Bidikutama.com — Penangkapan sejumlah massa aksi usai demonstrasi di kawasan Ciceri, Kota Serang, Sabtu (30/8), menuai respons dari berbagai elemen mahasiswa. Dalam aksi yang diikuti pelajar, mahasiswa lintas kampus, dan aliansi masyarakat tersebut, aparat kepolisian mengamankan beberapa peserta, termasuk salah satu siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 2 Kota Serang, serta salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Rabu (3/9)
Ketua BEM Untirta, Muhammad Ferdansyah, menegaskan bahwa aliansi mahasiswa telah membubarkan diri sebelum insiden pembakaran pos polisi terjadi. Ia menekankan massa aksi dari pihaknya mengikuti instruksi lapangan dan tidak terlibat kerusuhan.
“Sekitar pukul setengah tujuh kami sudah bubar. Terkait penangkapan, kami berkoordinasi dengan LBH Pijar untuk pendampingan hukum,” ujar Ferdan.
Ia juga menyebut pihaknya sudah berkomunikasi dengan Rektor dan Wakil Rektor III Untirta untuk memastikan status mahasiswa tetap terjaga.
“Kami minta kampus ikut berkomunikasi dengan kepolisian agar mahasiswa dibebaskan,” tambahnya.
Ketua BEM FEB, Farhan Humaidi, menyatakan pihaknya terus mengawal informasi penangkapan dan menjalin komunikasi dengan keluarga serta BEM KBM Untirta.
“Kami siap memberi bantuan, langkah selanjutnya menunggu koordinasi,” ungkapnya.
Farhan menilai aksi kali ini tidak berjalan kondusif karena terlalu banyak elemen masyarakat yang ikut bergabung. Selain itu, ia juga menyoroti masih banyak mahasiswa yang turun tanpa terdata sebagai massa resmi, sehingga membuat jalannya aksi tidak sesuai rencana.
“Hal-hal seperti ini yang membuat aksi tidak kondusif dan tidak sesuai dengan apa yang sudah kami rencanakan,” jelas Farhan.
Ketua BEM Faperta, Rizqi Permana, turut memberikan pernyataan dan menyesalkan tindakan represif aparat terhadap massa aksi. Ia menegaskan bahwa mahasiswa dari fakultasnya turun dengan tertib dan tidak terlibat dalam tindakan anarkis.
“Penangkapan ini disayangkan, karena kami turun untuk menyampaikan aspirasi, bukan kerusuhan,” tegasnya.
Rizki menambahkan bahwa BEM Faperta bersama BEM KBM telah menyiapkan pendampingan hukum melalui LBH dan jaringan advokat. Mereka juga merancang aksi solidaritas lanjutan seperti Kamisan dan pernyataan sikap.
“Intinya, teman-teman yang ditangkap tidak sendirian, kita kawal sampai selesai,” tutupnya.
Reporter: Jihan, Anindya/BU
Penulis: Intan/BU
Editor: Putri Nur/BU











