Bidikutama.com — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Muhammad Dzul Faqar, berhasil meraih bronze medal dalam ajang lomba esai tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri Universitas Mataram. Dalam esainya, Faqar mengangkat isu lingkungan, khususnya terkait keberlangsungan hutan mangrove di Indonesia. Kamis (11/9)
Faqar menyoroti data penurunan luas hutan mangrove yang cukup drastis, dari 7,75 juta hektare pada 2007 menjadi hanya 3,2 juta hektare pada 2009. Meski sempat naik pada 2021 menjadi 4,1 juta hektare, jumlah tersebut masih jauh dari kondisi ideal.
“Mangrove punya peran besar menjaga stabilitas ekonomi,ketahanan pangan, sekaligus mencegah abrasi. Itu alasan saya memilih tema ini,” jelas Faqar.
Persiapan Faqar tidak main-main, selama dua minggu ia melakukan riset yang banyak terinspirasi dari pengalamannya menjadi relawan di program Green Impact Days. Dalam kegiatan yang digagas oleh Society of Renewable Energy (SRE) Untirta, ia bersama tim menanam 25 ribu pohon mangrove di Pantai Tanjung Pasir, Teluk Naga, Tangerang. Namun, perjuangan Faqar tak lepas dari tantangan.
“Kendala terbesar justru saat perjalanan. Ini pertama kali saya naik pesawat dan bepergian sendiri, jadi cukup menyita waktu dan energi,” ujarnya.
Meski begitu, rasa lelah terbayar dengan pengalaman berharga bertemu mahasiswa hebat dari berbagai universitas di seluruh Indonesia.
“Saya senang sekali, bisa belajar banyak tentang penulisan dan juga keterampilan berbicara di depan publik,” tambahnya.
Keberhasilan ini tak lepas dari peran dosen pembimbing, Nurikah, yang mendampingi Faqar sejak tahap awal. Menurutnya, kekuatan esai Faqar terletak pada tema yang relevan dengan isu keberlanjutan lingkungan serta keterkaitannya dengan peran generasi muda dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs).
“Kami berperan sebagai fasilitator, memberi masukan, sekaligus motivasi agar mahasiswa percaya diri ketika bersaing dengan kampus-kampus besar. Mangrove bukan hanya topik tulisan, tapi aksi nyata kepedulian anak bangsa terhadap lingkungan,” tegasnya.
Baik Faqar maupun dosen pembimbingnya sama-sama berharap prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi mahasiswa FH Untirta lainnya.
“Menulis itu krusial, jadi jangan takut ikut lomba. Kalau tidak mencoba, kita tidak akan pernah tahu hasilnya,” ucapnya.
Sementara itu, Nurikah, menambahkan, bahwa prestasi akademik bukan hanya sebatas gelar tetapi juga menjadi kontribusi terhadap negeri.
“Prestasi akademik bukan hanya gelar, tapi juga bukti kontribusi kita untuk negeri. Semoga ke depan mahasiswa FH Untirta bisa semakin banyak menorehkan prestasi, bahkan sampai ke level internasional,” harap Nurikah.
Reporter: Tedi/BU
Penulis : Zia/BU
Editor : Rizqy/BU











