• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Sabtu, 16 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Akademik Opini

Fleksibilitas Pembelajaran atau Ilusi Efisiensi?

11 Apr. 2026
pada Opini
0
Fleksibilitas Pembelajaran atau Ilusi Efisiensi?
66
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com — Kebijakan penyesuaian pembelajaran melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Nomor 2 Tahun 2026 menghadirkan fleksibilitas sebagai solusi atas perubahan zaman. Skema pembelajaran jarak jauh atau disebut (PJJ) hingga kerja hybrid bagi dosen ditawarkan untuk menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah perkembangan teknologi. Sayangnya, diksi fleksibilitas ini tak semerta merta dapat dinilai sebagai inovasi.

Kewenangan secara pelaksanaan diserahkan kepada masing-masing kampus, tetapi muncul ketimpangan kapasitas yang tidak bisa diabaikan. Kampus dengan infrastruktur kuat dapat beradaptasi lebih cepat, sementara kampus dengan keterbatasan justru menghadapi beban tambahan.

Dalam praktiknya, pembelajaran daring tidak sekadar memindahkan kelas ke layar. Interaksi akademik cenderung melemah, diskusi kehilangan kedalaman, dan mahasiswa berpotensi menjadi penerima pasif. Dilihat dari persoalan selama pandemi.

Di sisi lain, kebijakan ini diinilai membawa semangat efisiensi melalui pengurangan mobilitas dan optimalisasi teknologi. Namun, pendidikan tinggi tidak dapat disamakan dengan sistem kerja biasa. Proses pembelajaran bergantung pada interaksi langsung, pertukaran gagasan, serta relasi sosial yang membentuk pola pikir mahasiswa. Masalah lain muncul dari ketimpangan akses. Kebijakan ini menunjukkan kecenderungan pendidikan tinggi yang semakin pragmatis, dengan efisiensi sebagai orientasi utama.

Padahal, pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, kemampuan berpikir kritis, dan interaksi sosial. Fleksibilitas seharusnya menjadi alat, bukan tujuan. Seringnya, fleksibilitas dijual sebagai kemajuan, tapi tak selalu membawa kita lebih dekat pada kualitas.

Tanpa kesiapan infrastruktur dan pendekatan yang seimbang, kebijakan ini berisiko menggeser esensi pendidikan itu sendiri. Pada akhirnya, arah kebijakan ini akan menentukan masa depan pendidikan tinggi. Kampus dihadapkan pada pilihan antara mempertahankan ruang pembelajaran yang hidup atau bertransformasi menjadi sistem yang efisien, tetapi berpotensi kehilangan kedalaman makna.

 

Penulis: Moses Alvaro Girsang/Mahasiswa Ilmu Komunikasi Untirta

Editor: Rhamaditya/BU

KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Ironi Dibalik Indonesia Sebagai Negara Deforestasi Terbesar Ke-2

Pos Selanjutnya

Menimbang Efektivitas Pembelanjaan Motor dalam Operasional SPPG

BERITA TERKAIT

Ketika Prodi Diukur dari Pasar, Pendidikan Menjadi Komoditas

Ketika Prodi Diukur dari Pasar, Pendidikan Menjadi Komoditas

7 Mei. 2026
15
Efisiensi vs Kedangkalan Nalar, Dilema AI di Kalangan Mahasiswa

Efisiensi vs Kedangkalan Nalar, Dilema AI di Kalangan Mahasiswa

22 Apr. 2026
26
Pos Selanjutnya
Menimbang Efektivitas Pembelanjaan Motor dalam Operasional SPPG

Menimbang Efektivitas Pembelanjaan Motor dalam Operasional SPPG

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

KTM Berchip Mulai Tersedia, Cek Syarat Pengambilannya

KTM Berchip Mulai Tersedia, Cek Syarat Pengambilannya

13 Jan. 2022
2.3k
Cerita Lapar Dari Mereka yang Tak Berpuasa

Cerita Lapar Dari Mereka yang Tak Berpuasa

17 Mar. 2024
170

Berita Populer

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
904
Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
5k
Kritik Jalur Resmi Takut Ditandai, Mahasiswa Untirta Pilih Menfess 

Kritik Jalur Resmi Takut Ditandai, Mahasiswa Untirta Pilih Menfess 

13 Mei. 2026
32
Alasan Orang Saling Sayang, Tapi Enggak Pacaran

Alasan Orang Saling Sayang, Tapi Enggak Pacaran

8 Mei. 2021
3.3k
Tragedi Kawin

Tragedi Kawin

20 Mei. 2022
4.9k
Identitas Anonim: Menfess Jadi Ruang Curhat Favorit Mahasiswa Untirta

Identitas Anonim: Menfess Jadi Ruang Curhat Favorit Mahasiswa Untirta

16 Mei. 2026
25

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Kepolisian
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Pusat Studi Kepolisian
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio