• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Sabtu, 16 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Akademik Opini

Masyarakat Adat sebagai Sumber dan Media Pembelajaran

7 Apr. 2020
pada Opini
2
Masyarakat Adat sebagai Sumber dan Media Pembelajaran

(Foto: Dok. Penulis)

172
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com – Perkembangan zaman saat ini terus berubah menjadi lebih maju dan canggih. Adanya teknologi-teknologi yang terus berkembang dapat membantu dan mempermudah pekerjaan manusia. Hampir semua aspek kehidupan sudah menerapkan teknologi di dalamnya, termasuk di dalam lembaga pendidikan. Saat ini lembaga pendidikan sudah diselipkan dengan berbagai macam media dan sumber pembelajaran yang berbasis teknologi.

Tetapi, tidak semua media dan sumber dapat menggunakan teknologi, contohnya adalah masyarakat adat. Masyarakat pada dasarnya dapat menjadi sumber dan media pendidikan. Salah satu yang akan dibahas di sini bagaimana masyarakat dapat menjadi suatu sumber dan media pembelajaran, yakni masyarakat adat. Yang kita ketahui sebagaimana mestinya, masyarakat adat memiliki berbagai macam karakteristik yang unik, yang tidak dimiliki oleh masyarakat lainnya. Sehingga adanya perbedaan antara masyarakat biasa dengan masyarakat adat. Masyarakat adat sendiri adalah sekumpulan masyarakat yang berkumpul di suatu tempat, memiliki kesamaan dalam peraturan dan aturan yang mengikat, biasanya sudah turun-temurun dari leluhur sebelumnya, dan memiliki beberapa kesamaan seperti dalam cara memenuhi kebutuhan hidupnya. Masyarakat adat biasanya memenuhi kebutuhannya dengan bertani, berkebun, atau nelayan jika berada di pesisir. Banyak pembelajaran yang dapat kita petik dari masyakarat adat sebagai suatu pembelajaran dalam kehidupan ini.

Pada saat semester II, saya bersama teman-teman lainnya memiliki tugas untuk praktikum ke masyarakat adat, yakni ke Masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi, di Desa Sirna Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi. Akhirnya kami berangkat bersama dosen pergi menuju Masyarakat Adat di Kasepuhan Sinar Resmi. Semua mahasiswa meneliti mengenai semua aspek kehidupan di masyarakat adat tersebut. Rasanya sangat berbeda jika langsung terjun ke masyarakat tersebut, dibanding hanya mendengarkan cerita dari dosen atau mencari referensi di internet. Kasepuhan Sinar Resmi memiliki Imah Gede sebagai pusat pemerintahan, pemimpin yang biasa disebut Abah dan Ambu juga tinggal bersama keluarganya di Imah Gede tersebut.

Masyarakat Adat Kasepuhan Sinar Resmi dapat dijadikan sebagai sumber dan media pembelajaran sekaligus. Cocok sekali untuk tempat praktikum dan penelitian pelajaran sosiologi, yang membahas tentang kehidupan masyarakat dari bangun tidur sampai tidur kembali. Sosiologi membahas semua aspek dalam kehidupan masyarakat, dari hukum, ekonomi, agama, dan lain sebagainya. Yang menjadi peran utama dalam pembahasannya adalah masyarakat tersebut. Pada pembelajaran zaman sekarang diperlukannya praktik dan terjun langsung ke lapangan, tidak selalu belajar di dalam kelas. Terlebih saat ini belajar dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, tidak terbatas ruang dan waktu. Maka manfaatkanlah lingkungan yang ada di sekitarmu untuk menjadi sumber dan media pendidikan dan juga pembelajaran

Mengapa sih kita perlu belajar mengenai kehidupan masyarakat adat? Nahhh… masyarakat adat juga merupakan bagian dari kita, yang berhak dihargai dan diakui keberadaannya. Banyak nilai-nilai dari masyarakat adat yang sangat ideal untuk diterapkan pada kehidupan zaman sekarang yang sangat canggih ini. Masyarakat adat tetap memiliki kehidupan yang sederhana, bahkan sebagian besar dari mereka tidak menggunakan alat-alat modern untuk membantu pekerjaan mereka. Mereka tetep menggunakan alat tradisional untuk menunjang pekerjaan dan kebutuhan mereka.

Saat kita melakukan penelitian di masyarakat adat, kita mengetahui bahwa mereka memiliki karakteristik yang menjadi ciri khas mereka, yaitu gotong royong yang amat kental. Setiap ada kegiatan seperti ritual adat, dilakukannya secara bersama-sama. Sedangkan masyarakat kota yang sudah sangat terkena dampak globalisasi dan modernisasi, masyarakatnya cenderung individualis karena disibukkan oleh kepentingan mereka pribadi.

Pada saat saya melakukan penelitian tersebut, banyak hal-hal baru yang saya dapatkan dari masyarakat Kasepuhan Sinar Resmi. Salah satunya adalah para petani bekerja bersama-sama dengan keluarganya, jadi dalam satu keluarga itu saling bahu-membahu, misalnya suami sedang bertani pagi, istri dan anaknya juga hadir untuk membawakan makan untuk sang ayah, dan mereka pun turut membantunya dalam bertani. Adapula ibu-ibu yang menumbuk padi, mereka melakukannya secara bersama-sama. Maka dari situ akan memunculkan interaksi sosial dimana mereka saling bercakap dan dapat menjalin silaturahmi.

Dengan kita belajar di suatu masyarakat adat, dapat menjadi pengingat juga bagi diri kita bahwasannya kita hidup tidak sendirian, banyak orang di sekeliling kita yang harus kita akui keberadaannya dan menghargainya. Mari kita jalin silaturahmi dan melakukan gotong royong bersama-sama, sehingga memunculkan sikap saling membutuhkan, karena pada hakekatnya kita tidak bisa hidup secara individualis, tetapi harus sosial. Kita harus lebih peka terhadap lingkungan sekitar kita, jangan hanya melihat lingkungan yang bahkan belum kita rasakan secara nyat,a yaitu dunia maya (dunia internet) yang secara berlebihan. Lihatlah lingkungan sekitarnya, karena apa yang terjadi sama diri kita, yang tahu pasti orang-orang di sekitar kita. Yuk kita lebih peka terhadap situasi dan kondisi di lingkungan sekitar kita.

Belajar di suatu masyarakat adat sangat diperlukan, agar kita sebagai masyarakat biasa mengetahui dan memiliki wawasan yang luas mengenai masyarakat, khususnya di Indonesia ini. Masyarakat adat yang ada di sekitar kita baiknya dapat kita lestarikan untuk mempertahankan kebudayaan tersebut. Nilai-nilai yang terdapat di masyarakat adat dapat kita terapkan di kehidupan sehari-hari, seperti gotong royong, berinteraksi langsung dengan orang di sekeliling kita, dan saling membantu. Nilai-nilai tersebut baik untuk diterapkan dalam kehidupan kita. Serta norma-norma yang mengikat dalam masyarakat adat itu baik juga untuk kita terapkan pada kehidupan kita, terlebih saat ini kehidupan dengan perkembangan zaman yang semakin maju, tetapi masih saja terjadi penyimpangan-penyimpangan yang membuat geleng kepala.

Proses pembelajaran saat ini tidak harus belajar di dalam kelas saja, adanya pembelajaran di luar kelas agar siswa tidak jenuh dan bosan. Siswa akan lebih mudah paham dan mengerti jika dalam proses pembelajaran langsung kepada objek yang akan diamatinya, seperti pada pembelajaran sosiologi, dimana masyarakat menjadi aktor utamanya, maka saat kita melakukan penelitian atau mengamati secara langsung ke masyarakat, siswa akan lebih cepat mengerti dan memahami bagaimana masyarakat menjalani kehidupannya. Jadi, seimbangkanlah antara materi dan praktiknya dalam sebuah pembelajaran.

Terima kasih dan semoga bermanfaat bagi yang membacanya.

Penulis: Yullianty Indah Permata Sari (Mahasiswi Pendidikan Sosiologi, FKIP Untirta angkatan 2018)
Editor: Thoby/BU

Tag: adatberitakasepuhan sinar resmimahasiswamasyarakat adatmasyarakat adat kasepuhan sinar resmimedia pembelajaranopiniopini mahasiswa
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Aksi Peduli GenBI Banten, Mulai dari Penyemprotan Hingga Pembagian APD

Pos Selanjutnya

Sidang Online: Memudahkan atau Malah Membebankan?

BERITA TERKAIT

Ketika Prodi Diukur dari Pasar, Pendidikan Menjadi Komoditas

Ketika Prodi Diukur dari Pasar, Pendidikan Menjadi Komoditas

7 Mei. 2026
15
Efisiensi vs Kedangkalan Nalar, Dilema AI di Kalangan Mahasiswa

Efisiensi vs Kedangkalan Nalar, Dilema AI di Kalangan Mahasiswa

22 Apr. 2026
26
Pos Selanjutnya
Sidang Online: Memudahkan atau Malah Membebankan?

Sidang Online: Memudahkan atau Malah Membebankan?

Komentar 2

  1. Titi Windiyanti says:
    6 tahun yang lalu

    Sangat bermanfaat:)

    Balas
  2. Rifka M Rizki says:
    6 tahun yang lalu

    Wah, terima kasih.. Sangat bermanfaat

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Kantin Untirta Sindangsari Terapkan Sistem Self-Service

Kantin Untirta Sindangsari Terapkan Sistem Self-Service

9 Des. 2024
109
Slank, Siswa Bandel yang Sudah Insaf?

Slank, Siswa Bandel yang Sudah Insaf?

18 Jul. 2023
39

Berita Populer

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
904
Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
5k
Kritik Jalur Resmi Takut Ditandai, Mahasiswa Untirta Pilih Menfess 

Kritik Jalur Resmi Takut Ditandai, Mahasiswa Untirta Pilih Menfess 

13 Mei. 2026
32
Alasan Orang Saling Sayang, Tapi Enggak Pacaran

Alasan Orang Saling Sayang, Tapi Enggak Pacaran

8 Mei. 2021
3.3k
Tragedi Kawin

Tragedi Kawin

20 Mei. 2022
4.9k
Identitas Anonim: Menfess Jadi Ruang Curhat Favorit Mahasiswa Untirta

Identitas Anonim: Menfess Jadi Ruang Curhat Favorit Mahasiswa Untirta

16 Mei. 2026
25

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Kepolisian
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Pusat Studi Kepolisian
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio