Bidikutama.com — Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Indonesia (PBI) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) sukses meraih Juara 2 Lomba Berbalas Pantun dalam Ajang Forum Komunikasi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Negeri Se-Indonesia. Rabu (12/11)
Agus Rizky Barokah, salah satu peserta lomba, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas prestasi tersebut. Ia mengaku tidak menyangka dapat meraih juara, mengingat ini merupakan pengalaman pertamanya mengikuti lomba sastra, khususnya berbalas pantun. Rizky juga menjelaskan bahwa keikutsertaannya berawal dari kepercayaan yang diberikan oleh dosen pembimbingnya untuk mewakili program studi dalam ajang tersebut.
”Awalnya sempat kaget karena saya belum pernah mengikuti lomba sastra atau lomba pantun sebelumnya. Namun, karena dosen sudah mempercayakan kepada saya akhirnya saya mencoba dan mengikuti saja alurnya,” jelas Rizky.
Selain termotivasi untuk menambah pengalaman, Rizky menuturkan bahwa ia menghadapi sejumlah tantangan selama proses persiapan, mulai dari posisinya sebagai pemula hingga kesulitan dalam pengaturan waktu. Ia menjelaskan bahwa proses latihan dilakukan selama beberapa hari dan disertai dengan revisi dari dosen pembimbing. Meskipun terkadang dilakukan secara mendadak, hal tersebut berpengaruh terhadap efektivitas waktu latihan serta proses menghafal.
”Pengambilan videonya pun dilakukan di Kaibon, dan prosesnya cukup singkat karena revisi dan pengambilan video berdekatan,” tutur Rizky.
Lia Mulia Ningsih, rekan Rizky, menjelaskan bahwa lomba berbalas pantun ini merupakan lomba pertama yang diikutinya. Sebelumnya, ia lebih sering berpartisipasi dalam kompetisi kebahasaan seperti lomba puisi dan pidato. Keinginannya untuk mengenal lebih jauh dunia sastra menjadi motivasi tersendiri bagi Lia dalam mengikuti ajang tersebut.
”Ingin mengasah keterampilan berbahasa dan mengenal lebih jauh tentang Sastra, serta sejalur dengan pendidikan yang sedang ditempuh, yaitu Pendidikan Bahasa Indonesia. Selain itu, saya ingin mengenalkan kearifan dan maritim yang ada di Banten.” jelas Lia.
Tantangan terbesar yakni selain menyelaraskan isi dan sampiran dengan tema yang sama dengan balasan pantun. Tantangan pengambilan klip video mulai di situasi ramai pun menjadi tantangan yang harus mereka tempuh.
”Membuat pantun berbalas yang masih satu tema dengan beberapa aturan juga sangat menantang dalam proses pembuatan pantun,” Jelas Lia.
Reporter : Rafiqa/BU
Penulis : Rt Ari Najwa/BU
Editor: Nadira/BU










