Bidikutama.com – Uwais Al-Qarni adalah pemuda asal Yaman yang dikenal karena ketaatan dan kesalehannya terutama sikapnya yang berbakti pada ibunya. Ia menerima ujian penyakit sopak, dimana semua tubuhnya menjadi belang-belang namun ia senantiasa mampu merawat dan memuliakan ibunya yang sudah tua, lumpuh, dan buta dengan penuh kesabaran.
Uwais Al-Qarni belum bertemu Rasulullah, namun pada suatu hari ia minta izin pada ibunya untuk pergi menemui Rasulullah di Madinah. Ibunya mengizinkan dan berpesan kepada Uwais Al-Qarni agar cepat pulang karena ia merasa sakit-sakitan.
Tiba di Madinah, Uwais langsung menuju rumah Rasulullah tapi dia hanya dapat bertemu Siti Aisyah, istri Rasulullah. Karena pada saat itu Rasulullah sedang berada di medan perang. Dalam hati Uwais dia ingin menunggu Rasulullah, namun ia teringat pesan ibunya agar cepat kembali ke Yaman. Uwais dengan terpaksa pamit kepada Siti Aisyah. Ia pun tak lupa menitipkan salam untuk Rasulullah.
Ketika Rasulullah pulang menuju Madinah beliau bertanya pada istrinya tentang orang yang mencarinya. Rasululah mengatakan Uwais Al-Qarni, anak yang taat pada ibunya adalah penghuni langit.
Kisah teladan Uwais Al-Qarni lainnya yaitu menggendong ibunya dari Yaman ke Makkah untuk berhaji. Pada saat itu, ibu Uwais sangat ingin pergi haji. Mendengar itu permintaan ibunya, Uwais termenung. Dikarenakan perjalanan yang jauh dari Yaman ke Makkah, sementara kondisi mereka tidak punya uang. Kondisi tersebut membuat Uwais merasa berat untuk memenuhi keinginan sang ibu.
Uwais pun mencari jalan keluar demi memenuhi keinginan ibunya. Ia membuat kandang lembu di puncak bukit. Setiap hari, dirinya menggendong anak lembu naik turun bukit untuk memberi makan lembu tersebut.
Setelah 8 bulan berlalu Uwais merasa bahwa ototnya sudah kuat untuk mengangkat ibunya. Ia kemudian menggendong ibunya dari Yaman ke Mekkah untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci tersebut.
Penulis : Adzika/BU
Editor : Tebi/BU











