (OB) ini.

“bekerja menjadi office boy, memang bukan suatu hal yang diinginkan. Tapi apalah takdir berkata. Tak bisa mengelak namun harus di jalani” ia melontarkannya tanpa ada kerutan di dahi. Ia membawaku hanyut dalam semangat dan keiklahsan selama perbincangan berlangsung.

Waktu menunjukkan pukul 15.07 WIB, masih di area yang sama ia bekerja. Semakin sore, semakin hangat jawaban singkat yang diberi. Ia memutar-mutarkan kabel headset yang ia pegang sembari menjawab setiap ucap yangku lontarkan kepadanya. Bahkan tak jarang ia melemparkan candaan kepadaku.

Sudah terlihat dari cara berbicaranya, pria berkelahiran Serang senang menyapa mahasiswa yang lewat. “ hai mang” sapa beberapa mahasiswa yang melintas saat aku berbincang dengannya.  Raut wajahnya yang sumringah membuat orang lain tak enggan menyapanya.

Kampus yang menjadi tempatnya mencari rejeki, adalah salah satu tempatnya pula ia menaruh harapan akan pendidikan layak. Walau tak cukup uang menempuhnya, ia tak mau menyerah denagn keadaan.

 Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, sejak 2012 ia mengabdi disini. Tak ada perubahan yang ia rasakan akan perkembangan sarana prasarananya. Jika diingat kembali yang berbeda dari setiap tahunnya adalah baru tahun ini Untirta membahkan tong sampah berjenis. “entah mungkin karena saya tukang pembersih, yang saya perhatikan adalah hal seputar peralatan kebersihan” ucapnya karena terbiasa.

Menjelang ulang tahun Untirta pun, tak banyak yang dapat dia berikan. Ia mengaku yang terpenting adalah bermanfaat untuk orang lain. “Dan beginilah cara saya bermanfaat bagi orang” lontarnya  dengan harapan dapat menebarkan semnagat kepada mahasiswa setempat.

Bagi Hendrik menjadi seorang yang berbeda cukuplah bahagia. Ia memiliki banyak teman dilingkungan kerjanya, yang tak jarang itu adalah mahasiswa atau bahkan dosen. Ia menceritakan bahwa kehadirannya sebagai office boy di kampus ini juga bermanfaat bagi sesama.

Ia duduk berhadapan denganku dan menatap dengan jelas untuk melanjutkan perbincangan dengan sopan. Ia menjawab setiap pertanyaan yang ku lontarkan dengan senyuman. Melanjutan perbincangan menjelang perayaan ulang tahun kampus ini, tak ada kado spesial yang dapat ia berikan kepada kampus ini. Hanyalah semangat yang disebar dari seorang penegak keimanan melalui kebersihan.

 “pada intinya kita hidup harus di jalani dengan iklas. Hanya dengan semangat dan iklas kita tidak akan merasa berat menjalaninya” tutup Hendrik dengan nada lirih mengakhiri obrolan senja tadi.

Penulis : Alfiyanita/BU

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply