Bidikutama.com – Saat ini, jual beli buku yang beredar di lingkungan kampus Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) telah menyita perhatian mahasiswa. Hal ini pun menuai banyak tanggapan karena banyak dialami oleh mahasiswa Untirta. Rabu (26/2)
Rusmana, Wakil Rektor I Bidang Akademik, menjelaskan bahwa jual beli buku di kampus ini belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya dan harus ada bukti konkret secara fisik.
“Namanya rumor ya sama dengan hoax yaitu tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan hanya omongan belaka tanpa ada fakta yang jelas,” jelas Rusmana.
Rusmana juga menyampaikan bahwa jika benar terjadinya kasus tersebut maka dosen yang bersangkutan akan diberikan sanksi akademik dan akan ditindak lebih lanjut.
“Akan diberikan sanksi akademik kepada dosen atau mahasiswa yang melakukan hal tersebut dan penindaklanjutan akan berjalan. Karena yang namanya dunia akademik itu kita harus transparansi dan tanggung jawab sesuai slogan kita kan jawara,” ucap Rusmana.
Rusmana juga menegaskan bahwa Untirta kini tersedia Badan Usaha Untirta (BPU) yang dapat menjadi wadah untuk melaporkan hal tersebut.
“Kita ada yang namanya BPU dalam menghadapi PTN-BH. Jadi, jika memang ada dosen yang melakukan hal tersebut maka akan dilaporkan dan ada mekanisme yang mengatur ke BPU itu. Kalo jualan boleh, tapi ada mekanismenya yang melibatkan pihak lain bukan dari dosennya langsung menjual buku tersebut,” tegas Rusmana.
Kirana Aulia, mahasiswi Fakultas Hukum Untirta, menyampaikan bahwa ia bersikap netral dengan adanya jual beli di buku di kampus jika buku tersebut selama bukan dijual oleh pihak dosen.
“Netral, selama yang menjual buku pihak penerbit bukan dari dosen atau tenaga pendidik,” ucap Kirana.
Kirana juga menyampaikan harapannya yakni kampus memperbanyak fasilitas literasi seperti perpustakaan khususnya di kampus A Untirta Pakupatan.
“Ya semoga justru fasilitas literatur termasuk buku di kampus tersedia di perpustakaan dan dapat dipinjam oleh semua mahasiswa, lalu fasilitas perpustakaan pelayanannya ditingkatkan lagi kalau bisa adakan perpustakaan di kampus pakupatan juga agar lebih fleksibel,” ujar Kirana.
Reporter: Rhamaditya, Fitri/BU
Penulis: Bryan P/BU
Editor: Nadira/BU











