Bidikutama.com – Mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) keluhkan keterlambatan pencairan dana beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Hingga kini, masih banyak mahasiswa yang mengalami keterlambatan pencairan. (29/3)
Ketua Pokja Kemahasiswaan, Riyan S. Rian, menjelaskan bahwa pencairan dana KIP-K Untirta mengalami keterlambatan dikarenakan banyak mahasiswa penerima KIP-K yang belum mengisi administrasi registrasi online. Jika salah satu mahasiswa terlambat mengisi registrasi online maka akan berpengaruh kepada semuanya.
“Kalau ada misalnya satu yang tertinggal semuanya akan terhambat,” jelas Riyan.
Riyan juga mengungkapkan langkah mitigasi telah diambil oleh kemahasiswaan, untuk penerima KIP-K yang belum tersinkronisasi di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), sementara akan ditinggal dahulu, nanti akan diajukan kembali setelah proses selesai untuk segera mencairkan beasiswa kepada mereka penerima KIP-K
“Jadi yang tidak ada kita tinggal dulu, sementara nanti kita ajukan kembali setelah proses ratamnya,” tambah Riyan.
Kedepannya Riyan, mengharapkan kepada mahasiswa jika semua administrasi sudah lengkap secepatnya untuk mengisi registrasi online dan bagi penerima KIP-K untuk memanfaatkan biaya hidupnya sebaik mungkin.
“Harusnya kan sesuai dengan peruntukannya, kan. Biaya buat UKT ya dipakai untuk UKT, biaya transportasi kuliah dan beli buku dan lainnya,” harap Riyan
Hal ini ditanggapi oleh salah satu mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Annisa Iktamiyah, yang sangat menyayangkan terlambatnya pencairan dana beasiswa KIP-K ini, hal ini akan terasa sangat menyulitkan bagi mahasiswa kurang mampu yang mengandalkan KIP-K.
“Bagi mahasiswa yang mengandalkan KIP-K untuk mendukung biaya pendidikan mereka, setiap penundaan atau keterlambatan pencairan akan menimbulkan kecemasan dan kesulitan secara nyata,” ungkap Annisa.
Annisa juga berharap agar pemerintah maupun pihak kampus untuk secepatnya mengidentifikasi masalah agar tidak terjadi lagi masalah yang berulang.
“Dapat dipercepat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh para penerima sesegera mungkin, tanpa mengorbankan kualitas ataupun akurasi,” harap Annisa.
Mahasiswa FKIP, Reza, juga menanggapi keterlambatan KIP-K ini banyak disebabkan dari faktor mahasiswanya. Banyak mahasiswa yang telat mengisi KRS, registrasi ulang dan juga pengisian registrasi online yang menyebabkan mundurnya pencairan beasiswa KIP-K dari jadwal yang telah ditentukan. Reza menerangkan KIP-K ini berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan seperti bahan pokok dan transportasi ia ke kampus sehari-hari.
“Jelas sangat berpengaruh dan sangat terasa efeknya karena harus hidup mengirit dan sebisa mungkin meminimalisir pengeluaran untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Reza
Reporter : Natasya, Dinar, Robiatul, Tyas/BU
Penulis : Rifqi/BU
Editor : Alvina/BU










