Bidikutama.com – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) telah melepas wisudawan sebanyak 711 mahasiswa pada pelaksanaan Wisuda Gelombang Ketiga Tahun 2025, pada Minggu (22/6). Acara yang berlangsung khidmat ini turut dihadiri oleh salah satu pejabat dari Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas RI), yang memberikan pengayaan materi berbasis data mengenai tantangan kompetisi global. Senin (23/6)
Rektor Untirta, Fatah Sulaiman, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran pelaksanaan wisuda kali ini. Ia menilai kehadiran Deputi Bappenas menjadi momen berharga, sekaligus bentuk sinergi antara pemerintah pusat dengan perguruan tinggi dalam mendorong pengembangan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Wisuda gelombang ketiga ini berjalan lancar. Kita juga mendapat pengayaan dari Bappenas RI yang sangat mencerahkan, terutama dalam menyiapkan lulusan menghadapi tantangan global,” ujar Fatah.
Menurutnya, kerjasama dengan Bappenas telah terjalin sejak perencanaan kampus baru Untirta sehingga dukungan pun akan terus berlanjut untuk pengembangan tahap selanjutnya. Tak hanya itu, kampus juga terus berupaya memfasilitasi para lulusan dengan informasi dunia kerja.
“Hampir tiap bulan kita adakan job career fair. Kita juga punya Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dan pelatihan kompetensi tambahan, termasuk bahasa asing. Itu semua bisa diakses oleh mahasiswa,” tambah Fatah.
Salah satu lulusan dari prodi Teknik Metalurgi, Riefa Ibni Rahman, turut berbagi kesan selama menempuh pendidikan di Untirta. Menurutnya, kampus memberikan banyak peluang, termasuk kesempatan untuk mengikuti program ke luar negeri melalui International Office.
“Selama di Untirta saya merasa banyak memiliki peluang untuk ke luar negeri, contohnya, jika kita aktif di perkuliahan, kita bisa menghubungi International Office,” ungkap Riefa.
Meskipun demikian, Riefa mengakui tugas akhir bukan hal mudah bahkan ia sempat mengganti judul karena kendala teknis tetapi, ia menemukan solusi lewat diskusi dengan dosen pembimbing dan rekan sejawatnya. Sebagai penutupan, ia menyampaikan pesan semangat bagi lulusan dan mahasiswa yang masih berjuang.
“Semangat itu hal yang paling penting. Jika kamu tidak semangat, berarti kamu sudah menyerah sebelum berjuang.” tutup Riefa.
Reporter: Dini, Salsa, Anindya/BU
Penulis: A. Dinara/BU
Editor: Rizqy/BU









