• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Minggu, 11 Januari 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Akademik Opini

Netralitas Pemira dan Ancaman Dominasi Organisasi Eksternal

4 Des. 2025
pada Opini
0
Netralitas Pemira dan Ancaman Dominasi Organisasi Eksternal
111
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com — Pada setiap penyelenggaraan Pemilihan Umum Raya (Pemira), prinsip netralitas dan integritas panitia adalah pondasi utama yang menentukan kualitas demokrasi kampus. Namun, ketika dua posisi strategis dalam sistem pemilu justru dipegang oleh kader dari satu organisasi eksternal yang sama, sehingga muncul pertanyaan serius mengenai independensi proses tersebut. Kamis (4/12)

Situasi ini bukan hanya persoalan teknis kepanitiaan, tetapi juga menyangkut kepercayaan mahasiswa terhadap Pemira sebagai mekanisme demokratis yang seharusnya adil dan tidak berpihak. Pada sebuah pamflet yang beredar di media sosial, terlihat bahwa dua jabatan inti dalam struktural Pemira diisi oleh individu yang sama-sama berasal dari satu organisasi eksternal.

Meski tidak ada aturan tertulis yang melarang keterlibatan mereka dalam kepanitiaan, dominasi seperti ini berpotensi menimbulkan konflik kepentingan. Panitia yang seharusnya bekerja objektif justru berada pada posisi dilematis ketika latar belakang organisasinya memiliki agenda tertentu di luar kepentingan kampus.

Potensi ketidaknetralan tentu tidak bisa diabaikan. Kepanitiaan memiliki akses langsung terhadap sistem verifikasi, pengawasan pemungutan suara, serta kontrol terhadap berbagai prosedur teknis. Jika akses penting ini dikuasai oleh pihak dengan identitas organisasi yang seragam, peluang keberpihakan atau manipulasi prosedur jelas meningkat. Bahkan jika kecurangan tidak benar-benar terjadi, kesan tidak netral saja sudah cukup merusak legitimasi hasil Pemira di mata mahasiswa.

Demokrasi kampus tidak hanya dinilai dari hasil akhir, tetapi juga dari proses yang transparan dan dapat dipercaya. Ketika proses mulai dicurigai, kepercayaan mahasiswa akan runtuh, dan hasil Pemira kehilangan wibawanya. Hal ini terlihat dari respons mahasiswa terhadap pamflet yang beredar, di mana banyak mempertanyakan mengapa dua kursi strategis diisi oleh kader organisasi yang sama. Keresahan tersebut bukan ditujukan pada individunya, melainkan pada struktur kekuasaan yang terlihat tidak seimbang.

Ada beberapa alasan mengapa dominasi satu organisasi eksternal dalam kepanitiaan berbahaya. Pertama, organisasi eksternal biasanya memiliki jaringan, agenda, dan kepentingan yang melampaui batas kampus. Ketika panitia Pemira dikuasai oleh mereka, sangat sulit menghindari kekhawatiran bahwa agenda eksternal itu turut memengaruhi proses internal.

Kedua, dominasi semacam ini bisa menimbulkan tekanan psikologis bagi panitia lain yang tidak memiliki afiliasi serupa. Mereka mungkin enggan mengkritik atau mengoreksi keputusan strategis yang diambil oleh rekan yang berasal dari organisasi yang sama.

Ketiga, mahasiswa yang terlibat dalam Pemira, baik sebagai calon maupun pemilih dapat merasa tidak mendapatkan perlakuan adil. Kesan bahwa panitia “berpihak” pada kelompok tertentu dapat menurunkan partisipasi, membuat mahasiswa enggan terlibat, dan pada akhirnya menjadikan Pemira sekadar formalitas tanpa makna substantif sebagai ruang pembelajaran demokrasi.

Adapun untuk mengatasi potensi ketidaknetralan ini, langkah awal yang penting adalah memperbaiki sistem rekrutmen panitia Pemira. Seleksi panitia perlu melibatkan verifikasi latar belakang organisasi secara proporsional, bukan untuk melarang partisipasi, tetapi untuk memastikan tidak ada dominasi dari satu kelompok tertentu.

Prinsip representasi yang seimbang harus ditegakkan agar struktur panitia terdiri dari mahasiswa dengan latar belakang beragam. Dengan begitu, mekanisme check and balance dapat berjalan lebih sehat.

Selain itu, pengawasan lebih ketat dari lembaga intra kampus juga perlu diperkuat. Lembaga legislatif mahasiswa atau lembaga etik kampus dapat mengawasi proses rekrutmen panitia serta menilai apakah ada potensi konflik kepentingan dalam struktur yang terbentuk. Transparansi terkait panitia, prosedur kerja, serta alur sistem Pemira juga harus digencarkan agar mahasiswa dapat mengawal jalannya proses secara kritis.

Jika langkah-langkah ini tidak dilakukan, Pemira berpotensi berubah menjadi alat legitimasi kekuasaan kelompok tertentu, bukan mekanisme demokratis yang sehat. Dominasi organisasi eksternal dalam struktur strategis Pemira harus dibaca sebagai peringatan dini bahwa demokrasi kampus sedang berada dalam ancaman.

Mahasiswa sebagai pemilik suara perlu lebih peka dan kritis dalam mengawal setiap proses. Hanya dengan partisipasi aktif dan keberanian untuk mengawasi, Pemira dapat tetap menjadi ruang bagi keadilan, integritas, dan partisipasi bersama.

 

Penulis : Moses Alvaro Girsang/ Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi Untirta

Editor: Putri Nur/BU

Tag: IndependensiNetralitas PemiraopiniOrganisasi EksternalPemilihan Raya Mahasiswapemira
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Ketika Politik Eksternal Terlalu Dalam Menguasai Kampus

Pos Selanjutnya

KPUM Faperta, Resmi Tetapkan Aklamasi Pemira 2025 

BERITA TERKAIT

Denda Rp109 Triliun Belum Cukup Tanpa Reformasi Hukum Kuat

Denda Rp109 Triliun Belum Cukup Tanpa Reformasi Hukum Kuat

31 Des. 2025
36
Diagnosis Sistem Pendidikan Indonesia: Ketika Kepintaran Diutamakan, Karakter Dikesampingkan

Diagnosis Sistem Pendidikan Indonesia: Ketika Kepintaran Diutamakan, Karakter Dikesampingkan

18 Des. 2025
28
Pos Selanjutnya
KPUM Faperta, Resmi Tetapkan Aklamasi Pemira 2025 

KPUM Faperta, Resmi Tetapkan Aklamasi Pemira 2025 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Untirta Lepas 390 Mahasiswa yang Ikuti PPM 2021

Untirta Lepas 390 Mahasiswa yang Ikuti PPM 2021

22 Sep. 2021
29
Korban Pelecehan Seksual Penuhi Panggilan Pihak Rektorat Untirta

Korban Pelecehan Seksual Penuhi Panggilan Pihak Rektorat Untirta

11 Nov. 2021
282

Berita Populer

Tragedi Kawin

Tragedi Kawin

20 Mei. 2022
3.3k
Resmi Dilepas! KKM Gelombang I 2026 Tekankan Dampak Nyata Mahasiswa

Resmi Dilepas! KKM Gelombang I 2026 Tekankan Dampak Nyata Mahasiswa

10 Jan. 2026
66
Kisah Hidup Buya Hamka Menurut Cerita Sang Anak Bungsu

Kisah Hidup Buya Hamka Menurut Cerita Sang Anak Bungsu

23 Nov. 2023
2.2k
Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
290
Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
4.2k
Kenali Unsur-Unsur Kebudayaan yang Dimiliki Masyarakat Baduy

Kenali Unsur-Unsur Kebudayaan yang Dimiliki Masyarakat Baduy

4 Mar. 2024
2k

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio