• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Rabu, 14 Januari 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Berita Mahasiswa

Bayangan Masa Lalu yang Mengusik Demokrasi di Korea Selatan

6 Des. 2024
pada Berita Mahasiswa
0
Bayangan Masa Lalu yang Mengusik Demokrasi di Korea Selatan

Sumber : deviantart.com

26
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com – Korea Selatan menjadi sorotan dunia setelah Presiden Yoon Suk Yeol mengumumkan darurat militer pada Desember 2024, langkah pertama sejak 1980. Keputusan ini memicu kekhawatiran publik terhadap kembalinya otoritarianisme, meskipun parlemen segera mencabutnya. Jumat (6/12)

Insiden ini mengingatkan pada sejarah kelam 1980, ketika Chun Doo-hwan, seorang jenderal militer, mengambil alih kekuasaan melalui kudeta militer pada 12 Desember 1979, setelah peristiwa pembunuhan Presiden Park Chung Hee. Chun memberlakukan darurat militer penuh untuk menindas oposisi dan mengontrol situasi politik.

Puncaknya adalah Pemberontakan Gwangju (18-27 Mei 1980), di mana rakyat menuntut demokrasi. Aksi tersebut ditanggapi dengan kekerasan oleh militer, mengakibatkan ratusan hingga ribuan orang tewas atau terluka, dan menjadi titik balik perjuangan rakyat Korea Selatan dalam menuju demokrasi, seperti dilaporkan oleh Britannica.

Setelah berakhirnya kekuasaan Chun pada 1988, tekanan masyarakat sipil dan gerakan pro-demokrasi akhirnya menghasilkan transisi menuju pemerintahan demokratis. Chun kemudian diadili pada 1995 atas perannya dalam kudeta dan pemberontakan tersebut.

Meskipun situasi saat ini tidak berujung pada kekerasan, kekhawatiran akan kemunduran demokrasi tetap menjadi sorotan. Para pengamat menekankan pentingnya menjaga keterlibatan publik dan transparansi dalam pemerintahan untuk mencegah kembalinya otoritarianisme.

Peristiwa ini mengingatkan kita pada kata-kata Plato: “Kekuasaan mutlak tanpa kontrol adalah benih kehancuran, karena keadilan adalah tatanan terbaik dalam sebuah komunitas.” Sejarah manusia menunjukkan bahwa kekuasaan mutlak seringkali berujung pada perpecahan, kekacauan, dan pemberontakan, sebagaimana diungkapkan oleh Jean-Jacques Rousseau: “Kebebasan tidak dapat diwariskan, tetapi harus diperjuangkan di setiap generasi.”

 

Penulis : Rhamaditya/BU
Editor : Ardhilah/BU

Tag: Bayangan masa laluBerita Mahasiswaberita untirtaDemokrasiKorea Selatan
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

FKIP Untirta Resmikan Laboratorium Disabilitas

Pos Selanjutnya

Digitalisasi Bahasa, Ancaman atau Peluang?

BERITA TERKAIT

KUHP dan KUHAP Resmi Berlaku, Tandai Babak Baru Hukum Pidana

KUHP dan KUHAP Resmi Berlaku, Tandai Babak Baru Hukum Pidana

10 Jan. 2026
22
Resmi Dilepas! KKM Gelombang I 2026 Tekankan Dampak Nyata Mahasiswa

Resmi Dilepas! KKM Gelombang I 2026 Tekankan Dampak Nyata Mahasiswa

10 Jan. 2026
72
Pos Selanjutnya
Digitalisasi Bahasa, Ancaman atau Peluang?

Digitalisasi Bahasa, Ancaman atau Peluang?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Untuk Rektor Baru, Mahasiswa Untirta Tuntut 3 Kriteria ini

Untuk Rektor Baru, Mahasiswa Untirta Tuntut 3 Kriteria ini

25 Mei. 2023
96

Mengedukasi Masyarakat dengan Cara Sosialisasi Inflasi

18 Apr. 2018
35

Berita Populer

Tragedi Kawin

Tragedi Kawin

20 Mei. 2022
3.3k
Kisah Hidup Buya Hamka Menurut Cerita Sang Anak Bungsu

Kisah Hidup Buya Hamka Menurut Cerita Sang Anak Bungsu

23 Nov. 2023
2.2k
Mulai Tahun 2026 Untirta Resmi Hapus Penangguhan UKT

Mulai Tahun 2026 Untirta Resmi Hapus Penangguhan UKT

27 Agu. 2025
286
Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
299
Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
4.2k
KUHP dan KUHAP Resmi Berlaku, Tandai Babak Baru Hukum Pidana

KUHP dan KUHAP Resmi Berlaku, Tandai Babak Baru Hukum Pidana

10 Jan. 2026
22

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio