• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Minggu, 15 Maret 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Berita Mahasiswa

Etnomatematika dalam Permainan Tradisional

13 Apr. 2024
pada Berita Mahasiswa
0
Etnomatematika dalam Permainan Tradisional

Sumber : pinterest

587
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com — Matematika merupakan ilmu pasti yang dipelajari dari sekolah dasar hingga menengah. Meskipun dianggap sulit dan membosankan oleh sebagian, sebenarnya matematika memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pendekatan seperti etnomatematika hadir untuk mengintegrasikan nilai budaya ke dalam pembelajaran matematika. (14/2)

Secara bahasa, etnomatematika berasal dari kata “Ethno” yang diartikan sebagai sesuatu yang mengacu pada konteks sosial budaya, seperti budaya masyarakat, kode perilaku, mitos, simbol, dll. “Mathema” diartikan sebagai menjelaskan, mengetahui, melakukan kegiatan, seperti pengkodean, mengukur, dan menyimpulkan dan “Tics” berasal dari kata techne yang berarti teknik. Secara istilah, etnomatematika merupakan antropologi budaya pada matematika dan pendidikan matematika. Salah satu contoh penerapan etnomatematika bisa dilihat dari permainan tradisional.

Berikut ini beberapa permainan tradisional yang di dalamnya mengandung unsur-unsur etnomatematika.

1. Permainan Kelereng

Permainan kelereng adalah permainan tradisional yang sangat popular dan banyak dijumpai di wilayah Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Jhenny Windya

Pratiwi dan Heni Pujiastuti yang berjudul “Eksplorasi Etnomatematika pada Permainan Tradisional Kelereng”, ditemukan bahwa terdapat unsur etnomatematika dalam permainan kelereng, yaitu bentuknya yang seperti bola sehingga bisa dijadikan sebagai media pembelajaran materi bangun ruang. arena yang digunakan berbentuk lingkaran sebagai tempat pengumpul kelereng pasangan dan juga untuk menyatukan kelereng pasangan dengan membentuk segitiga dengan jari dapat digunakan sebagai contoh dari materi geometri. Selain itu, untuk menghitung jarak kelereng ke lingkaran menggunakan jengkal tangan dapat digunakan sebagai materi menghitung jarak.

2. Permainan Engklek

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Siti Halimatul Maulida yang berjudul “Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika melalui Permainan Tradisional Engklek”, ditemukan bahwa permainan engklek mengandung beberapa unsur matematika, yaitu unsur materi geometri, bidang permainan engklek yang berbentuk segi empat dan setengah lingkaran ini termasuk dalam materi bangun datar dalam pembelajaran matematika. Perbandingan, saat menggambar petak engklek biasanya terdapat gambar yang lebih besar atau lebih kecil artinya terdapat pengaplikasian konsep perbandingan gambar. Peluang, saat menentukan urutan pemain maka pemain melakukan hompimpa artinya tanpa disengaja pemain tersebut sudah mengaplikasikan konsep peluang.

3. Permainan Congklak

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Citra Demi Karina, Supardi U.S, dan Suparman I.A yang berjudul “Eksplorasi Etnomatematika pada Permainan Tradisional Indonesia Komunitas TGR (Traditional Games Return)”, ditemukan bahwa pada permainan tradisional congklak mengandung unsur operasi hitung dan urutan bilangan. Ketika para pemain memasukkan biji ke dalam lubang biji telah terjadi proses menghitung yang dimana melibatkan dua kemampuan yang berbeda. Pertama, anak harus dapat menghasilkan data standar dari menghitung dengan angka dengan urutan: “satu, dua, tiga empat … dst.” Kedua, pemain harus dapat menghubungkan urutan ini dengan cara satu demi satu pada himpunan yang dihitung. Dengan demikian, permainan congklak selain membantu pemain mengenal bilangan-bilangan asli, pemain dapat berlatih meningkatkan kemampuan berhitungnya.

4. Permainan Layangan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Citra Demi Karina, Supardi U.S, dan Suparman

I.A yang berjudul “Eksplorasi Etnomatematika pada Permainan Tradisional Indonesia Komunitas TGR (Traditional Games Return)”, ditemukan bahwa pada permainan tradisional layangan mengandung unsur bangun datar layang-layang. Bentuk layangannya memiliki unsur matematika, yaitu bangun datar layang-layang. Dengan menggunakan contoh layangan, dapat dibuat soal matematika yang menggunakan konsep trigonometri.

5. Permainan Bekel

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh Citra Demi Karina, Supardi U.S, dan Suparman I.A yang berjudul “Eksplorasi Etnomatematika pada Permainan Tradisional Indonesia Komunitas TGR (Traditional Games Return)”, ditemukan bahwa pada permainan tradisional bekel mengandung unsur bangun ruang bola dan operasi hitung. Bola bekel yang berbentuk bola memiliki unsur matematika. Saat permainan, jika terdapat 6 biji bekel, maka setiap kali pemain mengambil biji bekel di lantai, pemain juga menghitung 1, 2, 3, 4, 5, 6 yaitu sudah berapa kali pemain melakukan pengambilan, serta menghitung biji bekel yang diambil saat melakukan pengambilan artinya terdapat pengaplikasian konsep menghitung yang merupakan bagian dari komponen mengenai konsep bilangan.

Dapat disimpulkan bahwa permainan tradisional tidak hanya untuk menyenangkan, tetapi bisa menjadi media yang efektif untuk belajar matematika pada anak-anak. Dengan permainan tradisional, konsep-konsep matematika dapat disampaikan secara lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh anak. Oleh karena itu, pendekatan etnomatematika dapat menjadi tambahan yang bermanfaat dalam pembelajaran matematika di sekolah terutama untuk media pembelajaran guru supaya pembelajaran matematika menjadi lebih menarik dan menyenangkan.

 

 

Penulis : Ulfa Yulia Anggrayni/Mahasiswa Pendidikan Matematika Untirta

Editor : Annisa M/BU

Tag: budayaetnoEtnomatematikaMatematikaPermainan Tradisional
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Sambut Bulan Suci Ramadan, Masjid SNAB Untirta Gelar Kegiatan Buka Puasa dan Shalat Tarawih Bersama

Pos Selanjutnya

Untirta Lakukan Renovasi Kantin Sindangsari dengan Konsep Modern Minimalis

BERITA TERKAIT

Wajib Tahu! Berikut Tata Cara Akses Repository Untirta

Wajib Tahu! Berikut Tata Cara Akses Repository Untirta

13 Mar. 2026
61
Sempat Semraut, Parkiran Kampus FKIP Kini Mulai Terkondisikan

Sempat Semraut, Parkiran Kampus FKIP Kini Mulai Terkondisikan

27 Feb. 2026
43
Pos Selanjutnya
Untirta Lakukan Renovasi Kantin Sindangsari dengan Konsep Modern Minimalis

Untirta Lakukan Renovasi Kantin Sindangsari dengan Konsep Modern Minimalis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

KPUM FH Perketat Proses Pendaftaran Administrasi Pemira FH 2024  

KPUM FH Perketat Proses Pendaftaran Administrasi Pemira FH 2024  

16 Des. 2024
87
7 Tanda Kemunduran Mental saat Pandemi yang Harus Diwaspadai

7 Tanda Kemunduran Mental saat Pandemi yang Harus Diwaspadai

23 Nov. 2020
199

Berita Populer

Tragedi Kawin

Tragedi Kawin

20 Mei. 2022
4.6k
Wajib Tahu! Berikut Tata Cara Akses Repository Untirta

Wajib Tahu! Berikut Tata Cara Akses Repository Untirta

13 Mar. 2026
61
Presma Untirta Tanggapi Ancaman Pembunuhan Ketua BEM UGM 

Presma Untirta Tanggapi Ancaman Pembunuhan Ketua BEM UGM 

11 Mar. 2026
44
Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
550
5 Rekomendasi Tempat Bukber Instagramable di Kota Serang.

5 Rekomendasi Tempat Bukber Instagramable di Kota Serang.

29 Mar. 2023
1k
Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
4.6k

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Kepolisian
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Pusat Studi Kepolisian
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio