Bidikutama.com – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menyampaikan klarifikasi tanggapan terkait dugaan kasus pelecehan seksual oleh mahasiswa Program D3 Perbankan dan Keuangan angkatan 2023 yang terjadi di lingkungan kampus A Untirta Pakupatan gedung B melalui akun instagram @dpmfebubtirta. Dalam instastory tersebut, DPM FEB Untirta menyampaikan keberpihakan pada korban serta mengakui bahwa pelaku bukan lagi anggota DPM FEB Untirta 2026-2027. Rabu (1/4)
Dilansir dari akun instagram @dpmfebuntirta, DPM FEB Untirta menegaskan keberpihakan pada korban dan mengaku akan segera berkoordinasi dengan pihak Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penangan Kekekerasan (PPK).
“Kami turut menyampaikan keprihatinan dan empati kepada korban, serta mendukung penuh proses penanganan yang dilakukan oleh pihak berwenang,” tulis DPM FEB dalam pernyataannya.
Lebih lanjut, DPM FEB Untirta mengaku akan menyampaikan informasi resmi sesegera mungkin.
“Pernyataan Resmi akan kami sampaikan sesegera mungkin” tulisnya.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untirta yang tidak ingin disebutkan namanya, ia menuturkan berdasarkan informasi yang beredar, kejadian terjadi di Gedung B Kampus Pakupatan. Seorang korban perempuan diduga direkam secara diam-diam saat berada di dalam kamar mandi. Pelaku kemudian diketahui tertangkap basah setelah korban berteriak, yang mengundang perhatian orang di sekitar lokasi.
“Menurut saya itu tidak pantas dan sangat disayangkan sekali karena terjadi di lingkungan kampus, apalagi pelakunya merupakan seorang mahasiswa,” tuturnya.
Ia juga berharap pihak fakultas segera memberi sanksi agar kejadian tidak terulang lagi. Ia juga menilai informasi yang beredar sudah cukup jelas karena banyak saksi serta adanya bukti dari ponsel pelaku berupa video
“Saya berharap pihak kampus bisa tegas ngasih sanksi ke pelaku agar kejadian ini tidak terulang” harapnya.
Sementara itu, mahasiswa dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) yang tidak ingin namanya disebutkan, juga menilai bahwa kasus tersebut memprihatinkan apalagi di lingkungan kampus yang seharusnya menjadi tempat aman untuk belajar dan berkembang, alih-alih justru menjadi lokasi terjadinya pelecehan dengan melibatkan banyak korban.
“Kasus ini sangat memprihatinkan karena terjadi di lingkungan kampus yang seharusnya menjadi tempat aman untuk mencari ilmu dan berkembang,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, korban sempat menahan pelaku setelah kejadian di kamar mandi. Selain itu, ditemukan sejumlah rekaman lain yang memperlihatkan dugaan korban tidak hanya perempuan, tetapi juga laki-laki.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pihak kampus perlu segera mengambil tindakan tegas tanpa menutup-nutupi demi menjaga nama baik institusi dan memastikan perlindungan terhadap para korban menjadi prioritas utama.
“Jangan sampai kasus ini diselesaikan secara diam-diam hanya demi menjaga nama baik institusi. Yang terpenting adalah melindungi korban,” tegasnya.
Pihak Bidik Utama sudah berupaya menghubungi Dekan FEB Untirta terkait tanggapan adanya kasus pelecehan yang menjerat korban mahasiswa/i FEB tetapi sayangnya ia memilih untuk bungkam.
Reporter: Zafira
Penulis: Sheril
Editor: Aqila










