• Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
Selasa, 14 April 2026
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
SUBSCRIBE
BidikUtama.com
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
BidikUtama.com
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
  • Inspirasi
  • Jalan-Jalan
  • PEDOMAN PEMBERITAAN MEDIA SIBER
Beranda Berita Mahasiswa

Mahasiswa dan Pimpinan Ormawa Untirta Sesalkan Kebijakan Kampus Adakan Kenaikan UKT 10% Bagi Mahasiswa Akhir dan Kenaikan SPI

4 Jul. 2022
pada Berita Mahasiswa
0

Poster kebijakan penyesuaian UKT 50% (Sumber : Instagram/@untirta_official)

329
DILIHAT
Bagikan

Bidikutama.com – Mahasiswa dan Pimpinan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sesalkan kebijakan kampus yang menaikkan 10% kenaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) untuk mahasiswa semester 9 ke-atas yang tinggal menempuh mata kuliah (MK) skripsi dan kenaikan Sumbangan Pembangunan Institusi (SPI), Rabu (29/6).

Ungkapan pertama datang dari Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik (FT), Yovi Maulana, yang menyebut kebijakan kampus tidaklah proposional dan berkeadilan serta tidak memperhatikan kemampuan ekonomi mahasiswa.

“Iya, bicara proporsional dan keadilan, seharusnya semakin akhir semester, semakin murah karena fasilitas yang didapat mahasiswa semakin sedikit. Jelas-jelas hanya mengontrak skripsi masa bayar semakin mahal,” ucap Yovi.

Rasa sesalnya semakin mencuat, akibat penyebab kenaikan UKT disebabkan untuk memotivasi para mahasiswa tingkat akhir dan alasan pandemi Covid-19 yang telah usai.

“Saya tanya kepada terkait, alasannya untuk memotivasi agar segera lulus, ya kalau memotivasi atau teguran, fungsi jurusan apa? Bukan kemudian lulus lama malah UKT dinaikkan,” tegas Yovi.

“Dan alasan Covid-19 telah selesai, hingga hari ini pun masih ada kenaikan, dan yang harus diperhatikan adalah apakah perekonomian masyarakat telah pulih? Kan, belum,” pungkas Yovi.

Tak hanya menyerukan soal penambahan biaya UKT. Yovi juga memperhatikan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI), yang naik dari tahun – tahun sebelumnya.

“Sekarang terjadi kenaikan yang lumayan mahal, ada yang dulunya 15 juta sekarang jadi 25 juta. Itu tidak sesuai dengan prinsip kewajaran yang tertuang dalam Permendikbud No 25 tahun 2020,” ujar Yovi.

Setelah BEM FT, tanggapan datang dari Presiden Mahasiswa (Presma) Untirta, yang selaras dengan Yovi, dimana pada Permendikbud No. 25 tahun 2020, bagi mahasiswa akhir membayar paling tinggi 50 persen dari besaran UKT.

“Mengenai hal tersebut juga sudah dijelaskan di Permendikbud no 25 tahun 2020 menjelaskan bahwasannya bagi mahasiswa yang telah berada di semester akhir (tinggal pengerjaan skripsi) membayar paling tinggi 50 persen dari besaran UKT. Disana disebutkan paling tinggi 50 persen maka dipastikan seharusnya kampus patuh terhadap aturan yang berlaku bukan memelintir aturannya dan memberatkan mahasiswa,” ungkap Ryco

Ryco berharap agar pihak kampus lebih bijak dalam membuat aturan turunan (Peraturan Rektor) yang mengacu pada Permendikbud no 25 tahun 2020 dan aturan – aturan lainnya.

“Hal ituu kampus harus bijak dalam membuat aturan turunan (peraturan rektor) yang mengacu pada Permendikbud no 25 tahun 2020 dan aturan-aturan lainnya tentang penggolongan UKT. Yang dimana semua dikembalikan kepada keberpihakan nya terhadap hak layak mahasiswa bukan malah memberatkan,” harap Ryco

Hingga jajaran Mahasiswa. Ipal, Mahasiswa Akhir, tidak sepakat akan hal tersebut, karena mahasiswa akhir yang sedang mengerjakan skripsi tidaklah menikmati sepenuhnya fasilitas yang ada di kampus, Ipal juga menjelaskan terdapat beberapa faktor yang mendukung ke-tidak setujuannya dengan kebijakan kampus tersebut.

