Bidikutama.com — Tim Legal Drafting Community (LDC) Fakultas Hukum (FH) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) kembali berhasil meraih Juara 1, Juara 2, dan penghargaan Berkas Terbaik dalam ajang Kompetisi Perancangan Undang-Undang (KPUU), yang merupakan bagian dari Pekan Hukum Nasional 2025 di Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta. Kamis (3/7)
Kompetisi ini mempertemukan mahasiswa hukum terbaik dari berbagai universitas ternama di Indonesia, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), dan lainnya. FH Untirta tampil mengejutkan dengan menyapu bersih seluruh kategori juara yang tersedia dalam cabang lomba KPUU.
Lia Riesta Dewi, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, mengungkapkan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kerja keras mahasiswa, kolaborasi dosen pembimbing, dan dukungan pihak fakultas.
“Kami sangat mengapresiasi pencapaian ini. Semua ini berkat kerja keras mahasiswa dan bimbingan dari para dosen,” ungkap Lia.
Lia menambahkan bahwa fakultas senantiasa memberikan dukungan kepada mahasiswa, baik dalam bentuk moral, teknis, maupun finansial. Hal ini mencakup penyediaan pembimbing, surat tugas, hingga pendanaan kompetisi.
“Kami punya anggaran khusus untuk lomba. Mahasiswa cukup menunjukkan komitmen dan bimbingan dari dosen, maka kami fasilitasi,” jelasnya.
Salah satu mahasiswa yang turut berpartisipasi, Syafira Nabila Salim, Ia dan timnya berhasil meraih Juara 1 sekaligus penghargaan Berkas Terbaik. ia menceritakan bahwa awalnya mereka berencana mengikuti cabang lomba karya tulis ilmiah namun, setelah berdiskusi dengan Wakil Dekan III dan dosen pembimbing, mereka memutuskan beralih ke cabang Perancangan Undang-Undang (UU).
“Jujur, sempet tidak percaya diri karena saingannya kampus-kampus besar. Tapi pembimbing kami terus meyakinkan bahwa kami juga mampu bersaing, dan itu jadi pendorong buat kami untuk berani ikut,” jelas Syafira.
Dengan tema “Rancangan Undang-Undang Pembatasan Transaksi Uang Tunai” yang telah ditentukan oleh panitia, timnya menyusun gagasan berdasarkan hasil diskusi internal serta wawancara dengan akademisi pada bidang terkait. Adapun pada saat proses penyusunan tidaklah mudah, terlebih karena harus membagi waktu antara menyusun naskah, mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), serta menjalani bulan Ramadan dan libur Lebaran.
“Kami bahkan sempat menghentikan latihan presentasi beberapa hari. Tapi semua perjuangan itu terbayar saat diumumkan jadi pemenang. Rasanya tidak menyangka, tapi sangat bersyukur,” tutupnya.
Kemenangan ini turut membangkitkan semangat mahasiswa FH Untirta lainnya. Amanda Dava Aulya, mahasiswa prodi Ilmu Hukum, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian teman-temannya. Amanda juga berharap prestasi ini dapat memotivasi mahasiswa lain untuk lebih aktif berkegiatan, keluar dari zona nyaman, dan berani mengambil tantangan baru.
“Ketika tahu mereka menang, bangga banget. Semoga semakin banyak mahasiswa yang terinspirasi dan ingin mencoba keluar dari zona nyaman,” ucap Amanda.
Reporter: Dini,Tedi/BU
Penulis: Felisha/BU
Editor: Putri Nur/BU









