• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Rabu, 14 Januari 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Akademik Opini

Pendiri Bangsa Kita pun Seorang Jurnalis, Stop Remehkan Profesi Jurnalis!

27 Sep. 2023
pada Opini
0
Pendiri Bangsa Kita pun Seorang Jurnalis, Stop Remehkan Profesi Jurnalis!

Sumber : Voi.id

62
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com – Belakangan ini sedang ramai diperbincangkan ucapan dari salah seorang politisi sekaligus Bakal Calon Presiden (Bacalon) Indonesia periode mendatang, Ganjar Pranowo yang menimbulkan kontroversi karena dianggap telah menghina profesi Master of Ceremony (MC) dan Jurnalis. Indikasi penghinaan tersebut terjadi pada saat pelaksanaan acara “3 Bacapres Bicara Gagasan” yang diadakan oleh salah satu jurnalis kondang, Najwa Shihab, pada Selasa (19/9) minggu lalu. (26/9)

Politisi sekaligus Bacapres tersebut mengatakan bahwa “Sepuluh besar lulusan terbaik itu jadi dosen, iya dong masa jadi MC?,” ucapnya.

Mendengar sindiran dari Bacapres tersebut, Jurnalis tersebut lantas meluruskan profesi yang ia Jalani, Ia mengatakan, profesinya adalah seorang Jurnalis.

“Siapa Mas, MC? Saya Jurnalis bukan MC,” ujar seorang Jurnalis. Lalu Bacapres tersebut kembali merespon “Bukan? jurnalis lah kalau begitu,” katanya.

Hal tersebut tentu melukai perasaan profesi Jurnalis di seluruh mancanegara yang mendengar sindiran tersebut, karena sejatinya jurnalis merupakan bagian dari pilar demokrasi yang menjadi jembatan bagi masyarakat karena mereka membantu masyarakat untuk tetap terinformasi tentang peristiwa-peristiwa penting di dunia, memberikan wawasan tentang isu-isu sosial dan politik, dan mengawasi tindakan pemerintah serta institusi lainnya.

Padahal profesi Jurnalis memiliki peran yang sangat penting dalam memastikan kebenaran dan kualitas informasi yang disampaikan kepada publik. Tugas utama seorang jurnalis adalah melaporkan peristiwa-peristiwa aktual, menganalisis isu-isu penting, dan menyajikan informasi kepada khalayak melalui berbagai media, seperti surat kabar, majalah, televisi, radio, dan platform digital.

Kalau kita melihat para pendiri bangsa kita yang pastinya lulusan kampus terbaik dunia, kebanyakan dari mereka adalah seorang jurnalis. Ada beberapa tokoh penting di Indonesia yang pada masa lalu pernah menjadi jurnalis sebelum memasuki dunia politik atau pemerintahan. Berikut beberapa di antaranya:

  1. Soekarno: Presiden pertama Indonesia atau Bapak Proklamator Kemerdekaan kita. Beliau dikenal sebagai seorang jurnalis sebelum menjadi pemimpin negara. Dia pernah bekerja sebagai editor untuk beberapa surat kabar, seperti “Matahari” dan “Pemandangan.” Bahkan beliau pernah menjadi Pemimpin Redaksi (Pemred). Dalam tulisan-tulisannya di surat kabar, selain menggunakan nama asli, sejauh yang berhasil diketahui Soekarno menggunakan nama pena; Bima dan Soemini.
  2. Mohammad Hatta: Bung Hatta adalah Wakil Presiden pertama Indonesia sekaligus Bapak Proklamator Kemerdekaan Indonesia. Sebelum terlibat dalam perjuangan kemerdekaan, Bung Hatta juga aktif sebagai jurnalis dan penulis di beberapa surat kabar.
  3. Adam Malik: Siapa yang tidak kenal dengan sosok terkenal H Adam Malik Batubara yang lebih dikenal dengan Adam Malik. Dia merupakan seorang Jurnalis terkenal yang aktif berpolitik (politikus Indonesia ternama) dan menjadi Mentri Luar Negeri di era Presiden Soeharto. Dia juga pernah menjadi Ketua DPR pada tahun 1966 – 1978 . Posisi terbesar ia adalah pada era Presiden Republik Indonesia Soeharto adalah menjadi Wakil Presiden Republik Indonesia pada tahun 1978 – 1983.
  4. Sutomo: Sutomo, yang lebih dikenal sebagai Bung Tomo, beliau adalah seorang jurnalis yang terlibat dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Dia dikenal karena peran pentingnya dalam Pertempuran Surabaya selama Revolusi Nasional Indonesia. Bung Tomo saat muda lebih banyak berkecimpung dalam bidang kewartawanan. Ia pernah menjadi jurnalis lepas untuk harian Soeara Oemoem, harian berbahasa Jawa Ekspres, mingguan Pembela Rakyat, dan majalah Poestaka Timoer.
  5. Ki Hajar Dewantara: Siapa yang tidak kenal dengan beliau ini? Beliau merupakan bapak pendidikan nasional kita. Ki Hajar Dewantara diketahui pernah menjadi seorang jurnalis. Selain menjadi seorang pendidik yang memainkan peran penting dalam perkembangan pendidikan di Indonesia, Ki Hajar Dewantara juga aktif sebagai jurnalis.

Hal tersebut dibuktikan pada tahun 1912, Ki Hajar Dewantara mendirikan surat kabar yang diberi nama “Midden Java Courant.” Surat kabar ini merupakan salah satu upayanya untuk memajukan pendidikan dan menyuarakan gagasan-gagasan reformasi pendidikan di Indonesia. Melalui tulisan-tulisannya dalam surat kabar tersebut, ia mempromosikan konsep pendidikan yang lebih modern, demokratis, dan inklusif.

Sebagai seorang jurnalis, Ki Hajar Dewantara menggunakan media massa untuk menyebarkan ide-ide pendidikan dan sosialnya, yang pada akhirnya membantu membentuk pandangan masyarakat terhadap pendidikan di Indonesia.

Itu baru beberapa Pahlawan Bangsa yang diketahui adalah seorang jurnalis juga, masih banyak lagi para pendiri bangsa kita yang menjadi jurnalis. Oleh karena itu profesi Jurnalis bukanlah profesi yang dapat diremehkan karena bukan lagi lulusan 10 besar terbaik yang menjadi seorang Jurnalis, tetapi pahlawan dan pendiri bangsa kita pun adalah seorang Jurnalis.

Penulis : Hariansyah/BU
Editor : Uswa/BU

Tag: BacapresjurnalisopiniPetinggi negaraprofesi
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Kembali Unjuk Eksistensi, Mahasiswa FH Toreh Prestasi dalam Ajang Legal Opinion

Pos Selanjutnya

Kembangkan Jiwa Kepemimpinan, Hima PPKn Untirta Sukses Gelar LK 1

BERITA TERKAIT

Denda Rp109 Triliun Belum Cukup Tanpa Reformasi Hukum Kuat

Denda Rp109 Triliun Belum Cukup Tanpa Reformasi Hukum Kuat

31 Des. 2025
37
Diagnosis Sistem Pendidikan Indonesia: Ketika Kepintaran Diutamakan, Karakter Dikesampingkan

Diagnosis Sistem Pendidikan Indonesia: Ketika Kepintaran Diutamakan, Karakter Dikesampingkan

18 Des. 2025
32
Pos Selanjutnya
Kembangkan Jiwa Kepemimpinan, Hima PPKn Untirta Sukses Gelar LK 1

Kembangkan Jiwa Kepemimpinan, Hima PPKn Untirta Sukses Gelar LK 1

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

DPR Usulkan Larangan Akun Ganda, Kebebasan Digital Dipertaruhkan

DPR Usulkan Larangan Akun Ganda, Kebebasan Digital Dipertaruhkan

28 Jul. 2025
25
Ini Progres Terkini Penyesuaian UKT

Penyesuaian UKT Diterima, Mahasiswa Dapati Nominal yang Tidak Berubah

19 Jul. 2021
105

Berita Populer

Tragedi Kawin

Tragedi Kawin

20 Mei. 2022
3.3k
Kisah Hidup Buya Hamka Menurut Cerita Sang Anak Bungsu

Kisah Hidup Buya Hamka Menurut Cerita Sang Anak Bungsu

23 Nov. 2023
2.2k
Mulai Tahun 2026 Untirta Resmi Hapus Penangguhan UKT

Mulai Tahun 2026 Untirta Resmi Hapus Penangguhan UKT

27 Agu. 2025
289
Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
303
Kenali Unsur-Unsur Kebudayaan yang Dimiliki Masyarakat Baduy

Kenali Unsur-Unsur Kebudayaan yang Dimiliki Masyarakat Baduy

4 Mar. 2024
2k
Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
4.3k

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio