Keindahan Mangrove Dibalik Padatnya Ibukota

Keindahan Mangrove Dibalik Padatnya Ibukota

0 5790
Salah satu Jembatan kayu di Taman Wisata Alam Mangrove. (Foto Diandini)

Bidikutama.com – Terkejut. Ya, itulah reaksi saya ketika diajak seorang sahabat untuk mengunjungi ‘Ecotourism’, sebuah tempat di Utara Kota Jakarta pada bulan lalu. Tempat yang kini menjadi buah bibir, bukan untuk wisata kuliner melainkan wisata alam.

Tak banyak info yang didapat tentang tempat tersebut. Berbekal informasi minim dari website, saya mencoba menelusuri dengan slow but sure (santai tapi pasti.Pasti sampai hahaha).

Sambil mengisi masa libur yang bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-69, sayastart menuju lokasi dari rumah di Tangerang pukul 09.00 WIB dengan menggunakan kendaraan umum #SerasaBackpackerGaSih? Hehe.

Weleh-weleh.. kalian yang belum tau daerah sekitar Jakarta Utara, akses ke lokasi ini susah ternyata. Nyasar pun bukan menjadi hal yang aneh lagi. Eits, buat kalian yang ingin kesini, sebaiknya cari tau info atau browsing dulu ya.

Taman Wisata Alam (TWA) Mangrove, tempat ini terletak tepat di depan salah satu sisi dari Komplek Yayasan Budha Tzu Chi Indonesia yang berdiri megah. Pada akhirnya saya tiba satu setengah jam sebelum dzuhur.

“Welcome to Taman Wisata Alam Mangrove”

Berlokasi di Pantai Indah Kapuk, tempat ini menyimpan pemandangan hutan mangrove atau bakau yang jarang kalian temui di Ibukota. ‘Back to Nature’, istilah tersebut nampaknya sangat cocok untuk menikmati keindahan yang dipertontonkan asli oleh alam ini.

Salah satu spot di Taman Wisata Alam Mangrove Jakarta Utara.(Foto:Diandini)
Salah satu spot di Taman Wisata Alam Mangrove Jakarta Utara.(Foto:Diandini)
Jembatan gantung yang terdapat di Taman Wisata Alam Mangrove Jakarta Utara. (Foto:Diandini)
Jembatan gantung yang terdapat di Taman Wisata Alam Mangrove Jakarta Utara. (Foto:Diandini)

Masih ingat gak, apa itu tanaman mangrove?

Hayoooo, ini pelajaran di waktu SD loh. Mangrove itu merupakan sejenis tanaman atau pohon yang berfungsi sebagai penyerap air dan penahan erosi. Nah, sudah tau kan sekarang?

Dengan biaya masuk yang variatif, relatif murah dan terjangkau, yaitu Rp 25.000,- untuk orang dewasa, Rp 10.000,- untuk anak-anak dan mobil, Rp 5.000,- untuk motor. Saya bergegas masuk dan disambut oleh bangunan rumah ibadah dari kayu yang berdiri kokoh diatas air.

Berjalan terus ke dalam, ternyata berpapasan dengan pintu masuk kedua. Oh iya, buat kalian yang belum tau nih. Di TWA ini para pengunjung dilarang membawa kamera pocket, kamera digital, DSLR, atau sejenisnya. Karena nanti akan dikenakan denda sampai Rp 1.000.000,- hmmmm lumayan lah. Dan bagi kalian yang terlanjur membawa kamera, bisa dititipkan di tempat penitipan. Tapi jangan khawatir. Pengunjung hanya diperbolehkan memotret dengan kamera HandPhone (HP).

Tersedianya pelayanan fasilitas dan kenyamanan yang diberikan oleh pengelola TWA ini, seperti restaurant, cafe, mushola, toilet dan arena bermain anak, kawasan outbond, wisata hutan, wisata air, lapangan olahraga, penginapan hingga tempat perkemahan, dan yang ingin menanam bibit mangrove dan melakukan penelitian disini juga bisa.

“Keren!”, itulah sapaanku pada mereka (baca: alam)

Tepatnya di bawah terik matahari, di saat kepala terasa diguyur pasir pijar dari langit, saya terus melaju pada keindahan view di tempat ini. Oh iya, ke-eksis-an tempat ini sudah gak diragukan lagi dikalangan photographer, khususnya wedding photographer. Dan bagi yang ingin foto prawed di tempat ini dikenakan biaya Rp 1.000.000,- untuk sewa lokasi. Namun itu semua akan terbayarkan oleh cantiknya pemandangan di TWA ini.

Menyusuri jalan setapak berkayu yang super panjang dengan view yang gak kalah keren,nih!

Jalan setapak yang cukup panjang di dalam Hutan Mangrove (Foto: Diandini)
Jalan setapak yang cukup panjang di dalam Hutan Mangrove (Foto: Diandini)

Tempat ini bisa dijadikan referensi liburan kalian. Bukan hanya dengan keindahan asli alamnya, melainkan disini kita dapat belajar dan memahami tentang alam dan lingkungan agar kita lebih bijaksana lagi dalam merawat dan menjaganya.

Karena Indonesia sebagai salah satu Negara dengan hutan mangrove terluas di dunia, jadi sayang banget kalo kalian melewatkan kawasan TWA ini. Yuk, cuuuuuusssss!

Diandini S. Putri

LPM Bidik Utama 2012

SIMILAR ARTICLES

NO COMMENTS

Leave a Reply