• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Minggu, 11 Januari 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Akademik Opini

Kontroversi Supersemar, Surat yang Mengubah Arah Sejarah Indonesia

11 Mar. 2025
pada Opini
0
Kontroversi Supersemar, Surat yang Mengubah Arah Sejarah Indonesia

Sumber: detiknews.com

61
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com – Pada 11 Maret 1966, Presiden Soekarno menandatangani Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang memberikan mandat kepada Jenderal Soeharto untuk mengambil langkah-langkah guna mengatasi krisis politik dan sosial di Indonesia. Namun, hingga kini Supersemar tetap menjadi salah satu dokumen paling kontroversial dalam sejarah bangsa dengan berbagai perdebatan mengenai keabsahan, isi, serta dampaknya terhadap peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto. Selasa (11/3)

Dilansir dari cnnindonesia.com, Supersemar menandai awal transisi dari Orde Lama ke Orde Baru. Dengan latar belakang situasi politik yang tidak stabil pasca-pemberontakan Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S/PKI) dan desakan dari berbagai kelompok masyarakat melalui Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat), Soekarno menghadapi tekanan yang semakin besar. Di tengah kondisi tersebut, surat ini muncul sebagai alat legitimasi bagi Soeharto untuk mengambil tindakan terhadap kelompok-kelompok yang dianggap membahayakan stabilitas nasional.

Meski demikian, terdapat banyak ketidakjelasan terkait proses penandatanganan Supersemar. Merujuk dari Kompas.com, menjelaskan bahwa Soekarno menandatangani surat ini dalam kondisi tertekan. Misalnya, menurut kesaksian Soekardjo Wilardjito, seorang ajudan Presiden, terdapat tekanan dari pihak militer dalam proses penyerahan dokumen ini. Bahkan, beredar klaim bahwa surat tersebut ditandatangani dalam situasi yang penuh ancaman. Namun, hingga kini tidak ada bukti sahih yang benar-benar mengonfirmasi hal tersebut.

Setelah Supersemar diterbitkan, Soeharto dengan cepat mengambil langkah untuk mengamankan posisinya. Ia menggunakan surat tersebut sebagai dasar untuk membubarkan PKI, menahan tokoh-tokoh yang dianggap berseberangan, serta secara bertahap melemahkan kekuasaan Soekarno. Dalam waktu singkat, Soeharto semakin mengukuhkan pengaruhnya hingga akhirnya diangkat sebagai pejabat presiden pada tahun 1967 dan menjadi presiden penuh pada tahun 1968.

Dampak dari Supersemar sangat besar bagi perjalanan politik Indonesia. Orde Baru yang dipimpin Soeharto membawa stabilitas ekonomi dan pembangunan yang pesat, tetapi juga diwarnai oleh pembatasan kebebasan politik dan represifitas terhadap lawan-lawan politiknya. Kebebasan berpendapat menjadi terbatas, sementara militer memainkan peran dominan dalam pemerintahan.

Kini, di era Reformasi, penting bagi kita untuk mempelajari peristiwa ini secara objektif dan kritis. Sejarah harus dijadikan pelajaran agar kekuasaan tidak kembali disalahgunakan dengan mengabaikan prinsip demokrasi dan hak asasi manusia. Transparansi, supremasi hukum, dan kedaulatan rakyat harus tetap dijunjung tinggi agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

 

Penulis : Usniati Fadillah/Mahasiswi Fakultas Hukum

Editor : Natasya/BU

Tag: 11 Maret 19962025DokumenKontroversi SupersemarMengubah arahopinipolitikPresiden SoekarnoSejarah IndonesiaSuratSurat Perintah Sebelas Maret
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Manfaat dan Dampak AI pada Masa Depan Dunia Kerja

Pos Selanjutnya

Puasa Bagi Kesehatan: Dampak dan Manfaatnya pada Tubuh

BERITA TERKAIT

Denda Rp109 Triliun Belum Cukup Tanpa Reformasi Hukum Kuat

Denda Rp109 Triliun Belum Cukup Tanpa Reformasi Hukum Kuat

31 Des. 2025
36
Diagnosis Sistem Pendidikan Indonesia: Ketika Kepintaran Diutamakan, Karakter Dikesampingkan

Diagnosis Sistem Pendidikan Indonesia: Ketika Kepintaran Diutamakan, Karakter Dikesampingkan

18 Des. 2025
29
Pos Selanjutnya
Puasa Bagi Kesehatan: Dampak dan Manfaatnya pada Tubuh

Puasa Bagi Kesehatan: Dampak dan Manfaatnya pada Tubuh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Penyampaian Visi Misi Bacalon Rektor Untirta Undang 1.000 Sivitas Akademika

Penyampaian Visi Misi Bacalon Rektor Untirta Undang 1.000 Sivitas Akademika

8 Mei. 2023
225
Dukung Ketahanan Pangan, Mahasiswa KKNK 2022 Salurkan Bibit Ikan

Dukung Ketahanan Pangan, Mahasiswa KKNK 2022 Salurkan Bibit Ikan

2 Agu. 2022
43

Berita Populer

Tragedi Kawin

Tragedi Kawin

20 Mei. 2022
3.3k
Resmi Dilepas! KKM Gelombang I 2026 Tekankan Dampak Nyata Mahasiswa

Resmi Dilepas! KKM Gelombang I 2026 Tekankan Dampak Nyata Mahasiswa

10 Jan. 2026
68
Kisah Hidup Buya Hamka Menurut Cerita Sang Anak Bungsu

Kisah Hidup Buya Hamka Menurut Cerita Sang Anak Bungsu

23 Nov. 2023
2.2k
Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
291
Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
4.2k
Kenali Unsur-Unsur Kebudayaan yang Dimiliki Masyarakat Baduy

Kenali Unsur-Unsur Kebudayaan yang Dimiliki Masyarakat Baduy

4 Mar. 2024
2k

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio