Tags Posts tagged with "#aksi"

#aksi

0 110
Persiapan peserta ketika akan dimulainya aksi NAWATUMA. (Umt/BU)

Bidikutama.com – Kegiatan aksi NAWATUMA (Sembilan Tuntutan Mahasiswa) sebagai bentuk peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) oleh seluruh Elemen Mahasiswa Untirta diwarnai keributan antar mahasiswa dengan satuan pengamanan (satpam) Bertempat di depan Gedung Rektorat Kampus A Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. (2/5)

0 125
Suasana aksi dari semua elemen mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). (Rai/BU)

Bidikutama.com – Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), yang terdiri dari elemen-elemen Mahasiswa Untirta mengadakan aksi yang diberi nama Sembilan Tuntutan Mahasiswa (NAWATUMA) didepan Gedung Rektorat Untirta, Rabu (2/5).

0 361
Massa aksi "Doorprize untuk Rektor" berorasi di depan gedung rektorat Untirta, Rabu (10/5). (Kahfi/BU)

Bidikutama.com- BEM KBM Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang terdiri dari BEM Universitas, DPM Universitas, MPM Universitas, BEM Hukum, BEM Pertanian, BEM Ekonomi, BEM Fisip, dan BEM FKIP mengadakan aksi “Doorprize untuk Rektor” yang berlangsung di depan Gedung Rektorat, Rabu (10/05).

0 394
Saung Perlawanan yang didirikan oleh LMND untuk menampung aspirasi mahasiswa untuk membela rakyat khususnya petani. (MegahP/BU)

Bidikutama.com – Liga Mahasiswa Nasional Demokrasi (LMND) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), menyuarakan aspirasi mahasiswa dengan memasang “Saung Perlawanan” yang didirikan di depan gedung A kampus Untirta (24/11).

Saung digunakan untuk wadah menyalurkan aspirasi mengenai kejahatan terhadap kegiatan gerakan rakyat yang dilakukan aparatur Negara. “penistaan versi kami, penistaan terhadap gerakan rakyat dari kejahatan yang dilakukan aparatur Negara” tutur Dika selaku koordinator lapangan aksi.

LMND menyuarakan 6 tuntutan terhadap tindakan aparat dalam melakukan tindakan represif terhadap kaum tani di desa suka mulya yaitu (1) Tolak dan hentikan peramasan tanah kaum tani atas nama pembangunan, (2) Hentikan intimidasi dan kekerasan aparat terhadap suka mulya dan daerah lainnya, (3) Bebaskan petani disukamulya yang didikriminalisasi, (4) Libatkan selruh rakyat dalam menentukan kebijakan secara demokrasi sesuai UU NO 2 Tahun 2012, (5) Tarik mundur aparat dari desa sukamulya dan langkat Sumatera, (6) Tolak refroma agrarian palsu Jokowi-JK dan wujudkan reforma agrarian sejati. Sasaran aksi ini untuk mahasiswa, agar mahasiswa tahu permasalahan yang sedang terjadi terhadap petani.

“saya kurang setuju dengan proyek pembangunaan saat ini, yang saya tahu pembangunan infrastruktur sangat bagus untuk pembangunan ekonomi, tapi kenapa pembangunan infrastruktur ini sering kali merampas lahan produktif seperti misalnya lahan pertanian di desa sukamulya.” tambah Dika yang juga mahasiswa ilmu pemerintahan Untirta.

“Bagus, saya berharap tak hanya LMND saja yang tergugah hatinya untuk peka terhadap lingkungan yang peka terhadap lingkungan Indonesia, yang tadi banyak petani yang menggunakan saah sebagai lahan pencariannya. Ya apa kabar nasib petani itu? Saya berharap mahasiswa dapat peka terhadap lingkungan Indonesia yang konon katanya Indonesia sebagai Negara agraria tetapi malah menjadi Negara yang krisis akan agraria” tutur Nano Suratno mahasiswa Fakultas Hukum.

Reporter: Megah Putri, Lira Cruzados Editor: Aya Sridayanti

0 460
Peserta aksi Aliansi Mahasiswa Banten menuju Kantor Bupati Serang (doc: akun UMC)

Bidikutama.com – Aliansi Mahasiswa Banten (AMB) mengadakan aksi memperingati International Student Day (ISD), kamis (17/11). Aksi dimulai dari depan Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) lalu menuju Kantor Bupati Serang sejak pukul sembilan pagi hingga pukul lima sore.

Dalam aksi yang bertemakan Wujudkan Pendidikan Gratis, Ilmiah dan Demokratis memiliki lima tuntutan yaitu yang pertama mencabut Undang-Undang Perguruan Tinggi (UU PT) No. 12 Tahun 2012, kedua pendidikan adalah hak untuk rakyat, ketiga memberhentikan pungli pada proses pendidikan, keempat meningkatkan kualitas tenaga pengajar, kelima realisasikan alokasi anggaran 20% APBN/APBD untuk pendidikan rakyat.

Jonah selaku humas aksi mengatakan salah satu alasan mengadakan aksi ini karena aturan dalam UU PT no. 12 tahun 2012 membuat pendidikan kita menjadi mahal dan menghianati makna pendidikan sebagai hak warga negara.

“Oleh karena itu pencabutan UU PT adalah keharusan sebagai langkah untuk menuju terwujudnya pendidikan gratis ilmiah dan demokratis” lanjutnya.

“Aksi ini dilakukan di berbagai daerah di Indonesia dan juga beberapa negara dengan persoalan sama yaitu kapitalisasi pendidikan” ucap Diego ketika memberikan orasi. (Aya/BU)

LATEST

SOCIAL

0FansLike
0FollowersFollow
2,181FollowersFollow
7SubscribersSubscribe

STAY CONNECTED