Bidikutama.com – Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) telah menggelar aksi pada Jumat (31/3) di Jalan Trip Jamaksari, Sumurpecung. Dalam aksi tersebut, terdapat 17 tuntutan yang disuarakan. (2/3)
Presiden Mahasiswa (Presma) Untirta, Ferdinan Algifari Putra, menyebutkan ketujuh belas tuntutan tersebut yakni :
- Cabut UU Cipta Kerja
- Kembalikan marwah konstitusi dan tuntutan pengkhianatan terhadap konstitusi
- Kembalikan implementasi dan substansi UU Pokok Agraria atau UU PA.
- Revitalisasi UU No.13 Tahun 2022 tentang perubahan kedua atas UU No.12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan.
- Kembalikan implementasi dan substansi nilai-nilai yang yang terkandung di dalam pancasila itu sendiri
- Turunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan harga pokok
- Menuntut kembali nya hak-hak guru yang dibatasi
- Mewujudkan wadah bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam memutuskan kebijakan
- Tolak rancangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas)
- Cabut Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP)
- Cabut Pasal Karet Undang-Undang Informasi dan Teknologi Elektronik (UU ITE) yang membatasi hak-hak digital masyarakat
- Revitalisasi kebijakan impor pangan sesuai amanat UU No.18 Tahun 2012
- Wujudkan tata kelola pemerintahan yang baik berdasarkan good government
- Meningkatkan partisipasi publik dalam merumuskan kebijakan publik
- Cabut Permenaker No.5 Tahun 2023
- Kepastian hukum di sektor ekonomi yang memihak kepada rakyat
- Hentikan diskriminasi terhadap gerakan mahasiswa dalam di iklim politik
Aksi ini diikuti oleh 500 mahasiswa dan diiringi dengan pertunjukan teatrikal yang ditampilkan oleh mahasiswa.
Mahasiswa Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Ilham Alif menyampaikan bahwa aksi daerah ini mengimplementasikan peran mahasiswa sebagai social control.
“Demokrasi kalau tidak ada implementasi pro dan kontra berarti ada yang aneh dalam demokrasi tersebut. Jadi terkait aksi teman-teman di sana (yang berdemo) cukup mewakili negara Indonesia sebagai negara yang berdemokrasi dan sudah mengimplementasikan salah satu poin mahasiswa sebagai social control,”tutupnya.
Reporter : Khoirunnisa, Rani/BU
Penulis : Uswa/BU
Editor : Aleda/BU











