Bidikutama.com – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) meluncurkan layanan kotak Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K) di lokasi strategis kampus. Inisiatif ini bertujuan mendukung layanan kesehatan bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan melalui peran tim komunitas kesehatan fakultas. Senin (18/11)
Ria Sudiana, Wakil Dekan Bidang Perencanaan, Keuangan, dan Umum FKIP Untirta, menjelaskan bahwa kotak P3K kini tersedia di berbagai lokasi strategis, termasuk gedung A, B, C, serta pos keamanan kampus.
“Fakultas baru menyediakan sarana dan prasarana standar minimal, seperti obat-obatan. Pos keamanan juga berperan karena mereka tersedia 24 jam,” ujar Ria.
Ria menjelaskan bahwa pengadaan obat-obatan dalam kotak P3K dilakukan dengan cermat, memperhatikan masa kedaluwarsa, dan evaluasi kebutuhan berdasarkan masukan berbagai pihak. Namun, ia menegaskan bahwa layanan ini hanya tersedia selama jam operasional kampus, kecuali di pos keamanan yang beroperasi sepanjang hari.
“Obat-obatan seperti minyak angin, obat pusing, dan balsem disesuaikan dengan kebutuhan yang sering muncul di kampus,” jelasnya.
Ahliq Karim, mahasiswa Bimbingan dan Konseling, mengapresiasi langkah FKIP dalam menyediakan layanan P3K. Menurutnya, layanan ini sangat bermanfaat karena memungkinkan mahasiswa mendapatkan pertolongan pertama dengan cepat.
“Saya mendukung adanya fasilitas ini, tetapi harus ada sosialisasi agar mahasiswa bisa menjaga dan merawatnya,” kata Ahliq.
Hal serupa disampaikan oleh Nurholisoh, mahasiswa Pendidikan Vokasional Teknik Mesin, yang menyatakan dukungannya terhadap keberadaan layanan P3K di kampus.
“Pelayanan kesehatan ini seharusnya ada lebih awal. Dengan adanya kotak P3K, semoga kasus seperti mahasiswa pingsan yang sulit mendapat pertolongan cepat di masa lalu tidak terulang,” ujar Nur.
Namun, Nurholisoh juga mengusulkan agar setiap gedung dilengkapi ruang khusus untuk menangani mahasiswa yang mengalami kecelakaan atau sakit, serta adanya petugas medis yang siaga setiap hari.
“Harapan saya mahasiswa dapat bertanggung jawab dalam menggunakannya dan dari pihak komunitas juga dapat mencari cara untuk menanggapi problem tersebut,” harapnya.
Reporter : Hasna, Nadira, Hendri/BU
Penulis : Saeful/BU
Editor : Ardhilah/BU










