Bidikutama.com – Sebuah kontroversi meletup di dunia hiburan setelah pengumuman pembuatan film horor yang mengangkat kisah tragis Vina Cirebon, remaja yang disetubuhi dan dibunuh. Hal ini menimbulkan beragam pendapat. Jumat (24/5)
Tidak sedikit yang menentang pembuatan film ini. Mereka berpendapat bahwa pengangkatan kisah ini sangat tidak etis mengingat kejadian yang menimpa korban telah memberikan trauma yang mendalam terhadap keluarga korban. Memanfaatkan tragedi seseorang sebagai bahan hiburan atau untuk tujuan komersial dianggap tidak menghormati integritas dan martabat korban serta keluarganya.
Kontroversi semakin memanas karena pembahasan genre film yang dipilih, yaitu horor. Penggunaan genre ini dinilai dapat memperburuk kondisi psikologis keluarga korban dan masyarakat yang terlibat langsung dalam kejadian tersebut.
Meskipun pembuatan film tersebut memunculkan banyak kontroversi, pihak produser film angkat suara membela karya mereka.
“Kita hidup di negara Bhineka Tunggal Ika, gak cuma film ini, ada juga yang lain (tuai) pro kontra. Kita hargai itu. Semoga mereka juga hargai kami juga yang punya prinsip berbeda. Saya hargai yang pro dan kontra,” kata Anggy Umbara dalam konferensi pers peluncuran trailer film Vina: Sebelum 7 Hari pada Kamis (18/4/2024).
Lebih lanjut, Anggy Umbara menegaskan bahwa pembuatan film ini berangkat dari tujuan baik, dengan harapan agar ke depannya dapat membawa berkah. “Semoga yang kontra bisa hargai kita juga,” tambahnya.
Dia juga menyerukan kepada publik untuk menonton filmnya terlebih dahulu sebelum membuat penilaian. “Nonton filmnya dulu, nanti pasti yang kontra merasa marah sama pelaku dan sedih dengan kejadian Vina,” tutupnya.
Kontroversi pembuatan film ini terus memantik perdebatan di masyarakat, dengan pendapat yang beragam dari berbagai pihak. Publik terus memantau perkembangan situasi seiring dengan munculnya beragam pendapat dari berbagai kalangan.
Penulis: Saeful/BU
Editor : Alvina/BU










