• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Rabu, 13 Mei 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Berita Mahasiswa

Kemendikbud Akan Lakukan Transformasi Pola Baru untuk Seleksi Masuk PTN

28 Nov. 2022
pada Berita Mahasiswa
0
Kemendikbud Akan Lakukan Transformasi Pola Baru untuk Seleksi Masuk PTN

Tangkapan layar Nadiem Anwar Makarim, dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode Ke-22 (Sumber : Youtube)

14
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) mengumumkan pergantian/transformasi pola pada seleksi masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Adapun, Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN), dan Seleksi Mandiri, yang mengalami perubahan nantinya. (10/9)

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim, dalam peluncuran Merdeka Belajar Episode Ke-22 mengatakan bahwa arah baru transformasi seleksi masuk PTN dilakukan melalui 5 prinsip perubahan.

“Yaitu mendorong pembelajaran yang menyeluruh, lebih berfokus pada kemampuan penalaran, lebih inklusif dan lebih mengakomodasi keragaman peserta didik, lebih transparan, serta lebih terintegrasi dengan mencakup bukan hanya program sarjana, tetapi juga diploma tiga dan diploma empat/sarjana terapan,” tutur Nadiem.

Dilansir dari laman resmi kemendikbud.go.id, berikut beberapa perubahan pada seleksi masuk PTN :

1. Pada seleksi nasional berdasarkan prestasi, Mendikbudristek menjelaskan bahwa seleksi akan berfokus pada pemberian penghargaan tinggi atas kesuksesan pembelajaran yang menyeluruh di pendidikan menengah (SMA -red). Hal ini dilakukan melalui pemberian bobot minimal 50 persen untuk nilai rata-rata rapor seluruh mata pelajaran. Seleksi nasional berdasarkan prestasi menggantikan Seleksi Nasional Masuk PTN (SNMPTN). Sebelumnya, pada jalur SNMPTN calon mahasiswa dipisahkan berdasarkan jurusan di pendidikan menengah (SMA -red).

2. Pada seleksi nasional berdasarkan tes, nantinya akan berfokus pada pengukuran kemampuan penalaran dan pemecahan masalah. Sebelumnya, pada jalur Seleksi Bersama Masuk PTN (SBMPTN) ujian dilakukan dengan menggunakan banyak materi dari banyak mata pelajaran yang secara tidak langsung memicu turunnya kualitas pembelajaran dan peserta didik kurang mampu menjadi lebih sulit untuk dapat sukses pada jalur ini.

3. Pada seleksi secara mandiri oleh PTN, pemerintah mengatur agar seleksi diselenggarakan secara lebih transparan dengan mewajibkan PTN untuk melakukan beberapa hal sebelum dan setelah pelaksanaan seleksi secara mandiri.

Sebelum pelaksanaan seleksi secara mandiri, PTN wajib mengumumkan beberapa hal, antara lain jumlah calon mahasiswa yang akan diterima masing-masing program studi/fakultas; metode penilaian calon mahasiswa yang terdiri atas tes secara mandiri, kerja sama tes melalui konsorsium perguruan tinggi, memanfaatkan nilai dari hasil seleksi nasional berdasarkan tes, dan/atau metode penilaian calon mahasiswa lainnya yang diperlukan; serta besaran biaya atau metode penentuan besaran biaya yang dibebankan bagi calon mahasiswa yang lulus seleksi.

Lebih lanjut, sesudah pelaksanaan seleksi secara mandiri PTN diwajibkan mengumumkan beberapa hal, antara lain jumlah peserta seleksi yang lulus seleksi dan sisa kuota yang belum terisi; masa sanggah selama lima hari kerja setelah pengumuman hasil seleksi; dan tata cara penyanggahan hasil seleksi.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Dinda Septiana, turut memberikan tanggapannya atas kebijakan baru yang dikeluarkan Kemendikbudristek.

“Menurut saya dengan adanya penghilangan sub test TKA untuk ujian SBMPTN di tahun depan pasti nantinya persaingan masuk akan lebih ketat karena hanya satu sub test saja yang diujikan,

lalu nantinya menurut saya lebih potensial para mahasiswa baru ini mengalami hal ‘salah jurusan’ dikarenakan tes TKA yang pada dasarnya bisa mengukur suatu konsentrasi keahlian dan minat mahasiswa malah dihilangkan,” tuturnya.

Reporter : Nazwa/BU
Penulis : Putri/BU
Editor : Owen/BU

Tag: berita kampusBerita Mahasiswaberita untirtaKememdikbudKemendikbud Akan Lakukan Transformasi Pola Baru untuk Seleksi Masuk PTNmahasiswaPola baruPTNSBMPTNSeleksi masuksnmptnTransformasiuntirta
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Cek Sekarang! Ditjen Dikti Beri Beasiswa untuk Program PPG

Pos Selanjutnya

Pembangunan Gereja Cilegon Mendapat Penolakan, Begini Tanggapan Sivitas Akademika

BERITA TERKAIT

Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

Untirta Batasi Penggunaan Ruang Kelas, Kegiatan Ormawa Terdampak  

13 Mei. 2026
4
Kritik Jalur Resmi Takut Ditandai, Mahasiswa Untirta Pilih Menfess 

Kritik Jalur Resmi Takut Ditandai, Mahasiswa Untirta Pilih Menfess 

13 Mei. 2026
10
Pos Selanjutnya
Pembangunan Gereja Cilegon Mendapat Penolakan, Begini Tanggapan Sivitas Akademika

Pembangunan Gereja Cilegon Mendapat Penolakan, Begini Tanggapan Sivitas Akademika

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Debat Usai, Simak Gebrakan Para Paslon Presma-Wapresma Untirta!

Debat Usai, Simak Gebrakan Para Paslon Presma-Wapresma Untirta!

18 Des. 2022
189
Disesalkan, Beredar Pamflet Hilangnya Ketua KPUM Universitas

Disesalkan, Beredar Pamflet Hilangnya Ketua KPUM Universitas

24 Mar. 2021
880

Berita Populer

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
5k
Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
886
Sekolah Inklusi Menolak Siswa Disabilitas, Dimana Letak Keadilan?

Sekolah Inklusi Menolak Siswa Disabilitas, Dimana Letak Keadilan?

2 Jul. 2025
541
Alasan Orang Saling Sayang, Tapi Enggak Pacaran

Alasan Orang Saling Sayang, Tapi Enggak Pacaran

8 Mei. 2021
3.3k
Tragedi Kawin

Tragedi Kawin

20 Mei. 2022
4.9k
Dijamin Keren! Ini 5 Rekomendasi Buku Nonfiksi

Dijamin Keren! Ini 5 Rekomendasi Buku Nonfiksi

22 Feb. 2021
999

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Kepolisian
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Pusat Studi Kepolisian
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio