Bidikutama.com – Film pendek tentang “Capaian Pemerintah” ditayangkan di dalam bioskop jelas membuat tanda tanya besar. Sebetulnya secara teknis, sah-sah saja karena itu bisa disebut iklan layanan masyarakat. Sabtu (20/9)
Tapi mari kita jujur, sebetulnya hal itu bukan sekadar laporan kinerja, melainkan bisa saja merupakan strategi politik untuk membangun citra. Rasa-rasanya ruang publik yang seharusnya netral kini malah semakin jadi panggung pencitraan. Jadi, apakah ini masuk semacam propaganda?
Bioskop dipilih bukan tanpa alasan, yang dinamakan penonton bioskop jika sudah masuk pasti tidak bisa melewatkan iklan tersebut, tidak bisa mengganti kanal, dan tidak bisa kabur dari ruangan.
Mau tidak mau, tayangan tersebut harus di tonton oleh mereka. Sama saja hal ini bisa disebut seperti propaganda halus yang memang tidak memaksa tapi tetap masuk kedalam ingatan otak.
Jika memang pemerintah ingin terlihat transparan, bukankah ada media? Kenapa perlu menyampaikan informasi publik secara khusus. Apakah karena ada informasi publik yang terselubung?
Memang, ada sisi baiknya, karena masyarakat bisa mengetahui ada program makan bergizi gratis, sekolah rakyat, hingga angka swasembada yang ditampilkan dengan framing yang manis.
Tapi, bukankah media resmi dan konferensi pers sudah cukup mewadahi hal tersebut? Kenapa harus masuk kedalam ruang hiburan, yang seharusnya menjadi tempat orang melepas bising dari politik.
Pada akhirnya tayangan ini menjadi terasa seperti “iklan politik berbayar” ketimbang laporan untuk publik. Selesai sudah bioskop jadi tempat iklan propaganda.
Semoga saja “iklan layanan masyarakat” seperti ini tidak berulang dan menjadi tren. Karena bisa saja nanti bioskop menjadi balai penyuluhan pemerintah.
Penulis : Dini Fat Zhara Nuari/Mahasiswa Prodi Ilmu Kelautan Untirta
Editor : Rizqy/BU











