Bidikutama.com – Tim mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) yang terdiri dari Evi Efriyeni, Listia Manzilina dan Natasya Dwi Nanda berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Legislative Drafting Festival Legislasi (Fesleg) Sekolah Vokasi IPB 2025 yang diselenggarakan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor pada Sabtu (23/8). Kamis (28/8)
Salah satu delegasi, Evi Efriyeni, menceritakan proses panjang hingga akhirnya timnya bisa berdiri di podium dengan meraih juara 2. Ia mengaku awalnya sempat ragu mengikuti lomba karena ini adalah pengalaman pertamanya pada tingkat nasional.
“Saya pikir lebih baik mencoba dulu, berani dulu, soal hasil belakangan yang penting prosesnya,” ujar Evi.
Proses penyusunan naskah akademik dan Rancangan Undang-undang (RUU) dilakukan intensif selama dua bulan, hampir setiap hari bertemu untuk diskusi dan bimbingan. Tantangan terbesar menurutnya terletak pada deadline pengumpulan RUU.
“Apalagi tahun sebelumnya LDC Untirta juga meraih Juara 2, jadi ada tekanan untuk bisa. mempertahankan prestasi itu,” tambah Evi.
Sementara itu, Listia Manzilina, mengungkapkan Tim mereka memilih subtema yaitu “Urgensi Regulasi Pengawasan E-Wallet dalam RUU Perlindungan Data Pribadi dan Implikasinya terhadap Keamanan Transaksi Digital.” Ia juga mengungkapkan tantangan terbesar baginya adalah membagi waktu antara kuliah, magang, dan lomba.
“Dikarenakan maraknya penggunaan e-wallet di tengah masyarakat saat ini namun belum sepenuhnya diiringi dengan regulasi yang komprehensif terkait perlindungan data pribadi dan keamanan transaksi pada UU PDP,” ungkap Listia.
Dosen Pembimbing, Lia Riesta Dewi, mengungkapkan bahwa dalam proses bimbingan, mahasiswa diarahkan untuk mempelajari pedoman penyusunan peraturan perundang-undangan melalui UU No. 12 Tahun 2011, UU No. 15 Tahun 2019, dan UU No. 13 Tahun 2022. Selain itu, keterlibatan kakak tingkat yang pernah berpengalaman juga menjadi faktor penting dalam mendampingi peserta baru.
“Keunggulan tim ini adalah motivasi yang kuat dari diri mereka sendiri. Walaupun harus lembur hingga tengah malam, mereka tetap konsisten menyusun draft RUU dengan kesadaran penuh,” ungkap Lia.
Lia juga menambahkan bahwa Dekan FH Untirta bersama jajaran pimpinan turut memberikan dukungan penuh terhadap mahasiswa yang mengikuti kompetisi. Sejak kepemimpinan kabinet Sultan Jawara, tidak ada lagi hambatan terkait pembiayaan.
“Sejak kepemimpinan kabinet Sultan Jawara, tidak ada lagi hambatan soal pembiayaan. Jika ada mahasiswa masuk final, pasti dibiayai. Universitas juga selalu membantu, termasuk penyediaan kendaraan untuk keberangkatan,” ucap Lia.
Reporter: Alya, Dinara/BU
Penulis: Zia/BU
Editor: Anggi/BU










