• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Selasa, 9 Desember 2025
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Akademik Opini

Ketika Idealisme Tergerus, Mahasiswa Jadi Alat Politik Bayaran

8 Jun. 2025
pada Opini
0
Ketika Idealisme Tergerus, Mahasiswa Jadi Alat Politik Bayaran

Sumber: tagar.id

48
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com – Kehidupan kampus kian hari semakin mencekam disebabkan oleh banyaknya perubahan kebijakan ataupun situasi politis. Walaupun hal tersebut sudah terjadi di beberapa kampus di Indonesia, tetapi ada yang jauh lebih mencekam dan menakutkan yaitu kondisi yang disebabkan oleh krisis kesadaran etis. Minggu (8/5)

Para intelektual kampus sering mengkhawatirkan kondisi oportunistik dalam lingkungan politik nasional, yang ditandai dengan tidak adanya partai politik yang berideologi ekstrem. Berbagai literatur juga mencatat bahwa sikap oposisi yang berani kini semakin jarang diucapkan dan dipraktikkan dalam pengambilan keputusan, baik oleh partai maupun individu para politisi.

Keadaan ini terjadi karena haluan yang diambil tidak didasarkan pada kesadaran etis. Kesadaran etis mengarahkan individu atau kelompok untuk mempertimbangkan benar dan salah, sementara sikap oportunistik lebih menekankan pada pertimbangan untung dan rugi.

Saat ini, sudah bukan hal tabu jika gerakan politik praktis tidak lagi menggunakan kompas kesadaran etis. Namun yang lebih mengkhawatirkan, sikap oportunistik ini mulai merambah ke lingkungan kampus, di mana gaya tersebut ditiru, bahkan sering kali berkembang menjadi mekanisme budaya yang dianggap wajar dan dijalani secara tanpa sadar.

Hal ini seperti proses bernapas sehari-hari yang tak disadari mekanismenya. Namun, jika diperhatikan dengan seksama, akan terlihat bagaimana idealisme mahasiswa menjadi tumpul dan mereka terdorong bertindak realistis berdasarkan pertimbangan untung-rugi, terutama bila dianalisis dengan pemikiran kritis.

Keadaan ini dibuktikan dengan banyak mahasiswa yang memilih mengembangkan kompetensinya untuk kepentingan pribadi yang menguntungkan untuk mencapai prospek kerja. Sekilas hal tersebut adalah positif karena memang keadaan ini membius mahasiswa untuk meninggalkan poin penting dari pengamalan nilai-nilai kemahasiswaan yang harusnya sejalan dengan arus idealisme.

Mahasiswa cenderung menerima peningkatan kompetensi dengan cara apapun, termasuk mengabaikan kepentingan masyarakat luas, kelompok termarjinalkan, dan berbagai perjuangan lainnya. Inilah yang disebut sifat oportunistik, di mana pertimbangan untung-rugi lebih dominan dalam diri mereka.

Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kondisi politik nasional didukung oleh perilaku mayoritas mahasiswa yang bergeser dari idealisme ekstrem ke sikap oportunistik, fenomena ini membuat perjuangan mahasiswa menjadi tidak konsisten dan tebang pilih. Banyak organisasi kini mengabaikan kesadaran etis dalam pergerakan, selama aktivitasnya bisa menaikkan pamor organisasi dengan menggandeng tokoh terkenal, hal itu dianggap wajar, meski berarti memberi panggung bagi musuh rakyat maupun musuh dalam pergerakan mahasiswa.

Mahasiswa atau organisasi kadang memberikan ruang bagi pemangku kebijakan yang berkonflik dengan masyarakat untuk diskusi tanpa hasil nyata, hanya demi keuntungan organisasi, sehingga pergerakan jadi tidak konsisten. Tidak jarang, organisasi menerima bayaran untuk melakukan aksi demi keuntungan pihak tertentu, dengan dalih beroposisi, padahal motivasinya bukan karena penderitaan rakyat.

Selain itu, implikasi secara individu juga mengkhawatirkan, karena banyak mahasiswa yang terlibat dalam politik praktis demi keuntungan pribadi, beberapa bahkan rela menjadi tim sukses untuk mendukung praktik politik uang, yang dianggap hal biasa. Meski tidak bisa digeneralisasi, jika fenomena ini terus berlanjut tanpa refleksi kritis, kesalahan yang sama akan dianggap sebagai kebenaran baru, lagi-lagi semua ini terjadi karena pergeseran paradigma mahasiswa menuju sikap oportunistik.

Pelanggaran-pelanggaran ini menimbulkan sikap tidak konsisten dalam pergerakan mahasiswa, di satu sisi mereka turun ke jalan atas nama rakyat, namun di sisi lain ada yang membantu pejabat melenggang dengan cara inkonstitusional, bertentangan dengan ilmu yang dipelajari di kelas. Bukankah pejabat seharusnya paham pentingnya beroposisi? Dan mahasiswa juga tahu larangan keras untuk menjilat penguasa? Namun, beberapa mahasiswa bersikap tidak konsisten karena menganggap kedekatan dengan otoritas memudahkan meraih prospek kerja.

Mahasiswa harus segera kembali menggunakan kompas kesadaran etis agar tidak mengkhianati kepentingan rakyat dan pertimbangan benar dan salah harus menjadi dasar dalam bertindak, bergerak, dan berjuang. Mahasiswa perlu terus bersama rakyat untuk mempercepat perubahan yang lebih baik, karena perubahan itu tidak akan tercapai selama sifat oportunistik masih menguasai tindakan pergerakan, baik secara individu maupun kelompok.

 

Penulis: Ahmad Alimun Ali Musa Firdaus/Mahasiswa Ilmu Pemerintahan Untirta
Editor: Raffa/BU

Tag: 2025Alat politik BayaranIdealismeKehidupan kampusKrisis kesadaran etismahasiswaopiniPolitis
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Raja Ampat Terancam, Eksploitasi Sumber Daya dan Penantian Keadilan

Pos Selanjutnya

Pernyataan Prabowo Akui Israel dengan Syarat, Tuai Kontroversi

BERITA TERKAIT

Netralitas Pemira dan Ancaman Dominasi Organisasi Eksternal

Netralitas Pemira dan Ancaman Dominasi Organisasi Eksternal

4 Des. 2025
84
Ketika Politik Eksternal Terlalu Dalam Menguasai Kampus

Ketika Politik Eksternal Terlalu Dalam Menguasai Kampus

3 Des. 2025
153
Pos Selanjutnya
Pernyataan Prabowo Akui Israel dengan Syarat, Tuai Kontroversi

Pernyataan Prabowo Akui Israel dengan Syarat, Tuai Kontroversi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Kepala Pusdainfo Jawab Permintaan Mahasiswa Soal Upgrade Server Spada

Kepala Pusdainfo Jawab Permintaan Mahasiswa Soal Upgrade Server Spada

5 Mei. 2020
142
Perhatian! Pendaftaran Penyesuaian UKT Ditutup Hari ini

Hari ini Mahasiswa Sudah Bisa Daftar Penangguhan UKT

4 Feb. 2022
61

Berita Populer

Untirta Tambah Area Parkir Baru, Tuai Respon Positif Mahasiswa

Untirta Tambah Area Parkir Baru, Tuai Respon Positif Mahasiswa

18 Jul. 2025
753
Dinamika Regenerasi dalam Organisasi Kampus

Dinamika Regenerasi dalam Organisasi Kampus

3 Des. 2025
163
Ketika Politik Eksternal Terlalu Dalam Menguasai Kampus

Ketika Politik Eksternal Terlalu Dalam Menguasai Kampus

3 Des. 2025
153
Satu Paslon Gugur, KPUM Untirta Tetapkan Aklamasi

Satu Paslon Gugur, KPUM Untirta Tetapkan Aklamasi

6 Des. 2025
147
Penghapusan Syarat IPK Calon DPM, Dekanat FH Buka Suara

Penghapusan Syarat IPK Calon DPM, Dekanat FH Buka Suara

6 Des. 2025
89
Netralitas Pemira dan Ancaman Dominasi Organisasi Eksternal

Netralitas Pemira dan Ancaman Dominasi Organisasi Eksternal

4 Des. 2025
84

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio