Bidikutama.com – Pengenalan Lapangan Persekolahan Holistik (PLPH) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kelompok 6, Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 6 Kota Serang, sukses menyelenggarakan Seminar Hidroponik dengan Tema “Urban Farming Berbasis Hidroponik Sebagai Solusi Pertanian Ramah Lingkungan”. Seminar ini bertujuan untuk mengedukasi peserta dan memberikan pengalaman baru dalam bercocok tanam. Senin (17/11)
Muhammad Hatami, ketua pelaksana, mengungkapkan bahwa tema tersebut dipilih sebagai tanggapan jika bercocok tanam tidak selalu memerlukan lahan, melainkan dapat memanfaatkan barang bekas sebagai media. Adapun seminar ini, ditujukan untuk mendorong peserta agar memahami bahwa menanam tumbuhan tidak hanya menggunakan tanah, tetapi juga dapat dilakukan dengan media air.
“Melalui tema ini, menegaskan bahwa bercocok tanam tidak lagi sulit karena harus menggunakan media tanah, tetapi juga bisa menggunakan media air,” ujar Hatami.
Hatami juga mengungkapkan dibalik seminar ini terdapat tantangan yang harus dihadapi, yaitu jadwal pelaksanaan yang mundur karena bertabrakan dengan kegiatan sekolah. Terakhir, Ia berharap seminar ini dapat memberikan pengalaman baru kepada siswa dan mendorong mereka untuk dapat mengimplementasikannya.
“Semoga seminar ini memberikan pengalaman baru serta siswa dapat mengimplementasikan apa yang sudah didapat,” harap Hatami.
Pipit Marianingsih, selaku pemateri, mengungkapkan bahwa sistem hidroponik yang diterapkan pada lahan terbatas memiliki dampak minimal terhadap lingkungan, dan pemahaman mengenai keterampilan hidroponik tidak cukup diperoleh dari teori saja, tetapi juga harus dipraktekkan secara langsung.
“Pemahaman keterampilan tentang hidroponik tidak hanya mendengarkan teori, tetapi juga harus praktik langsung,” ungkap Pipit.
Pipit menjelaskan bahwa hidroponik dapat diterapkan secara realistis di lahan terbatas, seperti di perkotaan, dengan sistem (instalasi, alat, dan bahan) yang bervariasi dari yang sederhana hingga yang kompleks, serta memiliki risiko kerusakan lahan yang rendah. Namun, ia juga menekankan bahwa penggunaan nutrisi yang tidak terkontrol dan pembuangan larutan nutrisi secara sembarangan dalam dosis tinggi dapat mencemari air. Oleh karena itu, ia menyarankan untuk mempelajari cara penggunaan nutrisi sesuai kebutuhan agar dampak negatif tersebut dapat dihindari.
“Hidroponik dapat diterapkan di lahan terbatas, sehingga kecil kemungkinan berdampak pada kerusakan lahan,” jelasnya.
Raya Harir Farid, salah satu siswa sekaligus peserta seminar, mengatakan bahwa setelah mengikuti seminar, ia lebih memahami hidroponik dan merasa tertarik untuk mencobanya. Raya juga mengungkapkan bahwa hidroponik dapat menjadi solusi pertanian di masa depan, terutama di perkotaan, karena lebih fleksibel dan dapat dilakukan di mana saja. Menurutnya, wilayah perkotaan umumnya memiliki lahan yang sempit dan kurang memungkinkan untuk membuka lahan pertanian yang luas, sehingga hidroponik menjadi alternatif yang lebih praktis dan mudah diterapkan.
“Saya menjadi tahu hidroponik secara mendalam dan lumayan tertarik untuk mencobanya. Hidroponik juga cenderung lebih fleksibel dan bisa dilakukan di mana saja,” ucap Raya.
Reporter: Rt Ari Najwa/BU
Penulis : Anindya/BU
Editor : Nisa/BU











kerennn