• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Sabtu, 16 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Akademik Opini

Efisiensi vs Kedangkalan Nalar, Dilema AI di Kalangan Mahasiswa

22 Apr. 2026
pada Opini
0
Efisiensi vs Kedangkalan Nalar, Dilema AI di Kalangan Mahasiswa
26
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com – Kehadiran kecerdasan buatan atau biasa disebut Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan tinggi telah menjadi fenomena yang tidak terelakkan. Berbagai platform berbasis AI kini membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas, mencari referensi, hingga merangkum materi dalam hitungan detik. Namun, di balik kemudahan tersebut, muncul dilema yang perlahan menjadi perbincangan di kalangan akademisi dan mahasiswa. Rabu (22/04).

“Sekarang ngerjain tugas jadi lebih cepat, tapi jadinya membuat saya merasa tidak benar-benar paham materinya.” ujar seorang mahasiswa.

Pernyataan ini mencerminkan kegelisahan yang mulai dirasakan banyak mahasiswa. AI memang meningkatkan produktivitas, tetapi di sisi lain memunculkan pertanyaan tentang sejauh mana proses pembelajaran benar-benar terjadi. Dalam konteks pendidikan, produktivitas seringkali diukur dari seberapa banyak tugas yang dapat diselesaikan dalam waktu tertentu.

Pertumbuhan intelektual yang meliputi kemampuan berpikir kritis, analisis, dan pemahaman mendalam tidak selalu sejalan dengan kecepatan tersebut. Ketika mahasiswa terlalu bergantung pada AI, ada risiko proses belajar menjadi dangkal.

Fenomena ini juga menghadirkan tantangan bagi dosen. Penilaian terhadap hasil kerja mahasiswa menjadi lebih kompleks karena sulit membedakan mana hasil pemikiran asli dan mana yang dihasilkan dengan bantuan teknologi. Sebagai respons, sejumlah institusi mulai merespons dengan menyesuiakan metode evaluasi, seperti memperbanyak diskusi, presentasi, dan ujian lisan.

Meski demikian, AI juga membawa manfaat besar. Dilansir dari UNESCO, teknologi ini mampu membantu mahasiswa memahami konsep sulit melalui penjelasan sederhana, menyediakan akses cepat ke berbagai sumber informasi, serta mendukung pembelajaran mandiri. Dalam hal ini, AI justru dapat menjadi alat yang mempercepat pertumbuhan jika digunakan secara bijak.

Persoalan utama bukan terletak pada penggunaan atau penolakan terhadap AI, melainkan pada cara menempatkannya. AI seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganti proses berpikir. Kemampuan memanfaatkan teknologi secara kritis justru menjadi bagian dari kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa di era digital.

Saat ini, proses belajar kini bergeser dari sekadar pencarian informasi menuju kemampuan mengolah dan mengevaluasi informasi. Meski begitu, penting diingat bahwa pendidikan tidak hanya soal hasil akhir, tetapi juga proses. Ketika AI mengambil alih sebagian proses tersebut, mahasiswa perlu menjaga keseimbangan antara efisiensi dan pemahaman. Tanpa itu, produktivitas yang tinggi bisa jadi hanya menghasilkan capaian semu tanpa pertumbuhan yang berarti.

Pada akhirnya, dilema AI di kalangan mahasiswa mencerminkan tantangan yang lebih luas dalam dunia pendidikan modern. Teknologi bukanlah musuh, tetapi juga bukan solusi tunggal. Kunci utamanya terletak pada bagaimana mahasiswa menggunakannya dengan bijak, kritis, dan bertanggung jawab.

 

Penulis: Syahdan/Mahasiswa Ekonomi Pembangunan Untirta 

Editor: Intan/BU

KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Dua Tahun “Hits and Green” Untirta, Begini Tanggapan Mahasiswa

Pos Selanjutnya

Zero Post sebagai Identitas Digital Gen Z

BERITA TERKAIT

Ketika Prodi Diukur dari Pasar, Pendidikan Menjadi Komoditas

Ketika Prodi Diukur dari Pasar, Pendidikan Menjadi Komoditas

7 Mei. 2026
15
Paradoks KIP-K, Memperketat Sasaran Memperluas Mempersempit Jurang Pendidikan

Paradoks KIP-K, Memperketat Sasaran Memperluas Mempersempit Jurang Pendidikan

13 Apr. 2026
29
Pos Selanjutnya
Zero Post sebagai Identitas Digital Gen Z

Zero Post sebagai Identitas Digital Gen Z

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

BGN Pastikan Program MBG Tetap Berjalan Saat Libur Sekolah

BGN Pastikan Program MBG Tetap Berjalan Saat Libur Sekolah

25 Des. 2025
92
Gelar Wisuda Gelombang III, Untirta Siap Hadapi Tantangan Global

Gelar Wisuda Gelombang III, Untirta Siap Hadapi Tantangan Global

23 Jun. 2025
41

Berita Populer

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
903
Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
5k
Kritik Jalur Resmi Takut Ditandai, Mahasiswa Untirta Pilih Menfess 

Kritik Jalur Resmi Takut Ditandai, Mahasiswa Untirta Pilih Menfess 

13 Mei. 2026
31
Alasan Orang Saling Sayang, Tapi Enggak Pacaran

Alasan Orang Saling Sayang, Tapi Enggak Pacaran

8 Mei. 2021
3.3k
Tragedi Kawin

Tragedi Kawin

20 Mei. 2022
4.9k
Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

13 Mei. 2026
24

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Kepolisian
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Pusat Studi Kepolisian
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio