Bidikutama.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) resmi meluncurkan Laboratorium Disabilitas untuk pendidikan inklusif. Kehadiran laboratorium ini menunjukkan komitmen Untirta dalam mendukung penyandang disabilitas dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah dan inklusif. Kamis (5/12)
Laboratorium ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa disabilitas, termasuk speaker portable yang diperuntukkan bagi mahasiswa dengan kesulitan pendengaran.
Ria Sudiana, Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum FKIP Untirta, menjelaskan bahwa fasilitas tersebut sangat penting untuk memastikan semua mahasiswa dapat mengikuti proses pembelajaran secara optimal.
“Kami menyediakan speaker portable untuk memfasilitasi mahasiswa yang memiliki kesulitan pendengaran,” jelas Ria.
Selain itu, laboratorium juga menyediakan ruang konsultasi bagi orang tua anak berkebutuhan khusus. Ria menekankan dukungan orang tua sangat krusial dalam perkembangan anak, dan ruang ini dirancang untuk memberikan informasi serta bimbingan kepada mereka.
“Sebab, jika orang tua tidak siap secara fisik dan mental, hal ini dapat berdampak negatif pada perkembangan anak,” tambah Ria.
Ria menjelaskan bahwa upaya mendukung keberlanjutan dilakukan dengan terus melengkapi fasilitas yang tersedia, termasuk memperluas ruangan laboratorium dan menambahkan kamar khusus untuk konsultasi. Ia menambahkan bahwa kebutuhan ruang disesuaikan secara bertahap, seperti menyediakan ruang lebih luas untuk kegiatan klasikal dan ruang individual, sambil menunggu fasilitas tambahan yang masih dalam pengiriman.
“Kami menyediakan empat ruangan khusus untuk treatment serta satu ruangan besar, Insya Allah, sebagian besar kebutuhan akan terpenuhi pada tahun depan,” tutup Ria.
Mahasiswa FKIP menyambut positif peresmian laboratorium disabilitas ini. Mereka menilai fasilitas tersebut sangat membantu dalam memberikan layanan khusus bagi teman-teman disabilitas.
Seorang mahasiswa yang enggan disebutkan namanya, menyatakan bahwa keberadaan laboratorium ini merupakan langkah baik untuk mendukung mahasiswa disabilitas.
“Sangat bagus untuk yang disabilitas, namun baiknya harus ada pendamping saat digunakan,” ujarnya.
Maryam, mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), berharap laboratorium ini dapat membantu mahasiswa disabilitas mencapai kesetaraan dengan mahasiswa lainnya.
“Dengan adanya laboratorium tersebut semoga dapat mempermudah teman teman mahasiswa disabilitas agar bisa disetarakan dengan mahasiswa lain,” ungkap Maryam.
Reporter : Nana, Dini, Regina, Meiva/BU
Penulis : Putri Nur/BU
Editor : Annisa M/BU










