Bidikutama.com – Tren manifesting sedang digandrungi oleh generasi muda, konsep ini berakar pada keyakinan bahwa memvisualisasikan tujuan secara positif dapat menarik hasil yang diinginkan ke dalam kehidupan. Apakah ini sekadar sugesti atau ada bukti ilmiah di baliknya? Kamis (27/2)
Dilansir dari liputan6.com, Istilah manifesting berasal dari kata bahasa Inggris yaitu “manifest” yang berarti menunjukkan atau mewujudkan sesuatu dengan jelas. Dalam konteks pengembangan diri, manifesting melibatkan proses mental dan spiritual di mana seseorang berusaha untuk mengubah pikiran dan keyakinan mereka menjadi realitas fisik.
Manifesting banyak dikaitkan dengan konsep Law of Attraction yang menyatakan bahwa energi yang dipancarkan oleh pikiran akan menarik hal-hal serupa dalam hidup. Media sosial, terutama TikTok dan Instagram menjadi rumah bagi tren ini. Video-video inspiratif dengan tagar #Manifesting meraup jutaan penonton, memperlihatkan orang-orang yang mempraktikkan teknik seperti jurnal afirmasi, meditasi visual hingga membuat vision board.
Namun, manifesting tidak lepas dari kritik. Para ahli psikolog memperingatkan bahwa terlalu mengandalkan manifesting tanpa tindakan nyata dapat menjadi jebakan. Ketika keinginan tidak terwujud, orang cenderung merasa kecewa, bahkan kehilangan motivasi. Mengandalkan “semesta” semata untuk mencapai mimpi tanpa usaha konkret dapat menjadi kontraproduktif.
Meski demikian, tak bisa disangkal ada manfaat dari manifesting. Teknik ini melatih fokus dan optimisme, ketika seseorang membayangkan kesuksesan dengan jelas, mereka cenderung lebih termotivasi untuk bertindak. Bahkan, banyak yang merasa lebih percaya diri setelah melibatkan diri dalam rutinitas ini. Dengan kata lain, manifesting bisa menjadi alat untuk menjaga optimisme dan merencanakan tindakan yang lebih terarah.
Bagi generasi muda, manifesting seringkali menjadi jalan keluar dari rasa cemas terhadap ketidakpastian hidup. Di tengah persaingan ketat dalam pendidikan dan karier, serta tekanan sosial, hal ini menawarkan ruang untuk refleksi dan penyemangat diri. Mereka menemukan bahwa membayangkan kesuksesan, jika dilakukan dengan realistis dapat membantu mengurangi stres.
Kunci kesuksesan dari manifesting adalah keseimbangan. Visualisasi hanya akan menjadi mimpi kosong jika tidak diimbangi dengan usaha. Sebaliknya, ketika digabungkan dengan kerja keras, manifesting dapat menjadi pendorong untuk menghadapi tantangan dan meraih apa yang diinginkan.
Jadi, apakah sobat bidik tertarik untuk mencobanya? Jangan hanya membayangkan, tetapi buatlah langkah kecil yang nyata. Terkadang, hal-hal yang kita visualisasikan dengan penuh keyakinan dapat mengarahkan kita untuk mengambil langkah-langkah yang lebih konkret dan bijak.
Penulis: Gya/BU
Editor: Rizqy/BU










