• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Minggu, 17 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Berita Mahasiswa

Analisis Kandungan Siklus Berpacaran dalam Lirik Lagu Tulus, Studi Kasus Lagu Hati-Hati di Jalan

16 Mar. 2022
pada Berita Mahasiswa, Opini
0
Analisis Kandungan Siklus Berpacaran dalam Lirik Lagu Tulus, Studi Kasus Lagu Hati-Hati di Jalan

Tulus, Hati- Hati di Jalan (Foto : Youtube/Lirik lagu)

190
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com — Tempo hari, jagat permusikan dihebohkan dengan launchingnya lagu Tulus, yang berjudul “Hati-hati di Jalan”. Lagu tersebut seakan menghipnotis semua pecinta musik, baik yang sedang mengalami masa mellow maupun tidak. Pasalnya, terlepas liriknya mengandung unsur perpisahan atau tidak, lagu Tulus memang enak didengar dalam kondisi apapun.

Beberapa kali saya putar tidak pernah ada rasa bosan sedikitpun, sampai saya menyadari lagu Tulus bukan hanya enak didengar tapi mengandung makna yang dalam juga mencerminkan siklus dan fase ketika berpacaran. Berdasarkan pengamatan dan analisis saya, ada empat fase dimana kita akan berpacaran, berpacaran dan mengakhiri hubungan.

1. Fase pendekatan

Fase pendekatan terletak di lirik awal.

“Perjalanan membawamu
Bertemu denganku, ku bertemu kamu”

“Sepertimu yang kucari konon, aku juga s’perti yang kaucari”

Lirik di atas menjelaskan bahwa momen awal timbulnya benih-benih cinta. Biasanya kita menemukan momen di berbagai kegiatan, misalnya di organisasi, di tempat KKM, skripsian atau pada saat ada kerjaan. Karena momen itulah kita bisa jadi saling kenal, akrab, nyaman bahkan ketergantungan, kalau gak sleep call-an ya terasa ada yang kurang aja, padahal belum pacaran. Kata orang-orang si, nikmatnya berpacaran ada pada saat PDKT.

Kalian pernah dengar istilah.
“tiga tahun pacaran akan kalah dengan yang satu bulan KKM?” Pernyataan tersebut adalah bukti bahwa cinta itu timbul karena sering bersama. Banyak juga kasus setelah beres KKM pada putus lagi. Artinya semakin sering kita bertemu dan bersama semakin besar kemungkinan kita akan saling suka. Hal ini senada juga dengan yang LDR, semakin lama tidak bertemu semakin rentan untuk menyudahi suatu hubungan

2. Fase pacaran

Setelah fase pendekatan, beranjak ke fase berikutnya, ya, fase pacaran. Fase dimana kita saling peduli, saling memprioritaskan dan salin khawatir kalau kemudian ada orang lain yang mendekat. Tapi tidak menutup kemungkinan fase ini adalah fase dimana kita merasa bosan, malas, bahkan sekadar memberikan kabar saja merasa tidak penting. Apalagi awal pacaran sudah membicarakan masa depan. Kata dosen saya kalau masih awal udah ngomongin masa depan biasanya kedepanya akan kehabisan topik dan cenderung monoton. Kalau sudah monoton erat kaitanya dengan udahan. Sebagaimana dosen saya mengibaratkan hubungan itu mirip diagram tegangan regangan pada baja tulangan. Kalau baja sudah plastis (monoton), biasanya baja akan klimaks dan mengalami keruntuhan (putus) begitu juga dalam hal pacaran.

Hal ini tercermin dalam lirik dibawah ini :

“Kukira kita asam dan garam
dan kita bertemu di belanga
kisah yang ternyata tak seindah itu”

3. Fase putus

Fase ini adalah fase yang tidak diinginkan bagi setiap pasangan. menurut fitrahnya, dibalik pertemuan pasti ada perpisahan. Kata sahabat Minke dalam film bumi manusia, dibalik cinta ada derita. Mungkin putus adalah salah satu penderitaan dalam berpacaran.

Secara tidak langsung lirik dalam lagu hati-hati di jalan mengira akan bersama, mengira tidak akan ada kendala ternyata faktanya justru sebaliknya.

“Kukira kita akan bersama
Begitu banyak yang sama
Latarmu dan latarku
Kukira takkan ada kendala
Kukira ini ‘kan mudah
Kau, aku jadi kita”

4. Fase moveon

Fase yang terakhir adalah fase moveon (bergerak). Fase ini adalah fase dimana kita saling melupakan, saling mengambil pelajaran tentunya saling memaafkan dan berdamai dengan masa lampau. Seperti yang tertuang dalam lirik ini, secara gamblang Tulus menggambarkan sebuah harapan setelah putus semoga tidak ada rindu.

“Semoga rindu ini menghilang
Konon katanya waktu sembuhkan
Akan adakah lagi yang sepertimu?”

Cinta terasa begitu konyol serta plot twist yang bisa hadir dalam setiap cerita dua insan yang saling berhubungan, akhir cerita ‘Terkadang yang Se-iman belum tentu Se-amin.’

Penulis : Yovi Maulana/Mahasiswa Teknik
Editor : Owen/BU

Tag: beritabidikutamaFase berpacaranHati - hati di jalanmahasiswaopiniTulusukm jurnalistikuntirta
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Untirta Duduki Posisi ke-2 PTN Terketat Jalur SNMPTN

Pos Selanjutnya

Kenali Produktif dan Toxic Productivity, Kamu di Posisi Mana?

BERITA TERKAIT

Prodi Pendidikan BK Kembali Gelar Ajang Akang Teteh Konselor

Prodi Pendidikan BK Kembali Gelar Ajang Akang Teteh Konselor

14 Mei. 2026
18
Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

13 Mei. 2026
24
Pos Selanjutnya
Kenali Produktif dan Toxic Productivity, Kamu di Posisi Mana?

Kenali Produktif dan Toxic Productivity, Kamu di Posisi Mana?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Akibat Penempatan Lokasi yang Jauh, Ribuan ASN Undur Diri

Akibat Penempatan Lokasi yang Jauh, Ribuan ASN Undur Diri

27 Apr. 2025
69
Ini 3 Dosen Berprestasi yang Terima Penghargaan Untirta

Ini 3 Dosen Berprestasi yang Terima Penghargaan Untirta

7 Okt. 2021
1.3k

Berita Populer

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
5k
Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
907
Kritik Jalur Resmi Takut Ditandai, Mahasiswa Untirta Pilih Menfess 

Kritik Jalur Resmi Takut Ditandai, Mahasiswa Untirta Pilih Menfess 

13 Mei. 2026
35
Identitas Anonim: Menfess Jadi Ruang Curhat Favorit Mahasiswa Untirta

Identitas Anonim: Menfess Jadi Ruang Curhat Favorit Mahasiswa Untirta

16 Mei. 2026
31
Tragedi Kawin

Tragedi Kawin

20 Mei. 2022
4.9k
Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

13 Mei. 2026
24

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Kepolisian
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Pusat Studi Kepolisian
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio