Bidikutama.com – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta Biro Banten telah menggelar acara diskusi publik dengan tema “Menolak Lupa Pagar Laut Tangerang Utara” pada Rabu (12/3). Diskusi ini berlangsung secara daring dengan menghadirkan jurnalis, aktivis lingkungan, dan perwakilan masyarakat yang terdampak. Kamis (13/3)
Acara ini merupakan bagian dari upaya AJI Jakarta Biro Banten dalam mengawal isu-isu lingkungan serta membahas dampak proyek pagar laut terhadap nelayan, lingkungan, dan hak masyarakat pesisir.
Susan Herawati, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA), menyampaikan bahwa proyek pagar laut berpotensi mengancam kehidupan nelayan tradisional dan menjadi salah satu dari sederet masalah serupa di daerah-daerah pesisir serta pulau kecil Indonesia.
“Saya tidak mau bilang kasus ini menjadi keberuntungan sehingga menjadi atensi publik, tetapi ini memang bom waktu yang membuka mata masyarakat Indonesia tentang bagaimana bobroknya pemerintah kita,” ucap Susan.
Susan juga mengatakan bahwa terdapat banyak kasus-kasus serupa yang kemudian terjadi, tetapi tidak dapat perhatian seperti di Tangerang.
“Kemudian ujungnya tidak kemana-mana. Tiba-tiba kita dipertontonkan lagi dengan penetapan tersangka, seolah-olah selesai di level bawah,” ujar Susan.
Senada dengan itu, Kholid, aktivis nelayan Banten, menyampaikan bahwa proyek tersebut memunculkan keresahan di kalangan masyarakat pesisir. Ia juga menyampaikan bahwa para pejabat punya andil besar untuk menyulap bidang lahan perairan menjadi daratan demi kepentingan korporasi besar.
“Kalo melihat kejadian ini sudah pasti ada pejabat yang kongkalikong,” ucap Kholid.
Terakhir, Sapariah Saturi, Jurnalis Lingkungan dari Mongabay, mengungkapkan pentingnya peran media dalam mengawal isu-isu lingkungan terutama proyek yang berdampak luas terhadap masyarakat.
Ia juga menyampaikan bahwa media massa bersama publik dapat mempertanyakan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengapa kasus pagar laut di Tangerang hanya menyeret aktor-aktor lokal sebagai tersangka.
“Ini persoalan bersama. Di Tangerang, Batam dan lain-lain ini masalah bersama. Kalau media berjejaring bisa lebih cepat menangkal isu-isu tandingan yang dibuat pengusaha,” ungkap Sapariah.
Reporter : Raffa/BU
Penulis : Raffa/BU
Editor : Nadira/BU











