Bidikutama.com – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menggelar aksi mimbar bebas di lingkungan Kampus C Untirta Ciwaru, pada Kamis (15/4). Dalam Aksi tersebut menyampaikan aspirasi mahasiswa terkait sejumlah isu nasional, mulai dari hukum, hak asasi manusia (HAM), hingga pendidikan. Minggu (19/4).
Presiden Mahasiswa BEM KBM Untirta, Muhammad Ridam, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan berbagai isu kepada publik serta meningkatkan kesadaran sivitas akademika.
“Kegiatan ini menjadi langkah untuk menyebarkan informasi kepada sivitas kampus agar mendengar dan melihat aspirasi – aspirasi yang terdengar di mimbar bebas hari ini,” ujarnya.
la berharap dengan adanya kegiatan ini bisa tetap menjaga gelombang estafet aksi nasional sebelumnya.
“Isu yang pernah ada dibawa sehingga bisa terakumulasi dengan isu terbaru,” harapnya.
Abrar, Perwakilan BEM Fakultas Hukum (FH) Untirta menyoroti kasus tahanan politik mahasiswa Untirta, di mana para polisi menguasai ruang persidangan untuk mengintimidasi.
“Suara dibungkam oleh aparat penegak hukum dengan adanya polisi di persidangan menguasai ruangan dengan tujuan mengintimidasi,” jelasnya.
Abrar juga menyampaikan adanya ketimpangan pendapatan antara guru honorer yang masih minim dengan karyawan MBG.
“Bekerja di MBG mendapat 6 juta sedangkan guru honorer hanya 350 ribu, di mana ini tidak ada kesetaraan,” tegasnya
Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Sejarah Untirta, yang turut bergabung dalam mimbar bebas, Raffi Pabas Padana, menegaskan bahwa mimbar bebas ini menjadi ruang belajar untuk merasakan keresahan yang sama, serta menimbulkan kesadaran untuk mengawal isu – isu yang sedang terjadi.
“Teman – teman mahasiswa bisa meningkatkan kesadaran atas kerusakan yang sudah terjadi dan bisa mengawal isu yang sudah ada,” jelasnya.
Raffi berpendapat mengenai berbagai kasus ancaman oleh pihak militer. Ia berpendapat bahwa demokrasi sudah kehilangan hakikatnya.
“Tentara seharusnya menjaga masyarakat namun malah merusak struktur dan kestabilan ekonomi masyarakat,” tegasnya.
Reporter : Sheril/BU
Penulis : Abyan/BU
Editor : Anindya/BU











