• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Minggu, 11 Januari 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Berita Mahasiswa

Kisah Hidup Buya Hamka Menurut Cerita Sang Anak Bungsu

23 Nov. 2023
pada Berita Mahasiswa
0
Kisah Hidup Buya Hamka Menurut Cerita Sang Anak Bungsu
2.2k
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com – Pada 17 Februari 1908 di Tanah Sirah Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat lahirlah Haji Abdul Malik Karim Amrullah (Hamka) atau yang sering dikenal sebagai Buya Hamka. Di tanah kelahirannya ini pun turut menjadi bukti sejarah perjalanan hidup Buya Hamka sebagai seorang tokoh agama, jurnalis, sastrawan, politikus, dan negarawan. (23/11).

Buya Hamka lahir dari orang tua yang religius yakni Dr. AK. Amrullah atau Haji Rasul yang dikenal juga dengan inyik Dotor dan Ibunda Syafiah. Buya Hamka memiliki 12 orang anak dan hingga saat ini ada 2 orang anaknya yang masih hidup.

Salah satunya adalah Amir Syakib Arsalan, beliau adalah anak bungsu Buya Hamka atau anak yang ke-12. Saat penulis mengunjungi Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka beliau banyak bercerita tentang kehidupan ayahnya yakni Buya Hamka.

Amir Syakib Arsalan, Putra bungsu Buya Hamka, mengatakan bahwa ayahnya memang lahir di Kabupaten Agam, Sumatra Barat dan dari lahir hingga umur tujuh tahun beliau dibesarkan disini. Pada umur tujuh tahun beliau dibawa oleh ayahnya yakni Haji Rasul ke Pesantren Sumatra Tawariq yang berada di Padang Panjang, Sumatra Barat.

“Beliau belajar di pesantren kurang-lebih hanya sekitar 3 tahun hingga umurnya 10 tahun, kemudian dibawa lagi oleh inyiak tarabek seorang ulama besar untuk belajar di Pesantren Tarakbek,” ungkapnya.

Menurut sang anak bungsu, Buya Hamka sudah merantau ke pulau Jawa sejak umur 15 tahun ke tempat kakak ipar nya di Pekalongan, Jawa Tengah.

Didikan keras ayahnya menjadikan Hamka terbiasa berada jauh dari orang tua, mandiri dan merantau, diantaranya sekolah di Padang Panjang, kemudian ke Jawa belajar ilmu Gerakan Islam Modern dengan HOS Cokroaminoto.

Kemudian di usia 19 Hamka berhaji ke Mekah, kembali ke tanah air Medan, Yogyakarta dan Jakarta dengan aktivitas menulis, berpidato, wartawan, editor, dan penerbit.

Keahlian ini membawa Hamka berceramah di Istana Negara pada 3 Januari 1950 dan terpilih menjadi Ketua MUI, tetapi karena tidak setuju dengan kebijakan pemerintah tentang perayaan natal beliau meletakkan jabatannya sebagai Ketua MUI.

Puncak prestasi Hamka pada tahun 1959 menerima anugerah Doktor Honoris Causa (Ustadziyah Fakhriyah) dari Universitas Al Azhar, Mesir dan University Kebanggaan Malaysia di bidang Kesusasteraan (1974), gelar Profesor Kehormatan dari Universitas Moestopo Jakarta (1966).

Semua yang diraihnya sesungguhnya adalah akibat ketabahan hati dan penderitaan yang dialami dan dihadapi dengan cerdas dan ini pula lah yang menghantarkan Buya Hamka mendapat penghargaan dari Universitas paling tua di dunia. Hamka wafat 24 Juli 1981 diusia 73 tahun, sebagai penghargaan pemerintah menetapkan beliau menjadi Pahlawan Nasional.

Setelah cerita panjang diatas putra bungsu Buya Hamka, Amir Syakib Arsalan terakhir bercerita bahwa beliau cukup menyayangkan karena sekarang ini kurikulum pelajaran sejarah anak SD-SMP di Malaysia adalah mempelajari tentang kisah Buya Hamka sedangkan di Negara kita belum.

Penulis : Hariansyah/BU
Editor : Tebi/BU

Tag: Berita MahasiswaBuya HamkaKehidupanKisah
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Bahasa Indonesia Ditetapkan Menjadi Bahasa Resmi Unesco, Begini Awal Mula Pengusulannya!

Pos Selanjutnya

Pasca Dipertanyakan Ormawa, KPUM Untirta Resmi Umumkan Panitia Pemira

BERITA TERKAIT

KUHP dan KUHAP Resmi Berlaku, Tandai Babak Baru Hukum Pidana

KUHP dan KUHAP Resmi Berlaku, Tandai Babak Baru Hukum Pidana

10 Jan. 2026
14
Resmi Dilepas! KKM Gelombang I 2026 Tekankan Dampak Nyata Mahasiswa

Resmi Dilepas! KKM Gelombang I 2026 Tekankan Dampak Nyata Mahasiswa

10 Jan. 2026
66
Pos Selanjutnya
Pasca Dipertanyakan Ormawa, KPUM Untirta Resmi Umumkan Panitia Pemira

Pasca Dipertanyakan Ormawa, KPUM Untirta Resmi Umumkan Panitia Pemira

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Melalui Kongres ke XVII, UKM Jurnalistik Untirta Sukses Regenerasi Kepemimpinan Baru

Melalui Kongres ke XVII, UKM Jurnalistik Untirta Sukses Regenerasi Kepemimpinan Baru

27 Des. 2023
89
Untirta Jadi Tuan Rumah Peksimida Provinsi Banten

Untirta Jadi Tuan Rumah Peksimida Provinsi Banten

18 Jul. 2024
53

Berita Populer

Tragedi Kawin

Tragedi Kawin

20 Mei. 2022
3.3k
Resmi Dilepas! KKM Gelombang I 2026 Tekankan Dampak Nyata Mahasiswa

Resmi Dilepas! KKM Gelombang I 2026 Tekankan Dampak Nyata Mahasiswa

10 Jan. 2026
66
Kisah Hidup Buya Hamka Menurut Cerita Sang Anak Bungsu

Kisah Hidup Buya Hamka Menurut Cerita Sang Anak Bungsu

23 Nov. 2023
2.2k
Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
290
Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
4.2k
KPUM FKIK Resmi Tetapkan Pimpinan BEM Periode 2026-2027

KPUM FKIK Resmi Tetapkan Pimpinan BEM Periode 2026-2027

14 Des. 2025
52

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio