Berita Mahasiswa

Komdis dalam OSPEK, Bentuk Tindakan Perpeloncoan atau Bukan?

Pinterest LinkedIn Tumblr

Bidikutama.com – Menjelang masa Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (OSPEK) di sejumlah perguruan tinggi, kerap sekali kita mendengar istilah komisi disiplin atau komdis. Lalu timbul pertanyaan apakah komdis tergolong ke dalam bentuk tindakan perpeloncoan? (12/8)

Sebagaimana kita ketahui, umumnya komdis pada OSPEK merupakan suatu kelompok yang memiliki tugas untuk medisiplinkan mahasiswa baru (maba) agar dapat mengikuti jalannya OSPEK dengan lancar.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa (Hima) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Heri Fransisco menyatakan bahwa adanya komdis dalam rangkaian OSPEK sebagai bentuk perpeloncoan dan senioritas.

“Dengan adanya komdis membuat maba jadi takut melihat senior dan organisasi internal,” sambungnya.

Pada OSPEK di Jurusan PPKn sendiri, lanjut Heri, sudah mulai menghapus sistem komdis. Ia menilai OSPEK haruslah menghadirkan suasana yang asik dan menarik.

“Osjur dan LK (PPKn) akan asik dan menarik untuk diikuti supaya maba pun nyaman di jurusannya sendiri, serta terlibat aktif di himpunannya masing-masing,” katanya.

Masih menurutnya, budaya komdis seharusnya sudah ditinggalkan karena tidak relevan lagi dengan zaman. “Komdis adalah sistem Orde Baru, kita sudah Reformasi tapi sistem kita masih seperti Orde Baru,” tegasnya.

Ketua Umum (Ketum) Himpunan Mahasiswa (Hima) Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Heri Fransisco saat tengah menyampaikan orasinya di Kampus C. (Foto: Dok. Pribadi)

Ia bahkan menyebut bahwa OSPEK di FKIP sangat kental dengan bentuk perpeloncoan, terlebih dengan adanya budaya jerit malam.

Heri pun berharap nantinya OSPEK di tingkatan universitas, fakultas, maupun jurusan juga mengikuti jejak OSPEK PPKn.

“Akhirnya maba enggan berorganisasi di internal dan akhirnya mereka banyak yang lari ke organisasi eksternal, dan akhirnya timbul tendensi organisasi internal yang menganggap bahwa maba harus kenal organisasi internal jurusannya dulu baru keluar,” imbuhnya.

“Akhirnya organisasi eksternal yang dianggap tidak menghargai pengkaderan organisasi internal karena mendahului organisasi internal sebagai organisasi yang bersentuhan langsung di jurusan masing-masing,” tutup Heri.

Secara terpisah, Suherna selaku Wakil Rektor (WR) III Bidang Kemahasiswaan menegaskan bahwa jangan sampai ada perpeloncoan pada OSPEK di lingkungan Untirta.

“Jangan (sampai ada perpeloncoan), itu kan di dalam aturannya jelas, sehingga kepanitiaan ini milik Rektorat, karena mahasiswa hanya diperbantukan saja, itu di dalam aturan-aturannya,” ucapnya.

“Ya mungkin karena mahasiswa ingin eksis, tetapi dengan pernyataan kita ini melarang perpeloncoan,” pungkas Suherna.

Reporter: Thoby/BU
Penulis: Thoby/BU
Editor: Hani/BU

Write A Comment