• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Minggu, 7 Desember 2025
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Akademik Opini

Optimisme Palsu Dibalik Gelombang PHK

11 Jul. 2025
pada Opini
0
Optimisme Palsu Dibalik Gelombang PHK

sumber: cnbcindonesia.com

24
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com — Dalam situasi ekonomi yang sedang tidak baik-baik saja, masyarakat Indonesia justru dihadapkan pada pernyataan mengejutkan dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, yang enggan membuka data Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) secara terbuka kepada publik. Jumat (11/7)

Diketahui alasannya, agar masyarakat tidak pesimis terhadap kondisi lapangan kerja. Pernyataan ini sontak memicu pertanyaan kritis: sejak kapan transparansi data dianggap berbahaya bagi semangat bangsa?

Dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Menaker menyampaikan bahwa pemerintah telah memiliki data PHK dari laporan dinas daerah dan BPJS Ketenagakerjaan namun, data tersebut tidak akan disebarluaskan demi menjaga narasi optimisme. Di sisi lain, masyarakat justru menghadapi gelombang PHK, kesulitan mencari pekerjaan, hingga daya beli yang terus menurun.

Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemnaker, Indah Anggoro Putri, menyebutkan bahwa per awal Juni 2025, jumlah pekerja terdampak PHK telah mencapai lebih dari 30 ribu orang. Angka ini meningkat dari sekitar 26 ribu orang pada Mei 2025. Meski data ini tersedia, Menaker menegaskan bahwa yang perlu diviralkan bukan “semangat PHK”, melainkan optimisme melalui program seperti Koperasi Desa Merah Putih dan Mitra Bisnis Global (MBG) yang diklaim dapat menyerap tenaga kerja.

Namun hal ini, menciptakan narasi positif tidak boleh mengorbankan hak publik atas informasi. Ketika data ditutup, justru rasa frustrasi masyarakat kian meningkat karena merasa kondisi yang mereka alami tidak dianggap nyata oleh pemerintah.

Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2024 menunjukkan jumlah pengangguran terbuka di Indonesia mencapai 7,20 juta orang atau 5,45% dari total angkatan kerja. Di saat yang sama, angka kemiskinan naik menjadi 9,54% atau 26,36 juta jiwa. Ini menggambarkan korelasi antara meningkatnya PHK, menyempitnya lapangan kerja, dan bertambahnya jumlah penduduk miskin.

Alih-alih membuka data untuk bahan evaluasi bersama, pemerintah memilih menyembunyikannya demi menjaga optimisme padahal yang dibutuhkan masyarakat adalah kejujuran dan kehadiran negara, bukan semangat semu. Keengganan pemerintah membuka data PHK mencerminkan paradigma keliru dalam menghadapi krisis.

Optimisme tidak dibangun dari manipulasi informasi, tetapi dari keberanian mengakui masalah dan menunjukkan arah perbaikan konkret. Jika data disembunyikan, kebijakan pun berisiko tidak tepat sasaran. Bagaimana mungkin strategi pemulihan ketenagakerjaan bisa disusun tanpa mengetahui skala krisis secara utuh?

Pengangguran bukan sekadar angka, dibalik statistik, ada jutaan kepala keluarga yang kehilangan pendapatan, anak-anak yang terancam putus sekolah, dan rumah tangga yang jatuh dalam kemiskinan baru. Negara tidak boleh hanya menyuguhkan semangat, tanpa hadir nyata dalam kebijakan dan tindakan.

Jika negara terus menghindar dari kenyataan, maka ketidakpercayaan publik akan semakin tumbuh. Transparansi bukan soal menciptakan pesimisme, melainkan dasar membangun solidaritas, kepercayaan, dan harapan yang nyata.

 

Penulis: Dinda Rindiantika/Mahasiswi Ekonomi Pembangunan Untirta

Editor: Putri Nur/BU

Tag: 2025Gelombang PHKMentri KetenagakerjaanOptimisme PalsuphkSituasi Ekonomisoftnews
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Masuk Sekolah Pukul 06:30, Jawa Barat Jalankan Kebijakan Baru

Pos Selanjutnya

Fasih Law Fair 2025, FH Untirta Raih Juara 2

BERITA TERKAIT

Netralitas Pemira dan Ancaman Dominasi Organisasi Eksternal

Netralitas Pemira dan Ancaman Dominasi Organisasi Eksternal

4 Des. 2025
80
Ketika Politik Eksternal Terlalu Dalam Menguasai Kampus

Ketika Politik Eksternal Terlalu Dalam Menguasai Kampus

3 Des. 2025
151
Pos Selanjutnya
Fasih Law Fair 2025, FH Untirta Raih Juara 2

Fasih Law Fair 2025, FH Untirta Raih Juara 2

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Kenali ‘Hoarding Disorder’ Kebiasaan Buruk Menyimpan Barang

Kenali ‘Hoarding Disorder’ Kebiasaan Buruk Menyimpan Barang

19 Feb. 2024
39
Untirta TV Gelar Acara Puncak Short Movie Festival 2014

Untirta TV Gelar Acara Puncak Short Movie Festival 2014

21 Agu. 2014
34

Berita Populer

Untirta Tambah Area Parkir Baru, Tuai Respon Positif Mahasiswa

Untirta Tambah Area Parkir Baru, Tuai Respon Positif Mahasiswa

18 Jul. 2025
702
Dinamika Regenerasi dalam Organisasi Kampus

Dinamika Regenerasi dalam Organisasi Kampus

3 Des. 2025
162
Ketika Politik Eksternal Terlalu Dalam Menguasai Kampus

Ketika Politik Eksternal Terlalu Dalam Menguasai Kampus

3 Des. 2025
151
Satu Paslon Gugur, KPUM Untirta Tetapkan Aklamasi

Satu Paslon Gugur, KPUM Untirta Tetapkan Aklamasi

6 Des. 2025
108
Netralitas Pemira dan Ancaman Dominasi Organisasi Eksternal

Netralitas Pemira dan Ancaman Dominasi Organisasi Eksternal

4 Des. 2025
80
Ketua BEM FH Untirta Undur Diri Jelang Pemira

Ketua BEM FH Untirta Undur Diri Jelang Pemira

6 Des. 2025
66

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio