Bidikutama.com — Malam grand final Pemilihan Duta Fakultas Hukum (FH) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) 2025 berlangsung megah di Convention Center Hall Gedung Rektorat Untirta pada Kamis (21/8). Acara ini secara resmi menobatkan Fachreza sebagai Duta Putra dan Adinda sebagai Duta Putri FH 2025. Jumat (22/8)
Ketua Pelaksana, Mochammad Afzalnor Arsyad, menekankan bahwa acara ini tidak semata-mata sebagai seremonial tahunan, melainkan bertujuan sebagai ajang untuk melahirkan figur yang akan membawa nama baik fakultas.
“Tujuan utama acara ini adalah mencari regenerasi dan individu berkualitas yang menjiwai nilai Fakultas Hukum, Sultan Jawara, serta memiliki keunggulan dalam brain, beauty, and behavior,” ujar Afzal.
Afzalnor juga memaparkan perjalanan panjang yang harus ditempuh para finalis, proses seleksi berlangsung sekitar satu bulan, dimulai dari tahap pendaftaran hingga seleksi administrasi. Setelah itu, peserta menghadapi wawancara oleh dosen untuk menguji wawasan mereka dan finalis yang lolos kemudian menjalani karantina intensif selama enam hari, di mana mereka mendapat materi seputar kepemimpinan, kepribadian, hingga public speaking.
“Tantangan utama ada pada penyesuaian jadwal dan kondisi kesehatan peserta. Namun panitia menyiapkan tim khusus sehingga kendala tetap bisa diatasi,” tuturnya.
Fachreza Kaffi Pamungkas, yang diumumkan sebagai Duta Putra FH 2025, mengaku tidak menyangka dan menganggap kemenangannya sebagai sebuah amanah besar. Ia juga menjelaskan gagasan yang ingin diwujudkan selama menjabat dan ia berharap duta dapat menjadi jembatan aman bagi mahasiswa yang sering ragu menyampaikan keluhan atau aspirasinya.
“Banyak mahasiswa takut melapor terkait kesehatan mental atau kekerasan seksual. Duta hadir sebagai teman cerita sekaligus teman aman mereka,” tegas Fachreza.
Sementara itu, Adinda Saharani, tampak tersenyum lega setelah namanya diumumkan sebagai Duta Putri FH 2025, ia mengakui sempat merasa ragu karena kondisi kesehatannya menurun menjelang malam final. Namun, rasa bangga yang ia rasakan berhasil mengalahkan kegelisahannya.
“Alhamdulillah, saya sangat senang meski awalnya tidak menyangka. Motivasi saya adalah membanggakan orang tua dan mencoba pengalaman baru,” ungkap Adinda.
Sedangkan, Reyhan Adriansyah, dewan juri, memberikan evaluasi terhadap proses penilaian yang cukup menantang, Ia menekankan bahwa pemilihan duta tidak hanya menilai penampilan fisik, tetapi juga kedalaman wawasan dan konsistensi performa para finalis. Reyhan juga menambahkan bahwa keputusan yang diambil benar-benar objektif.
“Kami juga menilai wawasan dan performa mereka, baik saat karantina maupun grand final,” jelas Reyhan.
Reporter: Rizqy, Amalia/BU
Penulis : Irfan/BU
Editor: Putri Nur/BU









