Bidikutama.com – Qurban yang berasal dari bahasa Arab yakni qaraba-yuqaribu-qurbanan-qaribun merujuk pada arti dekat. Makna Qurban artinya secara harfiah yakni menyingkirkan hal hal yang membuat kita yang mampu menghalangi kita dari upaya mendekatkan diri pada Allah SWT. Minggu (16/6)
Islam sangat memanjakan para umatnya dengan membekali syariat yang mampu menuntun umatnya membersihkan diri dari segala kenikmatan duniawi yang berpotensi besar dalam menjauhkan kita dari Allah SWT.
Ibadah Qurban bertepatan pada peristiwa penting yang dilakukan oleh umat islam dunia yakni ibadah haji serta ibadah qurban. Ibadah haji secara umum yakni menunaikan ibadah ditanah suci mekkah dan madinah di bulan haji.
Sedangkan qurban yakni menyembelih hewan qurban (sesuai syariat dan ketentuan) dalam rangka memaknai rasa syukur pada Allah SWT atas nikmat yang berlimpah. Memaknai peristiwa Qurban bukan mengartikan bahwa bentuk ekspresi atas karunia Allah SWT.
Dilansir dari website Aceh Kemenag, Momen Qurban bukan hanya menjadi sarana ekspresi sesuai syariat Allah berikan, namun mampu menjadi sarana kehangatan di tengah masyarakat karena esensi berbagi dan bergotong royong.
Kisah awal qurban yakni perintah Allah pada Nabi Ibrahim menyembelih anaknya sendiri yakni, Ismail. Makna perintah Allah yakni Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyerahkan hal yang sangat ia sayangi-sayangi namun walaupun pada akhirnya yang disembelih yakni hewan qurban.
Memahami peran Qurban sangatlah relevan dengan kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Ibadah Qurban bertujuan membebaskan setiap individu umat islam terbebas dari sifat-sifat yang menghancurkan kehidupan bermasyarakat seperti nafsu yang melahirkan perilaku korupsi.
Islam sangat memanjakan para umatnya dalam memerdekakan hal-hal tersebut dengan menyediakan sarana ibadah qurban sebagai pembangkit kesadaran.
Penulis : Nadira/BU
Editor : Ardhilah/BU