“Sisi negatifnya, bahwa mahasiswa akhir yang sedang mengerjakan skripsi adalah tidak menikmati fasilitas yang ada di kampus yang balik menjadi pertanyaan pada setiap mahasiswa, dan mungkin memang pihak kampus menganggap agar mahasiswa tidak malas dalam mengerjakan skripsi, tapi dibalik itu semua ada beberapa faktor yang bisa dibilang mengapa mereka belum menyelesaikan skripsi, yaitu faktor ekonomi dimana seorang mahasiswa harus bekerja terlebih dahulu untuk memenuhi kebutuhan mereka yang akhirnya mereka harus menunda skripsi, faktor masa depan dimana mahasiswa sedang mencari jati diri jangan sampai lulus dari kampus tidak menjadi apa-apa” tutur Ipal

Reporter : Ramdani/BU
Penulis : Owen/BU
Editor : Owen/BU

Tag: #uktberita kampusBerita Mahasiswaberita untirtamahasiswaSPIuntirta
KirimBagikanTweetBagikan
Pos Sebelumnya

Himepta Gelar Workshop, Ajak Generasi Z Paham Investasi

Pos Selanjutnya

Kenaikan SPIn Bentuk Komersialisasi Pendidikan di Perguruan Tinggi?

BERITA TERKAIT

Menimbang Efektivitas Pembelanjaan Motor dalam Operasional SPPG

Menimbang Efektivitas Pembelanjaan Motor dalam Operasional SPPG

13 Apr. 2026
15
DPM FEB Untirta Tegaskan Pelaku Pelecehan Bukan Anggota Aktif

DPM FEB Untirta Tegaskan Pelaku Pelecehan Bukan Anggota Aktif

2 Apr. 2026
190
Pos Selanjutnya
Kenaikan SPIn Bentuk Komersialisasi Pendidikan di Perguruan Tinggi?

Kenaikan SPIn Bentuk Komersialisasi Pendidikan di Perguruan Tinggi?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Rekomendasi

Hadirkan Semangat Progresif, UKM Jurnalistik Gelar PDJ ke-17

Hadirkan Semangat Progresif, UKM Jurnalistik Gelar PDJ ke-17

10 Okt. 2021
75
GenBI Provinsi Banten Gelar Semarak Kesehatan

GenBI Provinsi Banten Gelar Semarak Kesehatan

7 Apr. 2019
290

Berita Populer

Dosen Hukum Tanggapi Kasus Pelecehan Seksual Terduga Mahasiswa FEB

Dosen Hukum Tanggapi Kasus Pelecehan Seksual Terduga Mahasiswa FEB

8 Apr. 2026
143
DPM FEB Untirta Tegaskan Pelaku Pelecehan Bukan Anggota Aktif

DPM FEB Untirta Tegaskan Pelaku Pelecehan Bukan Anggota Aktif

1 Apr. 2026
160
Fleksibilitas Pembelajaran atau Ilusi Efisiensi?

Fleksibilitas Pembelajaran atau Ilusi Efisiensi?

11 Apr. 2026
53
Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

Rendahnya Tingkat Literasi dan Numerasi Indonesia: Alasan dan Solusinya

5 Mei. 2024
4.7k
Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

Untirta Adakan Tes GeNose Usai Rektor Terkonfirmasi Covid-19

11 Apr. 2022
665
Aksi di Komnas HAM, Mahasiswa Untirta Tuntut Pembebasan Tapol

Aksi di Komnas HAM, Mahasiswa Untirta Tuntut Pembebasan Tapol

9 Apr. 2026
32

Komentar Terkini

  • Informatika pada Tim PVTE FKIP Untirta Raih Top 5 Inovator Nasional
  • - pada Dorong Pertanian Modern, PLPH 6 Untirta Gelar Seminar Hidroponik
  • Wyndjo pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumsar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum
  • Sumar pada Gibran Gandeng Dosen FH Untirta Hadapi Gugatan Hukum

BidikUtama.com

Redaksi Bidik Utama menerima karya berupa cerpen, opini, dan resensi. Karya disertai identitas pengirim berupa nama dan asal instansi/Universitas. Karya yang telah masuk menjadi milik redaksi. Dikirim melalui email ke redaksi@bidikutama.com

Kategori

  • Akademik
  • Berita Mahasiswa
  • bidikutama
  • Cerita Pendek
  • Feature
  • FKIP
  • Hardnews
  • Inspirasi
  • IOC
  • Jalan-Jalan
  • Karya Mahasiswa
  • Kepolisian
  • Opini
  • Portugis
  • Prestasi Mahasiswa
  • Puisi
  • Pusat Studi Kepolisian
  • Resensi
  • softnews
  • Sosok
  • Suara Kita
  • Sudah Tahukah?
  • Tentang Bidik Utama
  • Usaha Mahasiswa
  • Kontak
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio

Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • Beranda
  • Berita Mahasiswa
  • Sudah Tahukah?
  • Akademik
    • Opini
  • Inspirasi
    • Sosok
    • Usaha Mahasiswa
  • Jalan-Jalan

© Bidik Utama. Hak Cipta dilindungi undang-undang. | Awan Studio