Bidikutama.com – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sukses menyelenggarakan acara dengan mengangkat tema “Dari Kampus untuk Peradaban Mencetak Pemimpin dengan Nilai Islam”. Acara ini bertujuan untuk melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter Islami dan memiliki arah tujuan hidup yang jelas. Selasa (11/11)
Fatih, Ketua Pelaksana, mengungkapkan tema ini dipilih sebagai respon atas situasi dimana mahasiswa cerdas secara intelektual namun, rentan kehilangan nilai arah bahkan tujuan hidup. Dengan acara ini diharapkan menjadi tonggak awal bagi kesadaran mahasiswa yang menjadi pimpinan membawa ilmu, iman, dan beraksi nyata dalam membangun peradaban yang bernilai.
“Melalui tema ini, KAMMI ingin menegaskan bahwa perubahan besar berawal dari kampus sebagai titik awal lahirnya generasi yang tidak hanya mampu berpikir kritis, namun juga berkarakter mencerminkan nilai Islami,” ungkap Fatih.
Fatih menuturkan kunci sukses dalam menghadapi tantangan yakni berupa mengutamakan komunikasi yang terarah, perencanaan yang matang, sikap terbuka, dan bernita menjaga niat karena Allah kekompakan tim. Terakhir ia berharap KAMMI Untirta terus menjadi wadah pembinaan yang aktif, solid, dan berpengaruh positif, melahirkan pemimpin muda yang berilmu, berakhlak, dan solutif berlandaskan Islam. Ditutup dengan harapan menutup agar semangat bergerak, berdakwah, dan berkontribusi selalu hidup di setiap kader.
“Semoga semangat bergerak, berdakwah, dan berkontribusi selalu hidup di setiap kader, agar KAMMI Untirta tetap menjadi pelopor perubahan dari kampus menuju peradaban,” harap Fatih
Salah satu Pemateri, Moehammad Fadli, menekankan bahwa pelatihan kepemimpinan berlandaskan nilai Islam sangat penting, dengan harapan dari pelatihan ini lahir para pemimpin yang amanah, jujur, dan punya prinsip yang baik untuk kemajuan bangsa. Tujuan utama dari materi yang disampaikannya adalah menanamkan kesadaran bahwa banyak masalah di sekitar yang menuntut peserta untuk bergerak dan mencari solusi, harapannya, para peserta menjadi penggerak perubahan agar masalah sosial di lingkungan bisa teratasi.
“Materi yang saya sampaikan bahwa banyak ketidakmajuan dan masalah di sekitar kita yang menuntut kita untuk bergerak, masalah-masalah ini tentu perlu ada solusi dan orang yang melaksanakan solusi tersebut. Harapannya para peserta yang hadir menjadi problem solver atau menjadi penggerak perubahan supaya masalah-masalah sosial yang ada di lingkungannya bisa teratasi
Isam, salah satu peserta dari Fakultas Hukum (FH) Untirta, mengungkapkan alasan bahwa ia termotivasi bergabung KAMMI karena organisasi ini mengajarkan cara menjadi agent of change tanpa menghilangkan nilai keislaman. Tidak hanya itu, Ihsan mengaku pengalaman ini dirasa sangat berkesan karena mendapatkan teman dari berbagai universitas dan nilai kebersamaan.
“Organisasi inilah yang diajarkan bagaimana menjadi agent of change terutama kita mahasiswa tanpa menghilangkan nilai-nilai keislaman kita jadi, saya tergerak atau termotivasi ingin memasuki organisasi KAMMI,” ungkap Isam.
Terakir, Isam berharap KAMMI dapat mengembangkan potensinya, terutama di bidang hukum, dan menjadi bekal nilai Islam agar ia dapat menegakkan hukum secara idealis tanpa memandang siapa pun.
“Selalu mengajarkan nilai-nilai Islam dapat menjadi bekal saya nanti saat sudah menjadi penegak hukum, agar saya bisa terus menegakkan hukum secara idealis tanpa memandang siapa orang yang berhadapan pada hukum tersebut” harap Isam.
Reporter : Rhamaditya, Rida/BU
Penulis: Abyan/BU
Editor: Nadira/BU











