Bidikutama.com — Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menghadirkan cara berbeda untuk menyuarakan identitas kampus. Melalui band resmi “Hits and Green Band”, Untirta merilis album perdana yang berisi 10 lagu bertema kampus dan nilai-nilai yang diusung pada Dies Natalis Untirta tahun 2024. Rabu (22/4)
Kehadiran band “Hits and Green Band” menjadi salah satu upaya kampus menghadirkan ruang ekspresi di luar akademik, sekaligus wadah untuk menunjukkan bagaimana identitas institusi dapat disampaikan melalui medium yang lebih dekat dengan civitas akademika.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Hubungan Masyarakat (Humas) Untirta, Adhitya Angga Pratama, menjelaskan bahwa pembentukan band ini merupakan bagian dari upaya kampus mengembangkan seni sekaligus mendukung kesehatan mental. Proses produksinya melibatkan berbagai unsur, termasuk mahasiswa melalui Paduan Suara Mahasiswa.
“Lagu-lagu ini ditulis dari puisi Rektor Untirta, kemudian diaransemen dan dinyanyikan bersama sehingga terasa inklusif,” ujarnya.
Sejumlah lagu dalam album tersebut, seperti Hijau Kampusku dan Untirta Jawara, mengangkat peran kampus dalam masyarakat. Lagu-lagu ini juga dinilai dapat menjadi media promosi sekaligus penguatan identitas institusi.
“Beberapa lagu-lagu ini bisa dimanfaatkan sebagai media promosi dan branding kampus,” tambahnya.
Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Untirta, yang tidak ingin namanya disebutkan, menilai keberadaan lagu kampus memiliki nilai penting sebagai simbol identitas. Menurutnya, karya tersebut layak untuk menampilkan branding positif institusi.
“Liriknya menonjolkan keunggulan kampus. Karya seperti ini penting untuk didukung dan disebarluaskan,” ujarnya.
Ia juga menilai lagu kampus memiliki manfaat nyata bagi mahasiswa.
“Lagu resmi kampus itu penting karena menjadi identitas dan semangat bagi mahasiswa. Ini bisa menjadi nilai tambah selain keunggulan akademik” tuturnya.
Di sisi lain, tidak semua mahasiswa memiliki pandangan serupa.
Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untirta, yang juga tidak ingin disebutkan namanya, menilai keberadaan lagu kampus belum menjadi kebutuhan mendesak. Meski demikian, ia mengakui lagu kampus tetap memiliki peran dalam membangun citra Untirta melalui lirik-liriknya.
“Tidak terlalu penting karena sudah ada mars kampus, tapi bisa digunakan saat acara tertentu,” katanya.
Meski begitu, ia mengakui lagu kampus tetap memiliki manfaat dalam membangun citra institusi.
“Lagu kampus ini bisa diselipkan pesan tentang identitas dan citra kampus” tutupnya.
Reporter : Firda/BU
Penulis : Neffaroh/BU
Editor : Rhamaditya/BU











